Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN KULTUR SEKOLAH (Konsep, Operasional, dan Temuan-Temuan Penelitian) Roemintoyo Roemintoyo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v6i2.12624

Abstract

Kultur (budaya) organisasi melekat pada oganisasi. Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam ujud fisik maupun abstrak. Kultur sekolah dalam suatu lingkungan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah. Perwujudan kultur sekolah perlu diusahakan kondisi yang mendukungnya, yaitu: kepemimpinan/keteladanan, dan bimbingan terhadap setiap anggota agar mampu meningkatkan semangat kerja dan rasa bangga akan korpnya. Nilai, moral, sikap dan perilaku siswa tumbuh berkembang selama waktu di sekolah, dan perkembangan mereka tidak dapat dihindarkan dipengaruhi oleh struktur dan kultur sekolah serta oleh interaksi mereka dengan aspek/komponen di sekolah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEKNIK PONDASI Aryanti Nurhidayati; Rima Sri Agustin; Taufiq Lilo Adi S.; Roemintoyo Roemintoyo; Eko Supri Murtiono
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v6i1.12500

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi hampir seluruh kehidupan manusia di berbagai bidang. Untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan melalui peningkatan mutu pembelajaran. Pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan materi pelajaran tetapi lebih menekankan bagaimana mengajak mahasiswa untuk menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kecakapan hidup (lifeskill) dan siap untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menghendaki situasi belajar yang alamiah, yaitu mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh dengan cara mengalami dan menemukan sendiri pengalaman belajarnya. Situasi pembelajaran sebaiknya dapat menyajikan aplikasi nyata, masalah yang autentik dan bermakna yang dapat menantang mahasiswa untuk memecahkannya. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pembelajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction (PBI). Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh model pembelajaran PBI dapat meningkatkan keaktifan, kemandirian disamping ketuntasan belajar mahasiswa.Penelitian berlangsung di prodi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP UNS Surakarta selama 6 bulan efektif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Bangunan Semester V yang mengikuti mata kuliah Teknik Pondasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau lesson study. Data dikumpulkan melalui observasi objek, portofolio pengerjaan tugas dan angket.Berdasar hasil analisis penelitian penerapan pembelajaran Problem Based Instruction menunjukan bahwa model Problem Based Instruction dapat diterapkan pada Mata Kuliah Teknik Pondasi. Kegiatan pembelajaran Problem Based Instruction, telah berhasil meningkatkan kemandirian dalam mengkonstruksi pengetahuannya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar, keaktifan mahasiswa mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan, dan ketuntasan belajar mahasiswa tercapai yang ditunjukkan tidak hanya dari hasil belajar, tetapi juga proses pembelajaran sudah terpusat pada mahasiswa (student centered). Pembelajaran Problem Based Instruction yang dilaksanakan, menurunkan jumlah mahasiswa yang mempunyai score di bawah rata-rata kelas dari 63% menjadi hanya 47% yang mempunyai score di bawah rata-rata kelas dan meningkatkan nilai rerata hasil belajar dari 78,6 menjadi 78,85.
SUPERVISI PENGAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH DASAR (Studi Multikasus di SD Laboratorium Sumber Ilmu,SDN Sekar Arum I, SDK Sang Surya, San SON Madukoro VI, Malang) Roemintoyo Roemintoyo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v6i1.12518

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan program supervisi pengajaran untuk meningkatkan profesionalisme guru di sekolah dasar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru, Kepala Sekolah melalui supervisi pengajaran melaksanakan upaya-upaya sebagai berikut: melaksanakan kunjungan kelas, monitoring KBM, rapat dewan guru, pembinaan secara individu maupun kelompok, bacaan profesional, studi lanjut, mengikutkan guru dalam KKG, penataran/lokakarya/seminar, sharing dan diskusi antar guru, guru dengan kepala sekolah, guru dengan pengawas.