Murni Murni
Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Frekuensi Pemberian Pakan Alami Jenis Branchionus Plicatilis Terhadap Sintasan Larva Rajungan (Portunus Pelagicus) Stadia Zoea Murni Murni
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 2 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.09 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i2.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pemberian pakan alami B. plicatilis yang tepat untuk sintasan larva rajungan stadia zoea. Pemeliharaan larva rajungan berlangsung selama 12 hari. Pemeliharaan dimulai dari zoea I sampai megalopa I. Pemberian pakan menggunakan pakan alami jenis B. plicatilis dengan kepadatan 15 ind/ml. Pemberian B. plicatilis pada stadia zoea I dan II menggunakan B. plicatilis tipe S atau kecil. Pada stadia zoea III dan IV menggunakan B. plicatilis tipe L atau ukuran besar. Frekuensi pemberian pakan larva rajungan disesuaikan dengan perlakuan yang dicobakan. Sampling sintasan larva rajungan dilakukan setiap terjadi pergantian stadia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sintasan larva rajungan tertinggi dihasilkan pada perlakuan C (4 kali/hari), kemudian disusul perlakuan B (3 kali/ hari), perlakuan A (2 kali/hari) dan perlakuan E (5 kali/hari). Hal ini disebabkan karena frekuensi pemberian pakan alami yang diberikan sesuai dengan kebutuhan larva rajungan. Sehingga nutrisi tercukupi untuk mempertahankan tingkat kelangsungan hidupnya. Selain itu disebabkan karena jumlah pakan yang diberikan sesuai dengan kapasitas tampung lambung larva rajungan sehingga pakan yang diberikan dapat dikonsumsi dan dicerna oleh larva rajungan.Kata kunci: Brachionus plicatilis, Sintasan, ZoeaAbstractThis study aims to determine the natural frequency of feeding B. plicatilis right to survival rate of crab larvae stadia zoea. Maintenance crab larvae lasts for 12 days. Maintenance begins on zoea I to megalopa I. Feeding use of natural feed type B. plicatilis with a density of 15 ind / ml. Giving B. plicatilis at stadia zoea I and II using the B. plicatilis type S or small. In the stadia zoea III and IV using B. plicatilis L type or size. Crab larvae feeding frequency adapted to the treatment is tested. Sampling is done every crab larvae survival rate occurs turn of stadia. The results showed that the survival rate is the highest crab larvae produced in treatment C (4 times / day), followed by treatment B (3 times / day), treatment A (2 times / day) and treatment E (5 times / day). This is because the natural frequency of feeding are given according to the needs of small crab larvae. So that adequate nutrients to sustain their survival rate. In addition due to the amount of feed that is given in accordance with capacities of the stomach so that the crab larvae feed given can be consumed and digested by the larvae of crabs.Keywords: Brachionus plicatilis, Survival, zoea
Optimasi Pemberian Kombinasi Maggot dengan Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Murni Murni
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 2, No 2 (2013): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.827 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v2i2.535

Abstract

Maggot merupakan organisme yang berasal dari telur black soldier (Hermetia illucens) yang dikenal sebagai organisme pembusuk karena kebiasaannya mengkonsumsi bahan-bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kombinasi maggot dengan pakan buatan, sehingga menghasilkan pertumbuhan dan sintasan yang optimal terhadap benih ikan nila.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Desember 2013 yang berlokasi di Balai Benih Ikan (BBI) Bontomanai Kabupaten Gowa. Hewan uji yang  digunakan adalah benih Ikan nila hitam  yang berumur ± 3-4 minggu dengan panjang 3 - 5cm dengan bobot rata-rata ± 4 g/ekor. Padat tebar  20 ekor/m2. Wadah yang  digunakan dalam penelitian ini adalah waring hijau dengan ukuran 1x1x1 meter sebanyak 9 buah, alat pengukuran parameter kualitas air dan timbangan digital.  Pemberian pakan uji dilakukan secara secara adlibitum.  Peubah yang diamati berupa pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan relative harian, sintasan dan efisiensi pakan.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan  diperoleh hasil pemberian kombinasi pakan buatan (pellet) 50 % dan maggot 50 % memberikan hasil sintasan, pertumbuhan, FCR dan efisiensi pakan yang baik sehimgga Maggot (Hermetia illucens)  layak dijadikan pakan alternatif pada usaha budidaya ikan nila.Kata kunci :  Maggot, Pakan buatan dan ikan nilaMaggot is an organism derived from eggs black soldier (Hermetia illucens) known as spoilage organisms because of his habit of consuming organic ingredients. The purpose of this study was to determine the effects of maggot combination with artificial feed, resulting in optimal growth and survival rate of the tilapia fish. This study was conducted in March-December 2013, which is located in Fish Seed (BBI) Bontomanai Gowa. Test animals used were black tilapia fish seed aged ± 3-4 weeks with a length of 3 - 5cm with an average weight ± 4 g / tail. Stocking density 20 fish / m2. The container used in this study was waring a green with a size of 1x1x1 meters as much as 9 units, instruments measuring water quality parameters and digital scales. Feeding trials conducted in adlibitum. Variables measured in the form of absolute growth, the daily relative growth rate, survival rate and feed efficiency. Based on the research that has been done shows the provision of a combination of artificial feed (pellets) of 50% and 50% give results maggot survival, growth, FCR and feed efficiency was good sehimgga Maggot (Hermetia illucens) worthy alternative feed on the cultivation of tilapia.Keywords: Maggot, artificial feed and tilapia