Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV SDN 101777 SAENTIS Fira Astika Wanhar; Meliyani Meliyani
JURNAL TEMATIK Vol 10, No 3 (2020): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v10i3.22113

Abstract

This study aims to determine the increase instudent learning outcomes using the Problem Based Learning model in social studies learning material on social problems in the local environment grade 4th SDN 101777 Saentis. This type of research is a classroom action research (PTK) which is conducted in two cycles. The instrument used in this study is based on the results of observations in each cycle. Subjects in the study were 30 fourth grade students of SDN 101777 Saentis. The preliminary data of the study used a pretest value which showed an average value of 64.50. Whereas the student learning outcomes also increased, where from the average obtained from the post test cycle I was 70.83 and had student learning completeness of 53.33% (16 students) and increased in the results of the post test cycle II, namely obtaining a value an average of 88.16 and had student learning completeness of 93.33% (28 students). This proves that the next cycle is not necessary. Therefore, the application of the Problem Based Learning learning model has been proven to increase the activity and social studies learning outcomes of students on social issues in the local environment in grade 4th SDN 101777 Saentis
Pengaruh Media Pembelajaran Canva terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VI SD Swasta PAB 4 Manunggal Rosyidah Mardiyah Sagala; Fira Astika Wanhar; Syahrina Anisa Pulungan
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74611

Abstract

Penelitian ini melatarbelakangi stagnasi kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPAS materi Bumi dan Antariksa di SD Swasta PAB 4 Manunggal akibat dominasi metode konvensional. Studi ini bertujuan menguji pengaruh media pembelajaran Canva terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Metode yang digunakan adalah kuantitatif quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian melibatkan seluruh populasi kelas VI berjumlah 58 siswa. Penelitian dilaksanakan pada semester genap, Maret–Juni 2026. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes esai, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Independent Sample T-test setelah data dinyatakan normal dan homogen melalui SPSS 31. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan masif rata-rata post-test kelas eksperimen menjadi 69,03, dibandingkan kelas kontrol sebesar 33,33. Analisis statistik menghasilkan nilai thitung -7,276 dengan signifikansi menolak H0. Lompatan nilai masif ini dipicu oleh visualisasi interaktif dan fitur multimedia Canva yang sukses mengonkretkan konsep abstrak antariksa menjadi ruang eksplorasi ide yang merangsang imajinasi kreatif siswa. Disimpulkan bahwa penggunaan media Canva berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Direkomendasikan bagi guru untuk mengintegrasikan platform digital visual ini guna melatih keterampilan abad ke-21 siswa sekolah dasar.
Efektivitas Penggunaan Multimedia Interaktif (Termasuk AI-Assisted) Dalam Pembelajaran IPAS Siswa Kelas V MIS Ponpes Darul Mahmudah Siti Nur Rizqi Adh Dhuha; Fira Astika Wanhar; Mardianto Mardianto
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.799

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di MIS Ponpes Darul Mahmudah yang masih didominasi metode ceramah dan buku teks, sementara fasilitas teknologi seperti proyektor dan komputer belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga siswa cenderung pasif dan kesulitan memahami materi yang bersifat abstrak seperti siklus air, sistem tata surya, dan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran multimedia interaktif, termasuk yang berbasis kecerdasan buatan (AI), pada pembelajaran IPAS di kelas V MIS Ponpes Darul Mahmudah tahun ajaran 2025/2026, beserta kelebihan dan kendala yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 30 orang, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan, dengan informan pendukung berupa kepala sekolah, guru kelas V, dan operator sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperiksa keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menyediakan infrastruktur pendukung berupa komputer, laptop, proyektor LCD, jaringan internet, dan platform digital Sway, sementara guru memanfaatkan video pembelajaran, animasi, presentasi PowerPoint, gambar edukatif, serta kecerdasan buatan untuk menyiapkan materi dan soal latihan. Penggunaan multimedia interaktif diterapkan melalui pola tiga tahap, yaitu pemberian stimulus visual, penjelasan verbal yang diperkuat presentasi, dan diskusi interaktif, yang berdampak pada meningkatnya antusiasme, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Kendala yang ditemui meliputi keterbatasan jumlah perangkat, ketidakstabilan koneksi internet, dan kesenjangan kompetensi teknologi guru, yang diatasi melalui strategi adaptif dan pemeliharaan perangkat secara berkala. Temuan ini menegaskan bahwa multimedia interaktif berbasis teknologi, termasuk AI, efektif mendukung pembelajaran IPAS yang lebih bermakna di sekolah dasar Islam.