Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Risk Management Evaluation in Hospital Management Information Systems Using Framework COBIT 2019 - Case Study: Ernaldi Bahar South Sumatera Hospital Hilditia Cici Triska Amirta; Muhammad Ihsan Jambak; Pacu Putra Suarli; Yadi Utama; Ari Wedhasmara; Putri Eka Sevtiyuni
Sriwijaya Journal of Informatics and Applications Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/sjia.v4i1.52

Abstract

Hospital Management Information System (SIMRS) is a system to assist service performance, reporting and data retrieval at hospitals that have been required by the government to be implemented in all hospitals in Indonesia. The existence of SIMRS is certainly an inseparable part of the service process and hospital data management, but it can also cause various IT risks to arise. Therefore, a good risk management is needed to minimize any possible IT risks that have not or have occurred. The performance of an IT risk management can be indicated from its capability levels. This study aims to determine how high the capability levels and the gap value from each process of the IT risk management at Ernaldi Bahar Hospital. The framework used as a reference in the assessment of the risk management process is COBIT 2019 which has 3 stages, namely the mapping process, capability level assessment, and conclusions. This study resulted in the value of capabilities in each process in IT risk management, the gap value, and recommendations for improvement that can be applied to SIMRS Ernaldi Bahar. The results of the measurement of the IT risk management capability of SIMRS Ernaldi Bahar in the EDM03 and DSS03 processes are at level 3, while the APO12 and DSS05 processes are at level 1. The gap values for the EDM03 and DSS03 processes is 1 level, while the gap values for the APO12 and DSS05 processes are 3 levels. Process improvement recommendations refer to COBIT 2019 best practices.
Analisis Bisnis Proses Pengecekan Objek Pajak Menggunakan Metode Business Process Improvement (BPI) Muhamad Edric Rasyid; Pacu Putra; Nabila Rizky Oktadini; Allsela Meiriza; Putri Eka Sevtiyuni; Endang Lestari Ruskan
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 8 No 1 (2023): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Agustus 2023) - Edisi Khusus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v8i1.2261

Abstract

Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang paling penting agar dapat membiayai suatu kegiatan kebijakan negara dan juga pembangunan. Tujuannya adalah agar dapat meningkatkan pendapatan sektor pajak setiap tahunnya. Peningkatan penerimaan pajak diharapkan mampu membayar pengeluaran pemerintah agar dapat mencapai kesejahteraan rakyat. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis terhadap bisnis proses pada pengecekan objek pajak yang ada di Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Palembang. Itu dikarenakan bisnis proses yang ada di Badan Pendaptan Daerah Kota (BAPENDA) Palembang memiliki beberapa kendala. Maka dari itu diperlukannya analisis terhadap Badan Pendapatan Kota Palembang (BAPENDA). Penelitian ini juga menggunakan sebuah metode yang dapat menganalisis serta meningkatkan bisnis proses yaitu metode Business Process Improvement (BPI), menggunakan bantuan dari aplikasi Bizagi Modeler agar dapat melakukan analisis simulasi bisnis proses, dan juga menggunakan Streamlining Tools dalam melakukan perbaikan terhadap bisnis proses yang lama sehingga menjadi bisnis proses yang lebih efektif dan efisien. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi terlebih dahulu, kemudian dilakukannya brainstorming atau bisa disebut dengan melakukan diskusi dengan beberapa pegawai dan memberikan ide-ide agar bisnis proses ini nantinya dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bisnis proses pengecekan objek pajak memiliki beberapa kendala yang ada, baik dari segi staff yang ada, segi waktu proses, dan juga segi task yang ada pada bisnis proses tersebut. Maka dari itu diperlukannya perbaikan terhadap bisnis proses yang sesuai dengan rekomendasi yang telah diajukan.
Penerapan Metode Design Thinking Dalam Rancangan Design Interface Aplikasi Himbauan Tirta Musi Palembang Muhammad Aidil Fitri Syah; Pacu Putra; Nabila Rizky Oktadini; Allsela Meiriza; Putri Eka Sevtiyuni
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 8 No 1 (2023): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Agustus 2023) - Edisi Khusus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v8i1.2398

Abstract

PDAM Tirta Musi Palembang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang layanan penyediaan kebutuhan air. Saat ini PDAM Tirta Musi Palembang telah menggunakan teknologi informasi dalam operasional yaitu aplikasi himbauan yang membantu pegawai pada seksi penagihan dan tunggakan dalam mengolah informasi dan data pelanggan, namun teknologi informasi aplikasi himbauan memiliki tampilan yang cukup rumit sehingga menyulitkan pengguna. Dalam memenuhi kebutuhan pegawai tersebut, menyebabkan perancangan yang mengarah ke desain tampilan interface sehingga dapat meningkatkan fungsionalitas kinerja pegawai dengan menggunakan metode Design Thinking. Rancangan desain interface dirancang dengan protoype untuk membantu pegawai seksi penagihan dan tunggakan dalam menggunakan aplikasi tersebut dengan fitur yang mudah dipahami yang dapat meminimalisir kesalahan dalam mengoperasikan aplikasi himbauan tersebut Hasil penelitian ini berupa desain tampilan antarmuka dan dilakukan pengujian melalui blackbox testing. Berdasarkan pengujian melalui blakbox testing didapatkan bahwa aplikasi himbauan PDAM Tirta Musi Palembang telah berjalan sesuai dengan fungsionalitasnya.
Website-Based Sports Training Management Information System at Sport 5 Indonesia Learning Center Putri Eka Sevtiyuni; Muklis Febriadi; Pacu Putra; Nabila Rizky Oktadini; Allsela Meriza
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 6 No. 2 (2023): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/hon.v6i2.12771

Abstract

The development of technology and information at this time, makes humans very easy to get information. The ease of information that can be accessed through the internet network, encourages various institutions to be able to compete in presenting complete, interesting and reliable information. The website is one of the information media used by institutions or organizations to provide information and services. Website-Based Sports Training Management Information System at Sport 5 Indonesia Training Center is a system that is planned to be used to manage and organize sports training at Sport 5 Indonesia Training Center efficiently and effectively using website technology. In this study, the data source used was by using primary and secondary data. This primary data is used to answer researchers' questions and make decisions. While secondary data is used to complete the information needed in this study. The system approach method used is an object-oriented system approach, the object-oriented system approach method is a software development strategy that groups software as a collection of objects containing operations and data. The system development method that researchers use is to use the prototype method, The general purpose for software is not to identify detailed input, processing, or output needs. The website in the Sports Training Management Information System has been designed to help improve the efficiency, effectiveness, and attractiveness of sports training / seminars and strengthen the reputation of sports training institutions in this case Sprot 5 Indonesia Training Center
DESIGNING INTERFACE OF MARKETPLACE BUILD ID MERCHANT ARCHITECT USING TASK-CENTERED SYSTEM DESIGN Nabila Riska Ayu; Pacu Putra; Nabila Rizky Oktadini; Putri Eka Sevtiyuni; Allsela Meiriza
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 9, No 4 (2023): September 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v9i4.2658

Abstract

Abstract: The advancement of information technology is progressively exerting significant impact across diverse aspects of life, including business. PT Semen Baturaja Tbk is developing a marketplace platform called Build Id to meet community's needs for high-quality construction materials and services, also aims to enhance company's product sales and brand recognition. A system with quality provides ease of use in order to achieve customer satisfaction. Build Id merchant for architects website requires user-friendly design recommendations to increase the user experience when it gets distributed to the market. To achieve this goal, Task-Centered System Design (TCSD) method is being used to focused the design process. TCSD is a method in Human Computer Interaction (HCI) used to identify task and user requirements. The method consists of 4 stages, namely, identification, user-centered requirements analysis, design through scenarios, and walkthrough evaluation. In this study, identification was carried out by conducting system observations and interviews with Build Id team at Digital Marketing Unit of PT Semen Baturaja Tbk and architect as the prospective system users. The interface design results were evaluated using System Usability Scale (SUS) and received final score of 69.615, indicating that the interface design made using TCSD method is feasible for users to use. Keywords: Interface; System Usability Scale; Task-Centered System Design Abstrak: Perkembangan teknologi informasi kian berpengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk di dunia bisnis. PT Semen Baturaja Tbk mengembangkan suatu sistem dalam bentuk marketplace dengan nama Build Id, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan jasa konstruksi yang berkualitas bagi masyarakat, serta memperluas penjualan produk dan branding merk dari PT Semen Baturaja Tbk ini sendiri. Sistem yang berkualitas memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya demi mewujudkan kepuasan pelanggan. Build Id merchant untuk arsitek memerlukan rekomendasi desain atau prototype user interface yang user friendly demi meningkatkan pengalaman pengguna ketika didistribusikan ke pasaran nantinya. Metode Task-Centered System Design (TCSD) digunakan untuk membantu proses perancangan lebih terarah. TCSD adalah metode dalam Human Computer Interaction (HCI) yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan task dan pengguna. Metode TCSD terdiri dari 4 tahap yaitu, identification, user-centered requirements analysis, design through scenario, dan walkthrough evaluation. Identifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara bersama tim Build Id dan calon pengguna sistem yaitu arsitek. Hasil dari rancangan interface kemudian dievaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan hasil skor akhir 69,615, menunjukkan rancangan interface yang dibuat dengan metode TCSD ini layak untuk digunakan pengguna. Kata kunci: Interface; System Usability Scale; Task-Centered System Design
Peningkatan literasi digital perangkat desa melalui edukasi dan simulasi aplikasi digital desa di Desa Cempaka Kabupaten OKU Timur Allsela Meiriza; Putri Eka Sevtiyuni; Ken Dhita Tania; Ari Wedhasmara
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3397

Abstract

Perangkat Desa Cempaka, Kabupaten OKU Timur, masih mengandalkan sistem manual dalam administrasi kependudukan dan pelayanan publik, yang menimbulkan berbagai permasalahan seperti proses pembuatan dokumen yang lambat, risiko kehilangan dokumen, dan kurangnya transparansi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memperkenalkan dan mengedukasi perangkat desa mengenai aplikasi digital desa sebagai solusi inovatif. Tujuannya adalah meningkatkan literasi digital serta kepercayaan diri perangkat desa dalam menggunakan teknologi untuk mendukung tugasnya. Metode pelaksanaannya meliputi ceramah, demonstrasi, simulasi, dan evaluasi. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata nilai hanya 38,5, mengindikasikan ketidaktahuan peserta terhadap aplikasi digital desa. Setelah diberikan edukasi dan simulasi, terjadi peningkatan pemahaman yang sangat signifikan dengan nilai rata-rata post-test mencapai 86,2. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memperkenalkan solusi teknologi yang dapat mentransformasi sistem administrasi dan pelayanan desa menjadi lebih modern, akuntabel, dan terukur.
Smart Youth For Smart Village: Inisiasi Peran Karang Taruna dalam Pembangunan Desa Berbasis Teknologi Informasi Dinna Yunika Hardiyanti; Pacu Putra; Rizka Dhini Kurnia; Muhammad Husni Syahbani; Ken Dhita Tania; Allsela Meiriza; Putri Eka Sevtiyuni; Nabila Rizky Oktadini; Sarifah Putr Raflesia; Dinda Lestarini; Hardini Novianti; Mira Afrina
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/cbac9j75

Abstract

Kemajuan teknologi informasi memberikan peluang yang luas bagi desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkenalkan potensi lokal, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Akan tetapi, pemanfaatan teknologi digital di lingkungan desa masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya kemampuan literasi digital pada kalangan pemuda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan Karang Taruna Desa Gelebak Dalam dalam bidang literasi digital, pembuatan konten, serta pengelolaan media sosial sebagai media publikasi dan branding desa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diukur dengan rata-rata kenaikan lebih dari 40%, terutama pada kemampuan produksi konten digital dan pengelolaan media sosial. Selain itu, akun media sosial Karang Taruna mulai dikelola secara lebih aktif dan terstruktur sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi kegiatan desa. Program ini juga berkontribusi dalam membangun pengelolaan media digital desa yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai penggerak transformasi digital desa.
Analysis of the Influence of ShopeeFood Services on Customer Loyalty of Pempek Checklist using the E-Service Quality Model Dio Rizqy Saputra; Apriansyah Putra; Rizka Dhini Kurnia; Putri Eka Sevtiyuni
SISTEMASI Vol 15, No 7 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v15i7.6723

Abstract

The rapid advancement of information and communication technology in the digital era has transformed consumer behavior, enabling people to fulfill their daily needs more quickly and conveniently through application-based platforms. One notable development is the widespread adoption of online food delivery services such as ShopeeFood, which offer convenience, speed, and a variety of features that support digital transactions. This trend has the potential to influence customer loyalty toward food service businesses, particularly through the quality of electronic services provided. This study aims to examine the effect of E-Service Quality on customer loyalty toward Pempek Checklist using the E-Service Quality model. A quantitative research approach was employed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS software. Data were collected through an online questionnaire from 100 customers who had previously purchased Pempek Checklist through ShopeeFood. The results indicate that the Efficiency, Fulfillment, and Privacy dimensions have positive and significant effects on customer loyalty, whereas System Availability does not have a significant effect. Collectively, the four dimensions explain customer loyalty with an R² value of 0.967, indicating very strong explanatory power. These findings suggest that, in the context of ShopeeFood services, customer loyalty is driven primarily by ease of use, reliable service fulfillment, and transaction security rather than by system availability. The study highlights the importance for both business owners and platform providers to continuously enhance electronic service quality in order to strengthen long-term customer loyalty.
Analysis of User Acceptance of the SATUSEHAT Application using the Extended UTAUT 2 Model Ari Heriyadi; Apriansyah Putra; Rizka Dhini Kurnia; Putri Eka Sevtiyuni
SISTEMASI Vol 15, No 7 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v15i7.6705

Abstract

The advancement of information technology in the healthcare sector has encouraged the Indonesian government to introduce the SATUSEHAT application as an integrated digital health platform. User acceptance of the SATUSEHAT application is influenced by various factors, including perceived usefulness, ease of use, trust, and privacy protection. This study aims to investigate the factors influencing user acceptance of the SATUSEHAT application using an Extended UTAUT2 model by incorporating Trust and Perceived Privacy as additional constructs. A quantitative research approach was employed by distributing an online questionnaire to SATUSEHAT users, and the collected data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS software. The results indicate that Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Conditions, Hedonic Motivation, Habit, Trust, and Perceived Privacy have positive and significant effects on Behavioral Intention. Furthermore, Facilitating Conditions, Habit, and Behavioral Intention were found to have positive and significant effects on Use Behavior. In contrast, Price Value was not found to have a significant influence on users' Behavioral Intention. These empirical findings confirm the explanatory capability of the Extended UTAUT2 model in understanding user acceptance of digital health technology. The results further suggest that the adoption of the SATUSEHAT platform is driven primarily by perceived usefulness, ease of use, social support, habitual use, trust, and confidence in data privacy protection, rather than by economic cost considerations.
Evaluasi Proses Bisnis Pelaksanaan Survei Angkatan Kerja Nasional Menggunakan Metode Business Process Improvement (BPI) Putri Setiyawati; Pacu Putra; Nabila Rizky Oktadini; Allsela Meiriza; Putri Eka Sevtiyuni
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 9 No 2 (2024): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Desember 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v9i2.3200

Abstract

Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir merupakan lembaga pemerintahan yang memiliki tanggung jawab dalam pengumpulan dan pengolahan data statistik, khususnya terkait Survei Angkatan Kerja Nasional. Survei ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi data seperti jumlah pekerja, pengangguran, dan aspek ketenagakerjaan lainnya. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat banyaknya proses yang berjalan, sehingga mengakibatkan lamanya waktu yang dibutuhkan. Menganalisis dan menyempurnakan prosedur bisnis yang saat ini digunakan oleh BPS Kabupaten Ogan Ilir adalah tujuan dari penelitian ini. Analisis validasi proses, waktu, dan simulasi sumber daya, serta proses bisnis yang direkomendasikan, semuanya disimulasikan menggunakan Bizagi Modeler. Proses bisnis survei dievaluasi dan ditingkatkan melalui penerapan metodologi Business Process Improvement (BPI). Bisnis dan organisasi pemerintah dapat meningkatkan produktivitas di tingkat proses bisnis dengan bantuan kerangka kerja Business Process Improvement (BPI). Sebelum memodelkan alur proses bisnis, akan diterapkan salah satu fase dari BPI, yaitu streamlining yang berfungsi menyederhanakan proses bisnis saat ini menjadi lebih optimal dalam pemanfaatan sumber daya dan waktu. Pemodelan proses bisnis dapat digambarkan dengan diagram yang disebut Business Process Model and Notation (BPMN). Hasil menunjukkan bahwa proses bisnis baru (to be) membutuhkan 27 hari, 21 jam, dan 39 menit, sedangkan proses bisnis lama (as is) membutuhkan 38 hari dan 14 jam. Selain itu, penghematan waktu sekitar 10 hari, 4 jam, dan 21 menit ditunjukkan dalam perbandingan ini.