Santosa Soewarlan
Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PUSAT SUMBER MUSIK DUNIA DI ISI SURAKARTA: PERAN, MASALAH, DAN KEBIJAKAN S., Santosa
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.274 KB) | DOI: 10.33153/dewaruci.v10i1.2142

Abstract

Pusat Musik Dunia di ISI Surakarta memainkan peran penting dalam menyediakan informasi mengenai musik dan kegiatan-kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan musik. Dengan beragam gaya dan aliran yang ada di dalam koleksinya, artikel ini bermaksud menyediakan informasi yang bisa digunakanuntuk memahami masyarakat dan proses budaya. Penggunanya, yang memiliki pendapat serta sudut pandang yang berbeda, dapat membangun pemahaman yang lebih baik mengenai pertunjukan serta prosesproses masyarakat tempat pertunjukan digelar, entah itu di masa lalu maupun di masa kini. Denganpemahaman-pemahaman ini, mereka akan bisa menggunakannya untuk membangun gagasan-gagasan untuk riset serta penciptaan seni pertunjukan.Kata kunci: pusat musik dunia, gaya, kebijakan, koleksi musik, persepsi.
GARAP MUSIKAL GENDING DALAM FILM SETAN JAWA Hannova Aji Finarno; S Santosa
Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.785 KB) | DOI: 10.33153/keteg.v19i1.2648

Abstract

Film Setan Jawa merupakan sebuah film bisu hitam putih yang dalam pemutaran filmnya diiringi oleh gamelan secara langung, Pertunjukan Film Setan Jawa mengangkat kisah mitologi Jawa yang diangkat dari kisah kisah nyata dari berbagai daerah. musik gamelan yang mengiringi film Setan Jawa komposer Rahayu Supanggah, dengan garap musik gamelanya yang menjiwai tiap adegan pada film Setan Jawa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan musikologi.Penelitian ini tentang garap musikal gending, maka konsep yang dipakai adalah konsep-konsep musikologi karawitan Jawa. Konsep ini selain mengkaji tentang garap gending juga membahas konsep pathet, irama, bentuk dan struktur gending. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pada pementasan film Setan Jawa, gending-gending yang digunakan dalam mengiringi setiap adegan memiliki sajian garap yang berbeda dari penyajian adegan satu dengan yang lainnya. Setiap penyajian yang berbeda-beda tersebut mengalami perbedaan serta perubahan dalam sajian tafsir garapnya. Pemilihan gending dalam garap musikal film Setan Jawa, Supanggahmenggunakan gending-gending lama. Hal ini selain digunakan untuk menghidupkan suasana film, pemilihan gending juga disesuaikan dengan konteks dalam adegan cerita.Kata kunci: Setan Jawa, Karawitan, Garap.AbstractThe “Setan Jawa” movie is a silent black and white move that in its screenings is accompanied by a direct gamelan orchestra. “Setan Jawa” movie raised a Javanese mythological story based on true stories from various regions. The gamelan music that accompanies the movie composed by Rahayu Supanggah, with the gamelan music that animates each scene in the movie. The approach that is used is the musicology approach. This research is about working on the movie’s musical tunes (gending), the concepts used are Javanese musical concepts. Apart from studying the concept of gending, this concept also discusses the concept of pathet, rhythm, the shape and structure of gending. The results of this research found that in the staging of “Setan Jawa” movie, the music used to accompany each of the scene has a different presentation from the presentation of one scene to another. Each of these different presentations experiences differences as well as changes in the interpretation of the gending. Supanggah selected old gending for the musical work of the “Setan Jawa” movie. Apart from it, the selection of gending used to liven up the atmosphere of the film as well as adjusting it to the context in the story scene.Keywords: Setan Jawa, Karawitan, Garap.
KREATIVITAS ANJAS GITARANI DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI SEBAGAI PENYANYI CAMPUR SARI DWI HANDOKO; SANTOSA SANTOSA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.211 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i2.1749

Abstract

The increase in campursari singers has led to competition between singers in the campursari music world. This study aims to determine how the creativity of Anjas Gitarani in maintaining his existence as a campur sari singer. This study uses a qualitative descriptive research approach. The results of this study are Anjas Gitarani is a dangdut singer, and campursari has an inherent characteristic. The first is the vocal characteristics, rocking characteristics, and using mask properties. These three things form the attributes of Anjas. If you only rely on talent, other talents might be better, and if you only rely on swaying, there will be other swings that people might prefer; if you rely on a property, other singers can follow suit. But if all three are combined into one in Anjas' body, it becomes a trait that is difficult for other singers to follow and can increase his existence as a campursari singer.ABSTRAKBertambahnya penyanyi-penyanyi campur sari memunculkan persaingan antar penyanyi di dunia musik campursari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kreativitas Anjas Gitarani dalam mempertahankan eksistensi sebagai penyanyi campur sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Anjas Gitarani sebagai seorang penyanyi dangdut dan campursari memiliki ciri khas yang melekat pada dirinya. Pertama adalah ciri khas vokal, ciri khas goyang, dan ciri khas penggunaan properti topeng. Ketiga hal itu yang membentuk ciri pada diri Anjas. Jika hanya mengandalkan bakat, masih ada bakat lain yang mungkin akan lebih baik, jika hanya mengandalkan goyangan, akan ada goyangan-goyangan lain yang kemungkinan lebih disukai oleh masyarakat, jika mengandalkan properti juga bisa diikuti oleh penyanyi yang lain. Tetapi jika ketiganya digabungkan menjadi satu di dalam tubuh Anjas, menjadi ciri yang susah diikuti oleh penyanyi yang lain dan dapat meningkatkan eksistensinya sebagai penyanyi campur sari