Darmawati Darmawati
Universitas Muhammadyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Atsiri dari Bawang Putih (Allium Sativum) sebagai Antibiotik Ikan Mas (Cyprinus Carpio Linn) Rahmi Rahmi; Darmawati Darmawati; Muh. Abil
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 3, No 1 (2014): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.342 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v3i1.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari minyak minyak atsiri bawang putih yang digunakan sebagai antibiotik untuk pengendalian bakteri Aeromonas hydropila pada ikan mas (C. carpio L), sehingga diharapkan dapat menjadi bahan informasi Dalam upaya meningkatkan produksi ikan mas pada usaha pembesaran. Penelitian dilaksanakan pada Juli sampai Agustus 2013 di Balai Benih Ikan (BBI) Bontomanai kec. Somba Opu Kab. Gowa Sulawesi Selatan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu B (15 ppm), C (20 ppm), dan D (25 ppm),  dan 3 ulangan serta Kontrol  A (Phospat Buffer Saline pH 7,4).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot serta mortalitas ikan uji dapat disimpulkan bahawa pemberian dosis 20 ppm minyak atsiri dari bawang putih yang disuntikkan pada ikan mas cukup efektif dalam pengendalian infeksi A. hidropila.Kata Kunci : Bawang putih, antibiotik, ikan mas dan produksiThis study aims to get the essential oil of garlic oil is used as an antibiotic for control of Aeromonas hydropila in carp (C. carpio L), which is expected to be material information in an effort to increase the production of carp efforts on enlargement. The experiment was conducted in July and August 2013 at Fish Seed (BBI) Bontomanai excl. Somba Opu district. Gowa, South Sulawesi. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 3 treatments, B (15 ppm), C (20 ppm), and D (25 ppm), and 3 replications and Control A (Phosphate Buffer Saline pH 7.4). The results showed that weight gain and mortality test fish can be concluded THAT dose of 20 ppm of essential oil of garlic is injected in a goldfish quite effective in controlling infection A. hidropila.Keywords: Garlic, antibiotics, carp and production
Optimasi Kedalaman Perairan terhadap Pertumbuhan dan Keraginan Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Darmawati Darmawati; Rahmi Rahim
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 3, No 1 (2014): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.818 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v3i1.539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan pada kedalaman berbeda serta menganalisis kadar karaginan K. alvarezii yang dibudidayakan pada kedalaman berbeda. Tahap awal penelitian ini menggunakan metode penanaman dengan sistem long line yang dilakukan untuk mengikuti naik turunnya permukaan air. Berat awal bibit dalam satu rumpun 50 gram kemudian dibudidayakan. Pengambilan sampel dilakukan setiap minggu selama masa pemeliharaan 54 hari. Pengukuran parameter pertumbuhan rumput laut dan kadar karaginan serta dilakukan  pengukuran kualitas air secara bersamaan setiap minggu. Penelitian ini dirancang dengan desain Rancangan Acak Lengkap.  Perlakuan kedalaman terdiri dari A = 20 cm, B = 50 cm dan C = 100 cm.  Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga terdapat 9 satuan unit percobaan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan kadar karaginan rumput laut K. alvarezii dilakukan analisis ragam, apabila pengaruh perlakuan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian merekomendasikan budidaya rumput laut yang terbaik dapat dilakukan dengan menggunakan kedalaman 50 cm sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan bagi organisme budidaya khususnya rumput laut K. alvareziiKata Kunci :  Kappaphycus alvarezii, kedalaman dan keragenan  This study aimed to analyze the rate of growth of seaweed Kappaphycus alvarezii cultivated at different depths and analyze the levels of carrageenan K. alvarezii cultivated at different depths. The initial stage of this study using the method of planting with a long line system which is made to follow the rise and fall of the water level. Initial weight of seeds in one clump of 50 grams and then cultivated. Sampling was done every week for 54-day maintenance period. Measurement parameters of growth of seaweed and carrageenan levels and water quality measurements performed simultaneously each week. This study was designed with a completely randomized design. Depth treatment consists of A = 20 cm, 50 cm and B = C = 100 cm. Each treatment be repeated 3 times so that there are 9 experimental unit. To determine the effect of treatment on the growth and concentration of carrageenan seaweed K. alvarezii do analysis of variance, if the effect of treatment was significantly different then followed by Tukey's test. The results of the study recommend the best seaweed cultivation can be done using a depth of 50 cm so as to enhance the growth of the organism, especially the cultivation of seaweed K. alvareziiKeywords: Kappaphycus alvarezii, depth and keragenan