Nurul Fajri Assakinah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Sikap Dan Perilaku Mahasiswa Dalam Pacaran Beda Pulau : (Studi Analisis Pada Mahasiswa Perantau Di Yogyakarta) Nurul Fajri Assakinah; Sukron Azhari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3: April 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i3.284

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pacaran antar pulau yang dilakukan oleh mahasiswa khususnya mahasiswa di Daerah Yogyakarta. Yang merupakan fenomena yang sangat umum di kalangan mahasiswa di Yogyakarta. Pacaran menurut Islam tidak diperbolehkan yang lebih kepada melakukan hal-hal negatif di kalangan pelajar. Pacaran merupakan hal yang wajar bagi siswa, baik siswa laki-laki maupun perempuan, dan pacaran tidak lepas dari hasil saling ketertarikan. Dalam menjalani hubungan pacaran tidak lepas dari rasa komitmen antara pria dan wanita dalam menjalani hubungan kedepannya. Dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk melihat apa yang akan diteliti oleh peneliti. Dalam metode pengumpulan data yang digunakan peneliti berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan teori yang digunakan peneliti dalam artikel ini adalah teori fenomenologi yang bersumber dari Schutz yang membahas tentang fenomenologi. Dalam penelitian ini dibahas tentang siswa dari berbagai pulau yang melakukan hubungan positif atau negatif antara siswa yang jauh dari kampung halaman, yang menyebabkan siswa memiliki sikap dan perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam. Adapun faktor yang membuat hubungan pacaran antar pulau menjadi renggang dan tidak melaksanakan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Yang menyebabkan siswa menjalankan hubungan pacaran untuk mengisi kekosongan dalam kehidupan siswa dan menjadi teman ketika mereka berada di luar negeri. Dan tidak banyak orang yang melakukannya ke tingkat yang lebih serius karena faktor lingkungan, orang tua yang menyebabkan hubungan ke tingkat yang lebih serius kandas seketika. Kata kunci: Fenomena, Sikap dan Perilaku Pacaran, Pelajar, Beda Pulau.
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MEMBANGKITKAN MINAT BACA Al- BARZANJI KELILING PADA MASYARAKAT SASAK-NTB Supardi Supardi; Sukron Azhari; Nurul Fajri Assakinah
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i2.10755

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran tokoh agama dalam membangkitkan minat baca al-Barzanji di masyarakat Desa Banyu Urip, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dahulu masyarakat aktif dalam menjalankan kegiatan baca al-Barzanji keliling sehingga menumbuhkan rasa kesolidan antar masyarakat. Akan tetapi, di zaman yang sudah globalisasi ini, tradisi pembacaan al-Barzanji tersebut mulai mengalami pergeseran. Peran tokoh agama sangat dibutuhkan dalam hal ini agar masyarakat di daerah tersebut senantiasa melakukan kegiatan pembacaan al-Barzanji yang dilakukan pada setiap malam Jumat dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat setempat. Dengan menggunakan pendekatan emosional kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan al-Barzanji, hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat setempat untuk senantiasa ikut serta dalam mengikuti acara tradisi rutinitas tersebut. Kurangnya antusiasme masyarakat terlebih orangtua dalam mengajarkan anak-anaknya untuk membaca al-Barzanji mengakibatkan ketidaktahuan dalam membaca hal tersebut. Dengan ketidaktahuan dalam membaca al-Barzanji oleh pemuda dan orangtua, serta masyarakat secara umum, membentuk kebiasaan tersebut mati suri. Hal itulah yang memberikan peran tokoh agama untuk menghidupkan kembali pembacaan al-Barzanji keliling di masyarakat. Langkah-langkah tokoh agama yang terlihat di Desa Banyu Urip dalam menyelesaikan masalah tersebut dimulai dengan memberikan pemahaman kepada orang tua.