Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MERENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GANGGUAN TIDUR : SINGLE CASE STUDY Sinuraya, Elida; Frida L Saragih; Yuli A Milala; Flora Sijabat
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.5977

Abstract

Hipertensi merupakan bagian dari penyakit degenerative, Gejala yang biasa timbul adalah nyeri kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, dan gelisah sehingga menimbulkan gangguan tidur pasien hipertensi. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas dari perendaman kaki air dengan hangat pada pasien hipertensi dengan gangguan tidur, Metode penelitian dengan disain deskriptive berupa studi kasus. Partisipan berusia 55 tahun yang telah satu tahun menderita hipertensi. Dia mengeluh sulit untuk memulai tidur sejak 3 minggu sehingga kepalanya berasa nyeri. Tidur malam hanya empat jam dan sering terbangun sehingga merasa mengantuk di siang hari. Intervensi perendaman kaki dengan air hangat dilakukan selama tiga hari. Hasil: partisipan mengatakan sudah bisa tidur selama tujuh jam dan sudah tidak mudah terbangun pada malam hari. Kesimpulan: perendaman kaki dengan air hangat efektive digunakan pada pasien hipertensi dengan gangguan tidur.
SENAM KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN RISIKO GANGGUAN INTEGRITAS KULIT : A SINGLE CASE STUDY Sinuraya, Elida; Frida L Saragih; Kristiani Lahagu; Flora Sijabat
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6559

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang di tandai dengan hiperglikemia.. Aliran darah yang tidak lancar ke daerah perifer oleh karena hiperglikemia, berisiko terjadinya gangguan integritas kulit di daerah kaki. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas dari senam kaki pada pasien Diabetes Melitus dengan risiko gangguan integritas kulit, Metode penelitian dengan disain deskriptive berupa studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang perempuan yang berusia 43 tahun, mengeluh kakinya terasa kesemutan dan kebas. Ia telah menderita diabetes melitus sejak satu setengah tahun yang lalu. Intervensi latihan kaki diberikan selama tiga hari setiap pagi dan sore hari. Hasil: partisipan tidak menunjukkan adanya tanda dan gejala gangguan integritas kulit pada daerah kaki. Kesimpulan: latihan kaki efektive diberikan kepada pasien diabetes melitus dengan risiko terjadinya gangguan integritas kulit.