Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM DI LAHAN MARGINAL DENGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG DOMBA Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan sejak Tanggal 25 Januari sampai 30 April 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dosis penggunaan pupuk kandang domba terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum yang ditanam di lahan marjinal Eks Industri Tambang Bata Merah. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pada lahan seluas 115,2 m2 dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan. R1, R2, R3 dan R4 adalah perlakuan penggunaan pupuk kandang domba dengan dosis pemupukan masing-masing sebanyak 2,5 Kg/m2, 5 Kg/m2, 7,5 Kg/m2, dan 10 Kg/m2. Variabel yang diukur adalah komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil dari tanaman tanaman sorgum pada 6 mst (minggu setelah tanam). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk kandang domba tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum. Dosis penggunaan pupuk kandang domba 7,5 kg/m2, walaupun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lain, tapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum yang lebih tinggi.
PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMBILAN KULTIVAR UNGGUL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) PADA GENANGAN AIR BERBAGAI FASE VEGETATIF DAN FASE GENERATIF JEJEN JAENAL ARIFIN; MIMI ASMINAH; UMAR DANI
AGRIVET JOURNAL Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2016, di P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) Tambaksari Majalengka Wetan, Kabupaten  Majalengka, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang diulang dua kali. Petak Utama Genangan Air (G): g1 (Genangan Air Fase Vegetatif V3-R1), g2 (Genangan Air Fase Generatif R1-R8) dan g3 (Genangan Air Fase Vegetatif dan Fase Generatif V3-R8) Anak Petak kultivar kedelai (K): k1 (Rajabasa), k2 (Mutiara I), k3 (Argomulyo), k4 (Grobogan), k5 (Anjasmoro), k6 (Wilis), k7 (Burangrang), k8 (Cikuray) dan k9 (Malika). Pengujian perbedaan rata-rata perlakuan dilakukan dengan Uji Jarak Berganda Duncan taraf 5%. Hasil Percobaan menunjukkan tidak terjadi interaksi antara Sembilan kultivar unggul kedelai yang mendapat Genangan Air terhadap pertumbuhan dan hasil. Kultivar Anjasmoro menunjukkan Respon paling baik pada variabel Tinggi Tanaman, Kultivar Malika menunjukan Respon paling baik terhadap variabel Shoot Root Ratio, Kultivar Argomulyo menunjukan Respon paling baik pada variabel Bobot Biji per tanaman dan Kultivar Mutiara 1 menunjukkan Respon paling baik terhadap Bobot 100 Butir
INTERAKSI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK HAYATI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) Umar Dani; Miftah Dieni; Syafrullah Salman; Anggoro Maygo Kurniawan
AGRIVET JOURNAL Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis interaksi pupuk organik cair dan pupuk hayati pada pertumbuhan dan hasil tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L). Penelitian dilaksanakan di Lahan Praktek UNMA Kabupaten Majalengka mulai Bulan Januari 2019 sampai April 2019.  Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang diulang empat kali. Faktor pertama adalah Pupuk Organik Cair (Urin kelinci dan kotoran domba).  Faktor kedua adalah Pupuk Hayati (5, 10 dan 15 liter/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh interaksi antara pemberian pupuk organik cair kotoran domba 10 liter/ha dengan pupuk hayati 15 liter/ha pada bobot biji kering per tanaman dan bobor biji kering per petak, terdapat pengaruh mandiri pupuk organik cair kotoran domba 10 liter/ha pada tinggi tanaman 4 minggu, jumlah daun 6 minggu, dan jumlah cabang 6 minggu, dan terdapat pengaruh mandiri pupuk hayati 10 liter/ha pada tinggi tanaman kacang tanah 4 mst.
Kekerabatan Dan Parameter Genetik Beberapa Genotip Kedelai Adaptif Jenuh Air Acep Atma Wijaya; Miftah Dieni Sukmasari; Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekerabatan antara genotip serta nilai parameter genetic kedelai adaptif jenuh air. Metode penelitian menggunakan Augmanted Design dengan lima kultivar cek dan hasil genotip persilangan. Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil uji kekerabatan terdapat genotip yang memeiliki kekerabatan dekat yaitu Demas x Dering, Devon, Anjasmoro, dan Dering. Sedangkan genotip dengan kekerabatan paling jauh adalah Devon x Demas dan Grobogan. Nilai koefisien karagaman genetik karakter penciri adaptabilitas pada kondisi jenuh air berada pada kriteria luas, sedangkan nilai duga heritabilitas berada pada kriteria rendah sampai tinggi.
PENGARUH JARAK TANAM DAN PENGGUNAAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI (Zea Mays L.) KULTIVAR BISI 2 Wawan Kuswanto; Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi dan pengaruh mandiri penggunaan jarak tanam dan pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2016. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama yaitu pupuk hayati (P): p1 = 0 kg/ hektar, p2 = 30 kg/ hektar, dan p3 = 60 kg/ hektar. Faktor ke dua jarak tanam (J): j1 = 50 cm x 20 cm, j2 = 60 cm x 20 cm, dan j3 = 75 cm x 20 cm. Pengaruh perbedaan perlakuan diuji dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 95%. Hasil penelitian menunjukkan Tidak terjadi interaksi antara penggunaan jarak tanam dan pemberian pupuk hayati Petrobio terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi. Pemberian pupuk hayati Petrobio 30 kg/ ha dan 60 kg/ ha berpengaruh paling baik terhadap bobot tongkol kotor jagung semi kultivar Bisi 2. Jarak tanaman 50 cm x 20 cm berpengaruh baik terhadap tinggi tanaman umur 28 dan 42 hst. Pada Komponen hasil, jarak tanam lebih lebar (75 cm x 20 cm) memberikan pengaruh baik terhadap diameter tongkol kotor. Kata Kunci. Jarak Tanam, Pupuk Hayati, Jagung Semi
HUBUNGAN ANTARA INDEK TOLERANSI DAN HASIL PADA SEMBILAN KULTIVAR KEDELAI (Glycine max L. MERRILL) DI LAHAN JENUH AIR Miftah Dieni Sukmasari; Umar Dani; Acep Atma Wijaya
AGRIVET JOURNAL Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

air serta korelasi indek toleransi dengan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilakukan di lahan petani Desa Cikalong, Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok sembilan varietas kedelai sebagai faktor tunggal antara lain Grobogan, anjasmoro, argomulyo, Mutiara 2, Dega 1, Dering, Detam 1, Gema dan Mitani dan diulang sebanyak tiga kali.Variabel yang diamati pada percobaan ini meliputi indek toleransi dan hasil Sembilan kultivar kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sembilan kultivar kedelai menunjukkan indek toleransi yang berbeda-beda dalam kondisi jenuh air. Kultivar dering menunjukkan respon paling toleran ketika ditanam pada kondisi jenuh air dibandingkan kultivar lainnya, serta terdapat korelasi antara indek toleransi terhadap hasil tanaman kedelai tersebut.Kata Kunci : Kedelai, Lahan Jenuh Air, Index Toleransi
MODIFIKASI JARAK TANAM LEGOWO DUA TERHADAP PERTUMBUHAN, KOMPONEN HASIL DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) KULTIVAR INPARI 30 Wacim Wacim; Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mencari jarak tanam yang tepat yang memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karya Mukti, Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka.Lahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sawah irigasi.Percobaan dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2016.Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factor tunggal.Modifikasi jarak tanam legowo (L) dijadikan sebagai perlakuan. Modifikasi jarak tanam tersebut adalah: l1  =  25 X 15 X 50, l2  =  25 X 12,5 X 50, l3  =  25 X 15 X 40 dan l4  =  25 X 12,5 X 40. Perbandingan antara perlakuan perlakuan diuji dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan modifikasi jarak tanam legowo 2  (25 x 12,5 x 40) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 40 hst dan 60 hst dan panjang akar, sedangkan modifikasi jarak tanam legowo 2  (25 x 15 x 50) memberikan pengaruuh nyata terhadap jumlah anakan umur 60 hst dan 80 hst, jumlah gabah isi per malai, serta bobot ubinan. Kata Kunci: modifikasi jarak tanam, tegowo, padi
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMBILAN KULTIVAR KEDELAI (Glycine max L.) PADA BUDIDAYA JENUH AIR Dede Cahya Kurnia; Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pertanian yang peka terhadap perubahan lingkungan. Kandungan air tanah yang masih tinggi menjadi kendala saat penanaman tanaman kedelai. Tujuan penelitian iini adalah mengetahui respon Sembilan kultivar pada kondisi jenuh air. Penelitian dilaksanakan Maret sampai Juni 2016. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan Sembilan kultivar (K) sebagai perlakuan: k1 = Rajabasa, k2 = Mutiara, k3 = Argomulyo (cek), k4 = Grobogan, k5 = Anjasmoro, k6 = Wilis, k7 = Burangrang, k8 = Gema, dan k9 = Mintani. Perbedaan rata-rata perlakuan dibandingkan perlakuan cek diuji dengan Uji LSI pada taraf 95%. Hasil penelitian menunjukkan penampilan kultivar Wilis memberikan penampilan paling baik dibandingkan kultivar cek Argomulyo pada variable tinggi tanamn fase R3 dan shoot root ratio. Kultivar Rajabasa menunjukkan respon paling baik dibandingkan kultivar cek Argomulyo pada variable bobot kering bintil akar efektif. Kata Kunci. Kultivar Kedelai, Jenuh Air, LSI
MODIFIKASI JARAK TANAM LEGOWO DAN IRIGASI BERSELANG (INTERMITTENT) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) KULTIVAR INPARI 30 Aditya Warman; Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk melihat interaksi antara Modifikasi Jarak Tanam Legowo dan Irigasi Berselang, pengaruh mandiri modifikasi jarak tanam, dan pengaruh mandiri irigasi berselang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Panyingkiran, pada bulan Maret sampai Juli 2016. Metode penelitian menggunakan metode di lapangan. Perlakuan yang diuji terdiri dari: faktor ke-1 Modifikasi jarak tanam (L), terdiri dari: l1 = 25 cm X 15 cm X 50 cm, l2 = 25 cm X 12,5 cm X 50 cm, l3 = 25 cm X 15 cm X 40 cm, l4 = 25 cm X 12,5 cm X 40 cm. factor ke-2 adalah irigasi berselang (I) terdiri dari: i1 = 3 hari tergenang 3 hari kering, i2 = 5 hari tergenang 3 hari kering, i3 = 7 hari tergenang 3 hari kering. Perbedaan perlakuan diuji menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan Interaksi terjadi padi variable tinggi tanaman umur 60 hst, jumlah anakan umur 80 hst, panjang akar, jumlah gabah hampa per malai, panjang malai, bobot 1000 butir dan bobot ubinan. Pengaruh mandiri modifikasi legowo 25 cm X 15 cm X 50 cm memberikan pengaruh baik terhadap jumlah anakan umur 40 hst dan 60 hst. Pengaruh mandiri irigasi berselang 3 hari tergenang dan 3 hari kering serta 5 hari tegenang dan 3 hari kering memberikan pengaruh baik terhadap tinggi tanaman umur 40 hst dan 80 hst, jumlah anakan umur 40 hst dan 60 hst, serta jumlah gabah isi per malai. Kata kunci : Jarak Tanam Legowo, Irigasi Berselang, Padi
PENAMPILAN SISTEM PERAKARAN DELAPAN KULTIVAR UNGGUL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril. PADA KONDISI JENUH AIR Muhamad Ramdhani; Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh  interaksi dan pengaruh mandiri penggunaan delapan kultivar kedelai pada kondisi jenuh air. Penelitian dilaksanakan di P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) Tambaksari Majalengka Wetan, bulan April sampai Agustus 2016. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial. Perlakuan yang diuji adalah Faktor ke-1 Kultivar Kedelai (K), terdiri dari k1 (Rajabasa), k2 (Mutiara 1), k3 (Argomulyo), k4 (Grobogan), k5 (Anjasmoro), k6 (Burangrang), k7 (Cikuray), dan k8 (Malikka). Faktor ke-2 Tingkat Jenuh Air (G), terdiri dari: g0 (tanpa jenuh air), g1 (jenuh air). Perbedaan rata-rata perlakuan diuji menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 95%. Hasil penelitian menunjukkan Delapan kultivar kedelai dan keadaan jenuh air tidak memberikan pengaruh interaksi. Kultivar Malika memberikan penampilan paling baik dibandingkan kultivar lainnya terhadap variabel jumlah bintil akar efektif. Kondisi jenuh air memberikan pengaruh baik terhadap variabel volume akar, jumlah bintil akar efektif, dan bobot kering akar. Kondisi tanpa jenuh air berpengaruh baik terhadap panjang akar tanaman kedelai. Kata Kunci: Kultivar Kedelai, Jenuh Air, Sistem Perakaran