Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGGUNAAN PHYSICS EDUCATION GAME UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA AFIDAH, IZZATUL; KUSTIJONO, RUDY
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kelayakan penggunaan physics education game untuk melatihkan keterampilan berpikir kirtis siswa SMA dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk 3 orang pakar pembelajaran fisika sebagai validator dan 15 orang teman sejawat. Pengukuran validasi dan penilaian teman sejawat menggunakan skala Likert. Penggunaan game dinyatakan layak secara konseptual jika persentase kelayakan dari validator dan teman sejawat ? 61%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pakar menyatakan layak dengan persentese kelayakan teknis 91.87 %, media 96.25%, dan pembelajaran 88.43 %yang didukung oleh teman sejawat yang memandang layak persentase kelayakan teknis 88% media 89 % dan pembelajaran 89 %. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan physics education game layak secara konseptual digunakan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA dalam pembelajaran fisika. Kata Kunci: physics education game keterampilan berpikir kritis dan pembelajaran fisika
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN JARAK PADA SISTEM AUGMENTED REALITY OBJEK ANIMASI Kustijono, Rudy; Hakim, Septian Rahman
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v4n2.p8-14

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh intensitas cahaya dan jarak pada sistem Augmented Reality objek animasi. Augmented Reality (AR) merupakan upaya untuk menggabungkan dunia maya (virtual) dan dunia nyata (real) yang dibuat melalui komputer sehingga batas antara keduanya menjadi sangat tipis. Untuk mengembangkan AR banyak sekali library pendukung yang dapat digunakan. FlarToolKit adalah salah satunya. FlarToolKit merupakan library pendukung AR pada platform flash. Dalam penelitian ini dibuatlah sistem AR objek animasi. Sistem yang dibuat dalam objek adalah permainan pingpong. Pada permainan pingpong disini berbeda pada permainan pingpong lainnya dimana telah dikolaborasikan dengan AR untuk menggerakkan setiap langkah dari playernya. Gerak setiap langkah tersebut dibantu dengan alat dengan nama marker pada saat proses rendering yang dilakukan kamera. Marker yang telah diregistrasi dapat dikenali dengan kamera dan dapat berinteraksi dengan objek bola dan komputer. Interaksi antar obyek tersebut dapat dilihat dari gerak bola yang dapat dipukul dengan ojyek virtual yang ditampilkan melalui AR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan marker oleh kamera sangat dipengaruhi oleh besarnya Intensitas cahaya. Untuk intensitas cahaya sedang (cahaya lampu) dapat menampilkan obyek virtual. Sedangkan intensitas cahaya yang terlalu kecil (gelap) dan intensitas cahaya yang terlalu besar (cahaya matahari), objek virtual tidak terlihat. Selain intensitas cahaya, jarak marker dengan kamera juga sangat berpengaruh dalam proses berjalannya sistem ini dimana marker yang telah dibaca oleh kamera ini nantinya akan di bandingkan dengan data marker yang menjadi acuannya. Bila terlalu dekat atau terlalu jauh maka kamera tidak dapat membaca marker dengan baik sehingga sistem tidak dapat mengenali marker tersebut. Jarak terdekat untuk marker terhadap kamera yang bisa menampilkan objek virtual adalah 10 cm. Sedangkan jarak terjauh yang tidak bisa menampilkan objek adalah 1 meter.
IMPLEMENTASI STUDENT CENTERED LEARNING DALAM PRAKTIKUM FISIKA DASAR Kustijono, Rudy
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v1n2.p19-32

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengimplementasikan student centered learning dalam praktikum fisika dasar. Berdasarkan pengalaman di jurusan fisika Unesa selama ini, kendala yang dijumpai adalah masih banyak mahasiswa yang belum dapat mandiri dalam melaksanakan kegiatan praktikumnya karena lebih banyak menunggu penjelasan dari pembimbing dan kurang berinisiatif dalam menyelesaikan masalah praktikumnya. Student centered learning (SCL) merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subyek aktif dan mandiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya. Memperhatikan karakteristik praktikum yang lebih mengarah pada pengembangan keterampilan ilmiah (hard skills dan soft skills) mahasiswa dalam mengidentifikasi gejala dan menyelesaikan masalah perlu dilakukan pendekatan pembelajaran yang inovatif yang dapat mengembangkan keterampilan ilmiah mahasiswa secara maksimal. Untuk mengatasi keadaan tersebut, telah diujicobakan suatu mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar yang diharapkan dapat mengoptimalkan keterampilan praktikum mahasiswa. Efektivitas mekanisme kegiatan praktikum dengan pendekatan SCL tersebut dilihat berdasarkan sejauhmana sasaran yang diinginkan tersebut tercapai. Hasil implementasi student centered learning dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Atribut-atribut student centered learning yang dapat diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar meliputi: kerja kelompok, diskusi, menulis, presentasi, dan pemecahan masalah. 2) Atribut-atribut softs skills mahasiswa yang bersesuaian dengan atribut-atribut student centered learning yang diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar adalah: kerjasama merupakan penekanan dari kegiatan kerja kelompok, manajemen diri merupakan penekanan dari kegiatan diskusi, komunikasi tulis merupakan penekanan dari kegiatan menulis, komunikasi lisan merupakan penekanan dari kegiatan presentasi, berfikir kritis dan analitis merupakan penekanan dari pemecahan pemecahan masalah. 3) Mekanisme implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar melalui kegiatan yang meliputi: pralaboratorium, praktikum, pelaporan, dan presentasi. Implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar tersebut dapat mendukung keterampilan praktikum. Mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar tersebut cukup efektif dalam membekali keterampilan praktikum yang harus dimiliki mahasiswa. 4) Mekanisme implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar tersebut cukup efisien digunakan, karena mahasiswa maupun pembimbing praktikum dapat menggunakan waktu dan peralatan praktikum yang tersedia dengan baik.
PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI FISIKA PADA MATERI CAHAYA DENGAN APLIKASI FLASH BERBASIS ANDROID Dian Anggraeni, Retno; Kustijono, Rudy
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v3n1.p11-18

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan media animasi fisika pada materi cahaya dengan aplikasi flash berbasis Android. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengembangan media dan hasil uji coba terbatas media berdasarkan respon guru, peserta didik, dampak, serta kendala. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian dan Pengembangan, dengan langkah penelitian meliputi tahap studi pendahuluan, yaitu studi pustaka, survei lapangan, dan penyusunan draf produk, serta tahap pengembangan dengan uji coba terbatas. Sasaran penelitian adalah proses pembelajaran IPA kelas VIII SMP pada materi cahaya, dengan validasi yang dilakukan oleh tiga ahli media dan ahli materi serta uji coba terbatas dilakukan pada 14 peserta didik kelas VIII SMPN 2 Kota Mojokerto. Hasil dari penelitian ini adalah dalam mengembangkan media animasi fisika dengan aplikasi flash berbasis Android harus memperhatikan: kesesuaian dengan materi, penampilan avatar, kombinasi warna teks dengan background, pergerakan obyek, kemampuan media menyesuaikan ukuran layar, dan penggunaan bahasa. Penilaian dari ahli media dan ahli materi menyatakan bahwa media sangat baik (91,03%) ditinjau dari komponen format, isi, kesederhanaan, keterpaduan, keseimbangan, bentuk, dan warna. Respon peserta didik terhadap media adalah sangat baik (91,72%), ditinjau dari komponen format, kualitas, kejelasan, serta ketertarikan peserta didik. Media memberikan dampak bagi peserta didik berupa motivasi belajar fisika, pemahaman konsep, serta timbulnya rasa senang. Kendala dalam proses pengembangan yaitu sulit ditemukan referensi software pembuat media, penyesuaian animasi, serta keharusan adanya Adobe AIR dalam perangkat. Tetapi kendala tersebut dapat diatasi dengan mencari referensi dari internet, bertanya dengan ahli, serta melakukan survei lapangan.
PENGGUNAAN FACEBOOK SEBAGAI MEDIA INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN SMP DAN SMA DI PERGURUAN MUHAMMADIYAH WIYUNG SURABAYA Kustijono, Rudy; Sunarti, Titin; Budiningarti, Hermin
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v3n2.p68-75

Abstract

  Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Muhammadiyah Wiyung Surabaya. Tujuan pengabdian adalah: 1) meningkatkan pemahaman guru SMP dan SMA terhadap penggunaan facebook sebagai media pembelajaran inovatif, 2) mendorong guru menerapkan media pembelajaran inovatif menggunakan facebook, 3) penggunaan media pembelajaran inovatif menggunakan facebook mendapatkan respon yang baik dari siswa. Metode kegiatan adalah pelatihan, pendampingan, penerapan, dan penilaian. Teknik pengambilan data adalah pengamatan dan angket. Skor angket menggunakan skala Likert (skala 1-4), dan kategori skor rerata adalah: sangat kurang (1 ≤ x <1,5), kurang (1,5 ≤ x < 2,5), baik (2,5 ≤ x < 3,5), dan sangat baik (3,5 ≤ x ≤ 4). Analisis data untuk mengukur kategori keberhasilan dilakukan dengan menghitung rerata skor dan persentase tiap aspek yang ditanyakan. Hasil yang diperoleh dari penggunaan media pembelajaran inovatif menggunakan facebook adalah: 1) pemahaman guru meningkat, 2) 30% guru membuat grup facebook dan menerapkannya dalam pembelajaran, 3) mendapatkan respon yang baik dari guru dan siswa. Kesimpulan yang diperoleh adalah kegiatan pelatihan, pendampingan, penerapan, dan penilaian penggunaan facebook sebagai media pembelajaran inovatif menghasilkan peningkatan pemahaman guru, menghasilkan media pembelajarn inovatif karya guru, dan mendapatkan respon yang baik dari siswa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Lab Virtual PhET Sebagai Pelengkap Lab Riil ‎dalam Pembelajaran Fisika Jurusan Multimedia di SMKN 1 Nganjuk‎ Noviantoro, Dwi Ade; Kustijono, Rudy
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengambangkan perangkat pembalajaran dengan lab virtual PhET sebagai pelengkap lab riil dalam pembelajaran fisika di SMK jurusan multimedia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, mendeskripsikan keterlaksanaan perangkat pembelajaran dalam pembelajaran fisika di SMKN 1 Nganjuk. Rancangan pengembangan pembelajaran dalam penelitian ini mengadaptasi penelitian pengembangan model 4D (four D model) yang terdiri dari: tahap pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Dalam penelitian ini hanya digunakan tiga tahap, yaitu sampai tahap pengembangan. Standar kompetensi yang ditetapkan adalah menerapkan konsep listrik arus searah dengan kompetensi dasar menguasai hubungan antara tegangan, hambatan, dan arus. Subyek penelitian adalah perangkat pembelajaran fisika SMK dengan lab virtual PhET dalam pembahasan “Kelistrikan Arus Searah”. Uji coba terbatas pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan terhadap 18 siswa kelas XI jurusan multimedia SMK N 1 Nganjuk pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: 1) Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan secara keseluruhan berkategori baik dan layak digunakan dalam pembelajaran fisika di SMK Negeri 1 Nganjuk; 2) Keterlaksaan pembelajaran fisika menggunakan perngkat pembelajaran yang telah dikembangkan secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik dan efektif yang meliputi respon siswa, hasil belajar siswa, dan proses keterlaksanaan pembelajaran dengan perangkat yang dikembangkan.