OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
Vol 4, No 1 (2015): Octopus

Perkembangan Populasi Bakteri pada Media Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan Penambahan Sumber Karbon Berbeda

Hidayat Suryanto Suwoyo (Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau)
Bunga Rante Tampangallo (Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan sumber karbon yang berbeda  terhadap perkembangan populasi bakteri pada media budidaya udang vaname (L. vannamei) untuk pembentukan bio-flok. Hewan uji yang digunakan adalah udang vaname ukuran PL-27 dipelihara dalam bak terkontrol  berukuran 1 x 1 x 0,5 m3  yang dilengkapi dengan sistem aerasi yang memadai dan ditebar tokolan dengan kepadatan 250 ekor/m2.  Udang ini diberi pakan komersial (pellet) dengan kadar protein 35-40%. Perlakuan yang aplikasikan adalah penambahan jenis sumber C-organik yang berbeda untuk pembentukan bio-flok dalam media budidaya udang vaname yaitu (A) Molase,(B) Tepung Tapioka dan (C) kontrol (Tanpa penambahan C-Organik).  Variabel yang diamati meliputi  bakteri Vibrio dan bakteri umum (total bakteri)  dengan melakukan sampling setiap 2 minggu sekali. Sampel untuk isolasi bakteri Vibrio spp dan total bakteri dikumpulkan dengan menggunakan botol sampel steril kemuadian dimasukkan dalam box yang berisi es batu dan selanjutnya dibawa ke Laboratorium Kesehatan ikan dan Lingkungan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP). Perhitungan populasi bakteri Vibrio spp menggunakan  media TCBSA plate sedang total bakteri  menggunakan media TSA plate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Total Vibrio sp pada kolom air pada awal pemeliharaan berkisar antara 5 x 100 – 2,4 x 102  cfu/mL, kemudian memperlihatkan kecenderungan yang terus meningkat hingga akhir pemeliharan.  Total Vibrio sp pada akhir pemeliharaan di perlakuan A berkisar 1,85-6,8 x 103 cfu/mL, perlakuan B berkisar 3,7-8,3 x 103 dan perlakuan C berkisar 1,3 x 103 – 1,1 x 104. Total populasi bakteri pada awal pemeliharaan berkisar 3,25 x 104 – 1,35 x105, selanjutnya meningkat menjadi 2,20 x 107 cfu/mL pada perlakuan A, sedangkan pada perlakuan B mencapai 6,97 x 106 cfu/mL dan perlakuan C sebesar 2,19 x 106 cfu/mL.  Adanya penambahan sumber karbon kedalam media pemeliharan udang vaname menyebabkan peningkatan populasi bakteri pembentuk bioflokKata Kunci:  bakteri, bioflok, molase, tapioka, udang vaname

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

octopus

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Other

Description

Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, ...