Suwijiyo Pramono
Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MINYAK ATSIRI DAN EKSTRAK ETANOLIK BEBAS MINYAK ATSIRI DARI RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc. klon merah) TERHADAP EFEK APRODISIAKA PADA TIKUS JANTAN Dipta Wana Anandita; Nurlaila Nurlaila; Suwijiyo Pramono
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.229 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7999

Abstract

Nowadays, many young men experience sexual disfunction due to many factors. Red ginger is  traditionally used to solve problems related to sexual disfunction. Oleoresin compound of red ginger has been reported to function as aphrodisiac. This research aims to compare aphrodisiac effect of  essential oil and essential oil free extract  in male rats. Red ginger essential oil was obtained by  destilation  while the red ginger free of essential oil was extracted using ethanol 70%. Rats were divided into five groups, administered by : etanolic extract suspension (140 mg/kg BM), essential oil emultion (15 μl/kg BM), pasak bumi extract suspension as positive control (500mg/kg BM), red ginger powder suspension as positive control (2,5 g/kg BM), and CMC Na 1% suspension as negative control. All rats were treated orally for 32 days. Parameters measured were introduction, climbing, and coitus frequency. The result showed that essential oil increased libido but its activity was lower  than pasak bumi.  Etanolic extract of red ginger and red ginger powder did not increase libido and sexual activity as compared with negative control.
ISOLASI FLAVONOID DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.) SERTA UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI PENURUN TEKANAN DARAH ARTERI PADA ANJING TERANESTESI Siti Aminah; Suwijiyo Pramono
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.445 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24103

Abstract

Daun murbei (Morus alba Linn.) secara tradisional digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan pada penelitian terdahulu endapan fraksi airnya telah terbukti memiliki efek penurunan tekanan darah arteri anjing teranestesi dan didalamnya terdeteksi senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi flavonoid yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penurunan tekanan darah pada anjing teranestesi. Endapan air dekokta daun murbei difraksinasi dengan eter, etil asetat dan air. Isolasi flavonoid masing-masing fraksi dilakukan secara kromatografi kertas dengan fase gerak campuran tersier butanol, toluene, asam asetat, dan air dalam berbagai perbandingan. Pengujian aktivitas penurunan tekanan darah dilakukan dengan memberikan larutan isolat aktif 1% dalam larutan NaCl fisiologis secara intravena. Identifikasi isolat aktif dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa daun murbei mengandung 3 isolat yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penurunan tekanan darah arteri anjing teranestesi, yaitu biflavonoid yang tersusun oleh flavon dengan 3’, 4’ dihidroksi dan auron dengan 5,4’ dihidroksi (21,66 % penurunan), senyawa kumarin yang struktur parsialnya mengarah pada eskuletin (24,30 %) dan flavonoid rutin (35,95 %).