Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konstruksi Pengetahuan dan Kesadaran Aktor Untuk Wisata Budaya Berbasis Komunitas (Studi Pada Dusun Wisata Budaya Tlogorejo, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) Rachmad K Dwi Susilo
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.678 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v8i1.3039

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan konsep pengetahuan “terkonstruksi” pada pelaku pariwisata berbasis komunitas (community based tourism) dan mendesain Dusun Wisata Budaya Tlogorejo berbasis pengetahuan masyarakat lokal. Sementara itu, target khusus yang akan dicapai yakni secara teoritis berkontribusi pada pengembangan sosiologi kepariwisataan, sedangkan secara praktis yakni 1). mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam kepariwisataan berbasis komunitas, 2). menemukan model pemberdayaan masyarakat dalam bidang kepariwisataan dan 3). menemukan model dusun wisata yang sesuai dengan kultur masyarakat Kota Batu dan berkelanjutan, dan 4). mengusulkan rekomendasi dan langkah-langkah “eksekusi”  untuk realisasikan Dusun Wisata Budaya. Metode penelitian untuk mencapai tujuan yakni penelitian PAR (participatory action research) mengingat penelitian tidak hanya bertujuan pada deskripsi fenomena tetapi berkontribusi pada perubahan situasi, peningkatan pengetahuan dan kemampuan para aktor untuk melihat dan mengubah situasi mereka. Hasil penelitian menyatakan konstruksi pengetahuan untuk mendesain dusun wisata dilakukan dengan wawancara dan dua tiga kali FGD untuk semua pelaku wisata. Akibatnya, peneliti mengetahui kondisi pengetahuan aktor yang berkontribusi pada tidak berkembangnya wisata komunitas. Kemudian dengan FGD secara bertahap, aktor-aktor memperoleh wawasan yang akan memperkuat kesadaran tentang wisata komunitas. Kelebihan penelitian ini yaitu membuka ruang dialog yang lebar untuk semua aktor wisata komunitas.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT EKOLOGIS KULTURAL UNTUK PENYELAMATAN MATA AIR DI KOTA BATU Rachmad K Dwi Susilo
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 1 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v1i1.4602

Abstract

The construction of the hotel that was opposed by the users of water resource triggered the emergence of social movement. While inititating movement, they initiated the programs of community empowerment as well. It means that the community empowerment is one of strategies of movement. Then, besides focusing on cultural activities, the other activities are the optimization of youth potentials and the care about community activities. In this context, the ecological cultural is joined by the other community interests. This strategy is effective because the empowerment stimulated the development of social network and local culture. The critic of this empowerment is culture is not a central of activities. The culture is still used as instrument for the conservation of environment. This stance is always questioned and criticized by the environmental and cultural activists in Malang Town. This article will describe the model of cultural ecological empowerment in Batu City that is described from the emergence of community empowerment, the forms of the community empowerment, the form of social changes after interventions, and the strengths and weaknesses of this empowerment. This article utilized the descriptive research method with ethnographical approach. Meanwhile, the used sampling is purposive sampling with eight subjects of research are activists of Nawakalam Gemulo, community based organization in Cangar Hamlet, Bulukerto Village, Batu City.
Studi Evaluasi Tentang Efektivitas Kelompok Pemberdayaan Sadar Wisata Mangrove Center Tuban (MCT) Zuyyinatus Sa’adah; Rachmad K Dwi Susilo
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 1 MARET 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i1.9828

Abstract

Evaluasi tentang efektivitas kelompok pemberdayaan Sadar Wisata Mangrove Center Tuban ini di lakukan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) yang di laksanakan pada tahun 2020 yang di lakukan di Yayasan Mangrove Center Tuban. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keaktifan anggota kelompok sadar wisata dan meningkatkan kesadaran kelompok tersebut agar mampu mengembangkan potensi wisata yang ada di Mangrove Center Tuban. Upaya yang di lakukan adalah dengan melakukan intervensi menggunakan pendekatan Community Based Approach. Kemudian tahap pelaksanaan, yaitu melakukan komunikasi sosial, silaturahim dan mengevaluasi kelompok pemberdayaan Pokdarwis dengan memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada kelompok sadar wisata yang bertujuan agar kelompok tersebut dapat mengatasi permasalahan dengan baik. Adanya komunikasi yang baik dan antusias kelompok sadar wisata untuk meningkatkan wisatawan yang ada di Mangrove Center Tuban maka dari itu anggota Pokdarwis mencoba mewujudkan salah satu solusi yang sudah di sepakati.  Antusias dari kelompok sadar wisata di harapkan dapat meningkatkan keaktifan anggota dan muncul ide-ide baru untuk pengelolaan pantai yang ada di Mangrove Center Tuban.