Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

IMPLIKASI PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA LIVING QUR’AN SURAT LUQMAN AYAT 13-19 Dedi; Suriadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 5: Oktober 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.378 KB)

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang implikasi pendidikan agama dalam keluarga berdasarkan surat Luqman Ayat 13-19. Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa pada surat luqman ayat 13-19 sesungguhnya dapat dijadikan sebagai acuan bagi orang tua terhadap materi pokok pendidikan agama Islam yang harus disampaikan kepada anak-anaknya. Karena di dalam surat luqman ayat 13-19 telah mencakup tiga aspek pendidikan agama Islam; yaitu 1) pendidikan aqidah yang mencakup tentang a) keimanan (pengesaan) kepada Allah swt, keyakinan tauhid yang sebersih-bersihnya yaitu larangan mempersekutukan Allah. b)Kesadaran akan kemakhlukan kita yang wajib mensyukuri segala karunia Tuhan, dan c) Kesadaran bahwa segala gerak-gerik yang nampak maupun yang tersembunyi tidak lepas dari pengetahuan dan pengawasan Tuhan. 2) Pendidikan Ibadah. Pada aspek ibadah ini, yang paling pokok adalah mengenai: a) perintah shalat, berupa perintah melaksanakan shalat fardu lima kali sehari, dan shalat nawafil lainnya. b) perintah amar ma’ruf. Dalam pelaksanaannya pada anak-anak adalah anak-anak dibiasakan dalam berhubungan dengan manusia dengan mengerjakan amal-amal shaleh dan menyuruh orang lain melakukan kebaikan. c) perintah mencegah yang munkar. Bagi anak prakteknya adalah ditanamkan kepada anak akan rasa benci dan tidak melakukan segala perbuatan yang munkar yaitu segala perbuatan yang bertentangan dengan agama. d) perintah melaksanakan kesabaran dalam menghadapi segala ujian, cobaan yang menimpanya. 3) Pendidikan Akhlak. Pada aspek pendidikan akhlak yang perlu ditanamkan kepada anak, meliputi: a) bertutur kata yang lemah lembut dengan siapapun, terutama dengan orang tua. b) larangan berlaku sombong atau takabur dengan siapapun juga baik dalam berbicara (tidak memalingkan muka) maupun berjalan. c) berlaku sederhana dalam hidup dan kehidupannya.
STRATEGI PEMBELAJARAN MOVING CLASS TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA Mursidin; Suriadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 5: Oktober 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.439 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh strategi belajar moving class terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Sambas (MAN IC Sambas) Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode angket dan dokumen. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner atau angket untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan moving class (X) dan dokumentasi untuk mendapatkan data tentang prestasi belajar siswa (Y). Penelitian ini merupakan penelitian populasi, karena mengambil seluruh siswa MAN Sambas. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif antara pelaksanaan moving class(X) terhadap peningkatan prestasi belajar siswa (Y). Hal ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi rxy = 0,2949 > rtabel = 0,207 pada taraf signifikan 5% ini berarti signifikan. Sementara itu, perhitungan Fhitung = 8,387 > Ftabel = 3,96 pada taraf signifikan 5% maka dapat disimpulkan signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dan masukan bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah khususnya di MAN IC Sambas, terutama dalam memberi dorongan kepada siswa untuk selau meningkatkan motivasi belajarnya baik di sekolah maupun di luar sekolah