Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat dalam Kasus Pidana Anak-Anak Sitti Mawar; Azwir Azwir
Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Islamic Criminal Law Department, Faculty of Sharia and Law, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/legitimasi.v7i2.3977

Abstract

Pada Qanun Jinayat Aceh Nomor 6 Tahun 2014 pasal 67 menyebutkan bahwa apabila anak yang telah mencapai umur 12 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun atau belum menikah melakukan jarimah, maka terhadap anak tersebut dapat dikenakan ‘uqubat paling banyak 1/3 (satu per tiga) dari ‘uqubat yang telah ditentukan bagi orang dewasa dan/atau dikembalikan kepada orangtuanya atau walinya atau ditempatkan di tempat yang disediakan oleh pemerintah Aceh atau pemerintah kabupaten atau kota, namun pelaksanaannya belum maksimal. Tujuan penelitian dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kedudukan Mahkamah Syar’iah di kota Langsa dalam menangani perkara anak yang melanggar ketentuan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat dan penyelesaian perkara anak yang melakukan kejahatan yang telah diatur dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat. Dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan mempelajari peraturan perundang-undangan  dan literatur lainnya yang ada hubungan dengan masalah yang diteliti, penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer dengan cara mewawancarai responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, belum ada peradilan khusus untuk anak di Mahkamah Syar’iah Langsa dalam mengadili perkara  pidana anak, sebelum adanya ketetapan khusus terhadap pelaku anak-anak dalam qanun jinayah maka harus mengikuti ketentuan perundang-undangan nasional, penyelesaian perkara anak yang melakukan pelanggaran hukum jinayah di selesaikan secara diversi pada kepolisian tanpa melalui jalur pengadilan. Disarankan kepada pemerintah daerah Aceh agar membuat peraturan khusus dan mengesahkan tentang peradilan khusus anak pada Mahkamah Syar’iah dan disarankan kepada pihak kepolisan agar menggunakan qanun jinayah dalam menyelesaikan perkara anak yang melanggar ketentuan hukum jinayah supaya qanun jinayah yang diterapkan dapat maksimal.
Arabic Speaking Class Student’s Perception Towards Oral Corrective Feedback Azwir Azwir; Ahmad Arifin Bin Sapar; Zulkhairi Zulkhairi; Muhammad Yasir
Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT) Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jallt.v4i2.520

Abstract

This study investigated university students' perceptions of oral corrective feedback (OCF) in Arabic speaking classes at State Islamic University Ar-Raniry, Banda Aceh. Employing a qualitative approach, semi-structured interviews were conducted with twelve purposively selected students from a cohort of seventy enrolled in Arabic speaking courses at an Islamic higher education institution in Indonesia. Data were analyzed using Braun and Clarke's (2006) thematic analysis framework. The findings revealed that students unanimously perceived OCF as essential for their Arabic speaking development. Explicit correction emerged as the most preferred feedback type, particularly among lower-achieving students, while high-achieving students favored clarification requests that promote self-repair. Students' affective responses were shaped primarily by the timing and manner of delivery, with post-performance and collective feedback strongly preferred over mid-performance correction, which triggered anxiety and embarrassment. OCF was perceived to improve phonological accuracy, morphosyntactic precision, self-monitoring capability, and speaking confidence. The study recommends that instructors diversify feedback strategies according to learners' proficiency levels and prioritize supportive, post-performance delivery to maximize pedagogical effectiveness.