Supardi Supardi
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Tradisi Hiziban Nahdatul Wathan Pada Masyarakat Barabali, Lombok Tengah, NTB Supardi Supardi; Sukron Azhari; Lalu Muhamad Hanafi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.81 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v10i2.7431

Abstract

This research is a qualitative research that discusses the Hiziban tradition as a routine ritual of the community in the village of Barabali, West Nusa Tenggara. Qualitative research is research that produces descriptive data in the form of written or spoken words consisting of observable behaviors. The focus of this research is how the implementation of Hiziban activities in the community in the village of Barabali, what factors influence the continuation of the tradition and how the hiziban tradition affects the religious behavior of the community. From this research it was found that Hiziban Hiziban is a tradition of reading prayers in groups whose prayers are selected prayers compiled by the founder of Nahdlatul Wathan, namely, TGH. Zainuddin Abdul Madjid. Hiziban has become an inherent routine in the Barabali village community. By carrying out the Hiziban tradition, namely, remembrance and prayer, they will reassure their hearts, bring blessings in life and are believed to also benefit everyone who is carrying out hiziban. 
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MEMBANGKITKAN MINAT BACA Al- BARZANJI KELILING PADA MASYARAKAT SASAK-NTB Supardi Supardi; Sukron Azhari; Nurul Fajri Assakinah
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i2.10755

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran tokoh agama dalam membangkitkan minat baca al-Barzanji di masyarakat Desa Banyu Urip, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dahulu masyarakat aktif dalam menjalankan kegiatan baca al-Barzanji keliling sehingga menumbuhkan rasa kesolidan antar masyarakat. Akan tetapi, di zaman yang sudah globalisasi ini, tradisi pembacaan al-Barzanji tersebut mulai mengalami pergeseran. Peran tokoh agama sangat dibutuhkan dalam hal ini agar masyarakat di daerah tersebut senantiasa melakukan kegiatan pembacaan al-Barzanji yang dilakukan pada setiap malam Jumat dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat setempat. Dengan menggunakan pendekatan emosional kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan al-Barzanji, hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat setempat untuk senantiasa ikut serta dalam mengikuti acara tradisi rutinitas tersebut. Kurangnya antusiasme masyarakat terlebih orangtua dalam mengajarkan anak-anaknya untuk membaca al-Barzanji mengakibatkan ketidaktahuan dalam membaca hal tersebut. Dengan ketidaktahuan dalam membaca al-Barzanji oleh pemuda dan orangtua, serta masyarakat secara umum, membentuk kebiasaan tersebut mati suri. Hal itulah yang memberikan peran tokoh agama untuk menghidupkan kembali pembacaan al-Barzanji keliling di masyarakat. Langkah-langkah tokoh agama yang terlihat di Desa Banyu Urip dalam menyelesaikan masalah tersebut dimulai dengan memberikan pemahaman kepada orang tua.