Gema Budiarto
Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Poster Dan Film Sebagai Instrumen Propaganda Militer Jepang Di Indonesia 1942-1945 Gema Budiarto
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.6206

Abstract

Penelitian ini menelaah penggunaan media poster dan film yang digunakan oleh militer Jepang selama menduduki Indonesia 1942-1945. Melalui paham Hakkō Ichiu (/八紘一宇) dan doktrin Dai Tōa Kyōeiken (大東亜共栄圏) atau dikenal dikenal dengan sebutan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya harus membawa Jepang masuk dalam Perang Dunia II front Pasifik. Awal tahun 1940-an, Jepang mulai bergerak untuk mewujudkan cita-citanya dengan menginvasi wilayah-wilayah yang diduduki oleh bangsa-bangsa barat seperti Inggirs di Malaya, Perancis di Indonchina Perancis, Amerika Serikat di Filipina, dan Belanda di Indonesia.  Tidak hanya melakukan perang secara fisik tetapi Jepang juga melakukan perang urat saraf atau perang propaganda. Media yang paling berpengaruh yang digunakan oleh Jepang dalam perang propaganda tersebut yakni media poster dan film. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan diantaranya heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa media propaganda poster dan film yang dibuat oleh militer Jepang efektif dalam memobilisasi rakyat untuk dapat bekerjasama dengan Militer Jepang demi terciptanya Kawasan Kemakmuran Asia Timur Raya di bawah pimpinan Jepang.
Lanskap Pertahanan Militer Jepang Di Jawa Daya Negri Wijaya; Firza Azzam Fadilla; Gema Budiarto
PURBAWIDYA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15(1) Juni 2026
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/purbawidya.2026.15453

Abstract

This study examines Japan's active military defense system in Java during the Asia-Pacific War period. In addition, this study also aims to analyze and identify the distribution patterns, number, types, and functions of Japanese military defense structures in Java based on Japan's three-layer defense theory. This study used a mixed-methods and historical approach by adapting cultural mapping methods in urban areas. The data collection stages consisted of (1) observation and documentation; (2) interviews; (3) field expeditions; (4) remote geoinformation analysis methods, including the use of satellite imagery and Geographic Information Systems (GIS). This research combined historical sources, quantitative data from GIS geospatial analysis, and qualitative data from observations and interviews. The results of this study have enabled the development of a digital historical map of the Japanese Cultural Heritage Information System in Java. This digital map records the types, functions, numbers, and distribution patterns of Japanese military building remains in Java. A total of 101 military defense building sites have been recorded. Bunker or pillbox defenses were used in coastal and inland defense systems to counter amphibious attacks by Allied forces on the coastline. Meanwhile, natural caves and protective tunnel networks were used as defense systems in forest and hill areas on the island of Java to counter jungle warfare, final defense areas, weapons depots, logistics centers, command centers, medical facilities, and evacuation routes for Japanese military forces.