The increase in campursari singers has led to competition between singers in the campursari music world. This study aims to determine how the creativity of Anjas Gitarani in maintaining his existence as a campur sari singer. This study uses a qualitative descriptive research approach. The results of this study are Anjas Gitarani is a dangdut singer, and campursari has an inherent characteristic. The first is the vocal characteristics, rocking characteristics, and using mask properties. These three things form the attributes of Anjas. If you only rely on talent, other talents might be better, and if you only rely on swaying, there will be other swings that people might prefer; if you rely on a property, other singers can follow suit. But if all three are combined into one in Anjas' body, it becomes a trait that is difficult for other singers to follow and can increase his existence as a campursari singer.ABSTRAKBertambahnya penyanyi-penyanyi campur sari memunculkan persaingan antar penyanyi di dunia musik campursari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kreativitas Anjas Gitarani dalam mempertahankan eksistensi sebagai penyanyi campur sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Anjas Gitarani sebagai seorang penyanyi dangdut dan campursari memiliki ciri khas yang melekat pada dirinya. Pertama adalah ciri khas vokal, ciri khas goyang, dan ciri khas penggunaan properti topeng. Ketiga hal itu yang membentuk ciri pada diri Anjas. Jika hanya mengandalkan bakat, masih ada bakat lain yang mungkin akan lebih baik, jika hanya mengandalkan goyangan, akan ada goyangan-goyangan lain yang kemungkinan lebih disukai oleh masyarakat, jika mengandalkan properti juga bisa diikuti oleh penyanyi yang lain. Tetapi jika ketiganya digabungkan menjadi satu di dalam tubuh Anjas, menjadi ciri yang susah diikuti oleh penyanyi yang lain dan dapat meningkatkan eksistensinya sebagai penyanyi campur sari