Baharuddin AR
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMUNIKASI INTERPERSONAL USTAD DAN USTAZAH DALAM PROSES MEMBIMBING SANTRI UPAYA MEMBERIKAN PEMAHAMAN AGAMA PADA ANAK DI TPA AL-MUKHAYYARAH Nur Anita; Syahril Furqany; Baharuddin AR
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaiman komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh ustad dan ustazah pada TPA Al-Mukhayyarah dalam hal membimbing santri dalam upaya memberikan pemahaman agama. Anak dalam hal ini adalah santri perlu dibimbing dan dibina agar pemahaman agamanya kuat. Sehingga anak-anak mempunyai pemahaman untuk melakukan ibadah dan mempunyai ketahan untuk membentengi diri dari pengaruh zaman yang semakin canggih. Penelitian ini menggunakan metode kualitati deskriptif dengan menggunakan teknik analisis data Model Miles dan Hubberman. Hasil peneelitian menunjukkan bahwa ada berapa proses yang dilakukan oleh ustad dan ustazah dalam membimbing santri seperti pembinaan akhlah, peningkatan prestasi anak, ajakan dan pendampingan, keteladanan, memberi peringatan, reward, dan punishment, Pemahaman bacaan Al-quran, kelancaran bacaan shalat fardhu. Dalam hal membimbing santri juga memiliki beberapa hambatan adalah anak-anak yang tidak tidur siang, atau tidak cukup tidur, sehingga mengantuk saat mengaji, anak yang murung karena sering dimarahi oleh orang tuanya, sehingga perlu bimbingan khusus untuk membangkitkan semangatnya kembali. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Membimbing, Santri, Pemahaman Agama.
Dampak Pandemi Covid-19 Bagi Komunikasi Publik dan Politik: Studi Deskriptif Pentingnya Syiar Dakwah dalam Keluarga Baharuddin; Zulkarnain; M. Anzaikhan khan
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 2 (2021): Volume 12 Nomor 2, Juli-Desember 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v12i2.3595

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak buruk pada berbagai sendi kehidupan manusia, mulai dari dimensi kesehatan, ekonomi, pendidikan, wisata, kuliner, politik, kebijakan publik, bahkan dimensi tauhid. Covid-19 bukan sebatas bencana lokal, ia sudah menjadi ‘pandemi’ yang berarti status darurat berskala global. Jutaan manusia sudah menjadi korban jiwa, dan tak terhitung jumlahnya bagi yang terkena dampak dalam berbagai aspek. Penanganan Covid-19 erat kaitannya komunikasi yang dilakukan setiap elemen. Baik itu komunikasi politik, komunikasi publik, komunikasi dakwah, dan lain sebagainya. Komunikasi pada dasarnya bersifat netral, tergantung kemana pengguna memanfaatkan isu yang berkembang. Terkait pandemi Covid-19, sering kali komunikasi digunakan sebagai media memperkeruh keadaan. Situasi sulit dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraih keuntungan politis dengan menyebarkan berita-berita hoaks dan ujaran kebencian terhadap penanggulangan Covid-19 oleh pemerintah. Penelitian ini tergolong dalam penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Adapun metodologi yang digunakan adalah studi deskriptif terhadap berbagai tema-tema komunikasi di masa pandemi. Seperti komunikasi tauhid, komunikasi keluarga, komunikasi publik, dan komunikasi politik. Hasil penelitian menyimpulkan beberapa hal; Pertama, komunikasi positif yang mendukung program pemerintah jika itu dianggap baik dan bermanfaat bagi penanggulangan wabah pandemi Covid-19. Pihak ini biasanya akan melaksanakan berbagai kebijakan seperti lockdown, PSBB, sosial distancing, protokoler kesehatan, dan vaksinasi. Kedua, adalah komunikasi negatif yang menolak berbagai program pemerintah atas kepentingan politik (kontra dengan pemerintah saat ini). Biasanya, kalangan ini akan menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian terhadap kebijakan penanganan Covid-19 yang dijalankan pemerintah. Kalangan ini tidak melihat informasi secara objektif, melainkan mencari-cari celah untuk menyerang berbagai kelemahan dalam program pemerintah guna mempengaruhi masyarakat luas.
Toleransi Beragama dalam Perspektif Islam Baharuddin AR

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/tarbawi.v9i1.5052

Abstract

As individual beings, humans have needs (biological, psychological and religious) and socially have the desire to adapt to the social environment. With the potential and abilities possessed, humans will try to actualize social needs and demands. Therefore, humans need other people with the aim of fostering social behaviors in the form of tolerance. Humans as religious beings crave peace and prosperity. Every religion teaches the values of tolerance. Islam is present as a religion that upholds the value of peace and harmony. Islam offers a concept of tolerance for differences which is called tasamuh, in tasamuh there are values of Rahmah (compassion), al-`Afw (forgiveness), al-Safh (forgiving), as-Salam (safety), al-`Adl ( justice), and al-Ihsan (kindness). Tolerance in this context is viewed from several aspects, namely theological, sociological and cultural. With tolerance, it is hoped that humans will be able to recognize diversity, including religious diversity or pluralism.