Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN DAYA SAING DAN MUTU PENDIDIKAN PADA PERGURUAN TINGGI DI ACEH Mukhsinuddin Mukhsinuddin; Tarmizi Tarmizi; Rahmad Syah Putra; Muhammad Furqan
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 11, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v11i4.11098

Abstract

Public Relations (PR) is one of the management functions in supporting the development and maintenance of common lines between the organization and its publics regarding the strategy, cooperation and marketing of an organization so that it is of high quality and competitive. This study aims to determine the public relations strategy in building the competitiveness and quality of education at universities in Aceh. The object of this research was conducted at one of the Universities in South West Aceh, namely STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, with research subjects including the Chair, Deputy Chair, Head of AUAK Section, Head of Sub Division of AUK, and Public Relations Officer. Research data collection techniques are carried out in 3 ways, namely: 1) observation; 2) questionnaire; 3) in-depth interviews; and 4) documentation study, while data analysis used 4 stages, namely: 1) data reduction; 2) data display; 3) verification; 4) and drawing conclusions. Based on the results of the study, it was found that: First, in carrying out building competitiveness and quality of education, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh has also compiled a Vision and Mission of Public Relations/Public Relations with the aim of raising the image of STAIN Teungku Dirundeng in the eyes of the community, and formulating a plan (plan ) public relations in the form of work programs and activities involving all sections of Public Relations to develop programs referring to the Vision, Mission, Goals and Objectives of STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Second, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh has implemented a public relations strategy in building the competitiveness and quality of education in Aceh in the form of programs and activities including the following: 1) Media and Inter-Institutional Relations; 2) Internal Relations; and 3) Media Publication and Production. The implementation of the program is also carried out based on the annual public relations plan and a fixed schedule plan for STAIN Teungku Dirundeng which contains activities that will be carried out every week, month and year on a regular basis.
Kajian Hermeneutika Kontemporer: Studi Analisis atas Penafsiran Al-Qur’an Nasr Hamid Abu Zayd dan Hassan Hanafi Muhammad Furqan; Sakdiah Sakdiah
TAFSE: Journal of Qur'anic Studies Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tafse.v7i1.12982

Abstract

The term hermeneutics is still very unfamiliar to the majority of Indonesian Muslims, this is considered reasonable because hermeneutics is an imported item that is not known in Islam scientific world. In the Islamic world itself, although there was a lot of resistance to the results of its studies, it did not discourage some contemporary thinkers from adopting it and ignored the various risks it had to bear, such as Nasr Hamid Abu Zayd and Hassan Hanafi. This article aims to reconstruct their thinking on the interpretation of the Qur'an through the study of hermeneutics. This article is literature research using a qualitative approach. Data collection is carried out by studying related textbooks, encyclopedias, journals, and others. The results of the study showed that Nashr Hamid Abu Zaid tried to find a new meaning that was not pronounced in the Qur'an in accordance with the current context by carrying out hermeneutic studies through the theory of text interpretation in two dimensions, namely the theory of meaning (dalâlah) and significance (magzâ). Hassan Hanafi carries out the study of the hermeneutics of freedom with language analysis, historical context analysis and generalizations, that is, raising the meaning of the "moment" situation and its historical situation in order to give an adequate understanding of others' situation. Hanafi wanted to derive new meaning from interpretation to address specific cases in people's lives. Istilah hermeneutika masih sangat asing bagi mayoritas masyarakat Muslim Indonesia, hal ini dianggap wajar dikarnakan hermeneutika merupakan barang impor yang tidak dikenal dalam keilmuan Islam. Di dunia Islam sendiri, meski muncul banyak penolakan terhadap hasil pengkajiannya, namun tidak menyurutkan langkah sebagian pemikir kontemporer untuk mengadopsinya serta mengabaikan berbagai risiko yang harus ditanggungnya, Seperti Nasr Hamid Abu Zayd dan Hassan Hanafi. Artikel ini bertujuan merekonstruksikan pemikiran mereka terhadap penafsiran Al-Qur’an melalui kajian hermeneutika. Artikel ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah buku-buku teks, ensiklopedi, jurnal, dan lainnya yang terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Nashr Hamid Abu Zaid mencoba untuk menemukan makna baru yang tak terlafazkan dalam al-Qur’an sesuai dengan konteks kekinian dengan mengusung kajian hermeneutika melalui teori interpretasi teks dalam dua dimensi yaitu teori makna (dalâlah) dan signifikansi (magzâ). Hassan Hanafi mengusungkan kajian hermeneutika kebebasan dengan analisis bahasa, analisis konteks sejarah dan generalisasi, yaitu mengangkat makna dari situasi “saat” dan situasi sejarahnya agar dapat menimbulkan situasi-situasi lain. Hanafi ingin memperoleh makna baru dari penafsiran untuk menyikapi berbagai kasus spesifik dalam kehidupan masyarakat.
REUSAM SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN PESAN DAKWAH OLEH TUHA PEUT DI GAMPONG KULAM BARO KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Fakhruddin Fakhruddin; Muhammad Furqan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v5i1.13949

Abstract

Tuha Peut memiliki peran dalam sistem pemerintahan gampong. Salah satu kebijakan yang dibuat dengan reusam yang terdapat di wilayah tersebut. Termasuk di Gampong Kulam Baro. Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Reusam dapat menjadi media penyampaian pesan dalam masyarakat termasuk pesan dakwah yang bisa dilakukan oleh Tuha Peut. Ada beberapa fungsi dan kewajiban lembaga ini, salah satunya adalah menyiarkan nilai-nilai agama kepada masyarakatnya. Namun pada kenyataanya masyarakat masih acuh tak acuh terhadap apa yang disampaikan oleh Tuha Peut. Kajian ini mencoba untuk melihat reusam sebagai media penyampaian pesan dakwah oleh Tuha Peut. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Hasil menunjukkan bahwasanya ada beberapa upaya yang dilakukan, seperti memberikan arahan, mempelajari kehidupan sosial masyarakat serta dengan melaksanakan kegiatan islamiyah di gampong. Reusam yang berlaku di Gampong Kulam Baro bukan saja sebatas peraturan yang tertulis, namun juga berkaitan dengan tatanan kehidupan masyarakat dan menjadi pesan dakwah yang dapat diimplementasikan di gampong Kulam baro
Ibnu Batutah Sang Pengembara (Analisis Sosio Historis Petualangan Tokoh Geografer Muslim Melalui Naskah Tuḥfatun Nuẓẓār Fī Gharāʾibil Amṣār Wa Ajāʾibil Asfār) Mahlil Mahlil; Muhammad Furqan
Jurnal Adabiya Vol 24, No 2 (2022): JURNAL ADABIYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/adabiya.v24i2.12540

Abstract

Ibnu Batutah atau Muhammad bin Batutah yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah merupakan pengembara bangsa Arab terbesar yang terakhir pada Abad Pertengahan. Ia berhasil menyaingi orang besar yang hidup sezaman dengannya, Marcopolo Al-Bandaqi. Pengembaraannya meliputi seluruh dunia Islam. Dia telah menempuh lebih dari 175 mil, yang dimulai dari Thanjah, tempat kelahirannya, pada saat berusia 28 tahun, pada tahun 1326 M dan berakhir di Fez pada tahun 1353 M. Karyanya yang terkenal dengan judul Hadiah Bagi Para Pemerhati Negeri-negeri Asing dan Pengalaman-pengalaman Ajaib (Tuḥfatun Nuẓẓār fī Gharāʾibil Amṣār wa Ajāʾibil Asfār) yang disusun oleh Ibnu Juzay, namun sering kali hanya disebut Ar-Rihlah Ibnu Batutah. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Objek penelitian kepustakaan ini fokus pada studi tokoh Ibnu Batutah sebagai tokoh geografer Muslim terhadap karyanya Ar-Rihlah dengan tujuan untuk menganalisa sosio historis pengembaraanya ke berbagai belahan dunia. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah sumber bacaan lainnya yaitu buku-buku teks, ensiklopedi, jurnal, dan lain sebagainya. Hasil kajian ditemukan bahwa naskah ini banyak kita temukan kisah perjalanannya, dan gambaran keyakinannya terhadap hal-hal yang aneh, pencampur adukan berbagai peristiwa, dan perhatiannya yang berlebihan terhadap kekeramatan para wali dan ulama, dan sebagian kepercayaan para pengembara pada setiap zaman. Meskipun demikian, dia banyak menyaksikan berbagai peristiwa, sekaligus mengetahui bagaimana cara menggambarkan apa-apa yang dia lihat, dengan penuh kejelian atau dengan cara yang sederhana. Itulah yang menjadikannya sebagai seorang ahli geografi dan pengembara yang unik dari kalangan bangsa Arab. Dia adalah seorang pengembara yang tujuannya hanya untuk mengembara. Dia injakkan kakinya di tanah yang sama sekali belum dia ketahui dengan perasaan yang tenang. Dia sangat senang berkenalan dengan wilayah dan bangsa yang baru.
Konsep Mental Health Semasa Pembelajaran Daring pada Mahasiswa Aceh (Studi Perspektif Al-Qur’an Berbasis Kisah Nabi Yaʿqūb) Muhammad Furqan; Rohabdo M. Pazlan Sidauru; Hurul Maknum; Salami Mahmud; Rasyidah Rasyidah; Nurullah Nurullah; Zilva Zilva
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v12i3.14043

Abstract

The reality of Covid-19 experienced by many countries, including Indonesia, has implications for changes in learning styles. Where students are required to make changes and adaptive learning. The data shows that many of the students fail to do so and are trapped in mental disorders. So this is a problem that must be addressed immediately to provide online learning. The concept of mental resilience is one way out that can be offered to solve the problem of mental disorders due to failure in adaptive learning. This concept can be explored in the Qur'ān through the story of the Prophet Yaʿqūb. This paper focuses on the concept of mental health in the Qur'anic perspective based on the story of the Prophet Yaʿqūb and the implementation of the mental health concept in the Qur'ān perspective for students during online learning. This paper uses a qualitative approach to the type of library research (library research). Data was collected by examining reading sources, namely the Qur'ān, books, journals and through documents, both written documents and electronic documents that can support the results of this study. Analysis of the data in this study using descriptive methods. The results of the study show that there are three concepts of mental health in the perspective of the Qur'ān based on the story of the Prophet Yaʿqūb, namely: 1). Be patient with Allah's qada and qadar; 2) Have a good attitude towards Allah SWT, and; 3) Put your trust in truth. Implementation of the concept of mental health from the Qur'ān perspective for Acehnese students during online learning can be done by: 1) Building patience through active confiding only to Allah through prayer and avoiding negative comments through social media; 2) Good prejudice and optimistic active response, and: 3) Tawakkal by surrendering to Allah for the results achieved.
INOVASI PENGEMBANGAN KURIKULUM ISLAM TERPADU DI PAUD-IT BUSTANUL MARIF KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Muhammad Furqan; Sakdiah Sakdiah
Al-Fathanah Vol 1, No 2, Oktober (2021): AL-FATHANAH: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v1i2, Oktober.1133

Abstract

Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 maka sistem pendidikan di Indonesia sekarang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan Pendidikan Tinggi, yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang sistemik. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. Pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga dan yang diselenggarakan oleh lingkungan masyarakat di mana ia tinggal. PAUD IT Bustanul Marif menerapkan pembelajaran anak usia dini berbasis Islam dengan menggunakan sistem terpadu. Fokus masalah dalam kajian ini adalah bagaimana pengelolaan serta penggunaan sistem pengembangan kurikulum Islam terpadu di PAUD-IT Bustanul Marif yang ditetapkan dan dijalankan oleh guru pada tahun pelajaran 2019/2020. Metode penelitian memakai metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa dalam merancang pengembangan kurikulum di PAUD IT Bustanul Marif sudah baik dan sesuai dengan standar yang sudah diatur dan diberlakukan oleh pemerintah, namun kelemahannya ada pada penerapan dari kurikulum tersebut yang diterapkan oleh guru, baik itu secara langsung maupun tidak. Padahal guru merupakan pusat sentralnya dari penerapan kurikulum.