Ercilia Rini Octavia
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Orang Tua Anak Down Syndrome melalui Pelatihan Fotografi Produk dan Desain Pemasaran Digital Andreas Slamet Widodo; Ercilia Rini Octavia; Anugrah Irfan Ismail; Arief Iman Santoso; Diska Rahmita Gasti
Share: Journal of Service Learning Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.12.1.1-8

Abstract

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dijalankan oleh orang tua anak dengan Down Syndrome merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus membangun inklusi ekonomi bagi kelompok rentan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Sebelas Maret bekerja sama dengan Pusat Informasi dan Komunikasi Orang Tua Anak Down Syndrome (PIK POTADS) Jawa Tengah. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan digital dalam branding dan pemasaran produk melalui pelatihan fotografi produk dengan smartphone, desain konten promosi menggunakan aplikasi Canva, pemanfaatan Instagram sebagai media pemasaran, serta pengenalan marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan interaktif, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi berbasis observasi dan dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan yang signifikan: 80% peserta mampu menghasilkan foto produk yang lebih baik, 70% berhasil membuat desain promosi digital, dan 62,5% memiliki akun Instagram khusus produk. Dari jumlah tersebut, 12 peserta secara konsisten melakukan unggahan rutin setelah pelatihan, yang menjadi bukti antusiasme tinggi dalam menerapkan hasil pembelajaran. Tingkat kepuasan peserta yang mencapai 85% memperkuat klaim keberhasilan program ini. Meski demikian, masih ditemui kendala berupa keterbatasan perangkat digital, rendahnya literasi teknologi, serta jumlah pendamping yang terbatas. Refleksi atas kendala ini menegaskan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh dukungan fasilitas dan pendampingan berkelanjutan. Dampak program tidak hanya pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada aspek sosial berupa tumbuhnya kepercayaan diri, motivasi berwirausaha, dan penguatan jejaring pemasaran berbasis komunitas. Oleh karena itu, direkomendasikan agar program lanjutan mencakup penyediaan perangkat digital yang terjangkau, pendampingan literasi digital tingkat lanjut, serta kolaborasi dengan mahasiswa, relawan, dan mitra eksternal untuk memperluas dampak pada komunitas inklusif lainnya di Indonesia.
GREEN DIGITAL MARKETING UNTUK PEMBERDAYAAN UMKM ORANG TUA ANAK DOWN SYNDROME: STUDI BRANDING INKLUSIF DI PERKOTAAN Ercilia Rini Octavia; Muhizam Mustafa
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 11 No. 02 (2025): Vol. 11 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v11i02.13761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana strategi branding inklusif berbasis green digital marketing dapat memberdayakan UMKM yang dijalankan oleh orang tua anak-anak dengan Down Syndrome. Studi dilakukan pada Yayasan Sosial PIK POTADS Jawa Tengah yang menjadi ruang kolektif bagi 25 pelaku UMKM. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam kepada delapan informan kunci yang aktif mengelola usaha dan terlibat langsung dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding selain menjadi strategi pemasaran, juga berperan sebagai sarana ekspresi personal, identitas sosial, dan perjuangan orang tua dalam membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus. Pendekatan green digital marketing terlihat dari penggunaan platform media sosial secara sadar untuk menyuarakan keberlanjutan, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai inklusif dalam narasi brand. Temuan ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang menekankan empati, personalisasi, serta keterlibatan emosional dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun kepercayaan konsumen, sekaligus menciptakan ruang ekonomi yang lebih manusiawi dan setara. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi pada pengembangan model branding inklusif berbasis komunitas di ranah UMKM perkotaan.