Bunga Rante Tampangallo
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perkembangan Populasi Bakteri pada Media Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan Penambahan Sumber Karbon Berbeda Hidayat Suryanto Suwoyo; Bunga Rante Tampangallo
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.297 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan sumber karbon yang berbeda  terhadap perkembangan populasi bakteri pada media budidaya udang vaname (L. vannamei) untuk pembentukan bio-flok. Hewan uji yang digunakan adalah udang vaname ukuran PL-27 dipelihara dalam bak terkontrol  berukuran 1 x 1 x 0,5 m3  yang dilengkapi dengan sistem aerasi yang memadai dan ditebar tokolan dengan kepadatan 250 ekor/m2.  Udang ini diberi pakan komersial (pellet) dengan kadar protein 35-40%. Perlakuan yang aplikasikan adalah penambahan jenis sumber C-organik yang berbeda untuk pembentukan bio-flok dalam media budidaya udang vaname yaitu (A) Molase,(B) Tepung Tapioka dan (C) kontrol (Tanpa penambahan C-Organik).  Variabel yang diamati meliputi  bakteri Vibrio dan bakteri umum (total bakteri)  dengan melakukan sampling setiap 2 minggu sekali. Sampel untuk isolasi bakteri Vibrio spp dan total bakteri dikumpulkan dengan menggunakan botol sampel steril kemuadian dimasukkan dalam box yang berisi es batu dan selanjutnya dibawa ke Laboratorium Kesehatan ikan dan Lingkungan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP). Perhitungan populasi bakteri Vibrio spp menggunakan  media TCBSA plate sedang total bakteri  menggunakan media TSA plate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Total Vibrio sp pada kolom air pada awal pemeliharaan berkisar antara 5 x 100 – 2,4 x 102  cfu/mL, kemudian memperlihatkan kecenderungan yang terus meningkat hingga akhir pemeliharan.  Total Vibrio sp pada akhir pemeliharaan di perlakuan A berkisar 1,85-6,8 x 103 cfu/mL, perlakuan B berkisar 3,7-8,3 x 103 dan perlakuan C berkisar 1,3 x 103 – 1,1 x 104. Total populasi bakteri pada awal pemeliharaan berkisar 3,25 x 104 – 1,35 x105, selanjutnya meningkat menjadi 2,20 x 107 cfu/mL pada perlakuan A, sedangkan pada perlakuan B mencapai 6,97 x 106 cfu/mL dan perlakuan C sebesar 2,19 x 106 cfu/mL.  Adanya penambahan sumber karbon kedalam media pemeliharan udang vaname menyebabkan peningkatan populasi bakteri pembentuk bioflokKata Kunci:  bakteri, bioflok, molase, tapioka, udang vaname