Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Adabiya

KAITAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN ASPEK-ASPEK DAKWAH MASA DINASTI ABBASIYAH DALAM KONTEKS KEKINIAN Mahlil Mahlil
Jurnal Adabiya Vol 23, No 1 (2021): JURNAL ADABIYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/adabiya.v23i1.8806

Abstract

AbstractThe Abbasid dynasty had succeeded in placing the Islamic world at the pinnacle of world civilization. The achievements at that time were inseparable from the role of dakwah activities which were very comprehensive so that they were able to target all lines of community life. The synergy between the rulers and the people during the Abbasid government was proven to be able to give birth to many disciplines, not only religious knowledge, which in fact originated from the Al-Qur'an and hadith, but also gave birth to many general sciences such as medicine, philosophy, chemistry, economic and other science. The Khalifah as the holder of power supports a lot of preaching and scientific activities, this is evidenced by the construction of many supporting facilities and infrastructure such as mosques, madrasas, libraries and hospitals. In addition, the openness of Abbasid civilization also brought in people from various parts of the world, not only from Arab circles, people from Persians, Chinese, European, Indian and African who took part in filling in the diversity of scientific developments there. Then the economic condition of the community also has a very good record, such as in the field of Abbasid trade in its time as the center of world trade, as well as the agricultural sector, the Abbasid community is known to be prosperous, and has a very good life order. Therefore, the Abbasid dynasty could easily be applied in life in the current era, by building cooperation between the rulers and the community in developing da'wah because with the existence of a strong dakwah it was not lame in accordance with its essence and also followed the mission of da'wah so that it could be perfect, there needs to be good cooperation.
Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuḥfatun Nuẓẓār Fī Gharāʾibil Amṣār Wa Ajāʾibil Asfār) Mahlil Mahlil; Muhammad Furqan
Jurnal Adabiya Vol 24, No 2 (2022): JURNAL ADABIYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/adabiya.v24i2.12540

Abstract

Ibnu Batutah atau Muhammad bin Batutah yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah merupakan pengembara bangsa Arab terbesar yang terakhir pada Abad Pertengahan. Ia berhasil menyaingi orang besar yang hidup sezaman dengannya, Marcopolo Al-Bandaqi. Pengembaraannya meliputi seluruh dunia Islam. Dia telah menempuh lebih dari 175 mil, yang dimulai dari Thanjah, tempat kelahirannya, pada saat berusia 28 tahun, pada tahun 1326 M dan berakhir di Fez pada tahun 1353 M. Karyanya yang terkenal dengan judul Hadiah Bagi Para Pemerhati Negeri-negeri Asing dan Pengalaman-pengalaman Ajaib (Tuḥfatun Nuẓẓār fī Gharāʾibil Amṣār wa Ajāʾibil Asfār) yang disusun oleh Ibnu Juzay, namun sering kali hanya disebut Ar-Rihlah Ibnu Batutah. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Objek penelitian kepustakaan ini fokus pada studi tokoh Ibnu Batutah sebagai tokoh geografer Muslim terhadap karyanya Ar-Rihlah dengan tujuan untuk menganalisa sosio historis pengembaraanya ke berbagai belahan dunia. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah sumber bacaan lainnya yaitu buku-buku teks, ensiklopedi, jurnal, dan lain sebagainya. Hasil kajian ditemukan bahwa naskah ini banyak kita temukan kisah perjalanannya, dan gambaran keyakinannya terhadap hal-hal yang aneh, pencampur adukan berbagai peristiwa, dan perhatiannya yang berlebihan terhadap kekeramatan para wali dan ulama, dan sebagian kepercayaan para pengembara pada setiap zaman. Meskipun demikian, dia banyak menyaksikan berbagai peristiwa, sekaligus mengetahui bagaimana cara menggambarkan apa-apa yang dia lihat, dengan penuh kejelian atau dengan cara yang sederhana. Itulah yang menjadikannya sebagai seorang ahli geografi dan pengembara yang unik dari kalangan bangsa Arab. Dia adalah seorang pengembara yang tujuannya hanya untuk mengembara. Dia injakkan kakinya di tanah yang sama sekali belum dia ketahui dengan perasaan yang tenang. Dia sangat senang berkenalan dengan wilayah dan bangsa yang baru.