Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INVENTARISASI ARSITEKTUR BANGUNAN CAGAR BUDAYA KANTOR POS SEMARANG (Memikirkan Kembali Peluang Fungsi Kantor Pos di Era Digital) Rukayah, R. Siti; Juwono, Sudarmawan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: During the Dutch colonial period, Daendeles (1808) built a 1000km postal highway from Anyer - Panarukan. Now the road is known as the pantura (north coast route). The main function is to facilitate communication between regions controlled by Daendeles. One of the buildings that influenced the construction of the postal highway was the first post office in Batavia (1746) and the second post office in Semarang (1750). In the city of Semarang, along with the development of the city to the south and the existence of road infrastructure towards the kingdom of Mataram (Surakarta and Jogjakarta), several branch post offices were built in the Bangkong area and the Post Office Jalan Dr. Wahidin. The building is the center of postal services and operations in the city of Semarang and its surroundings. However, along with the development of the postal industry process, it has pushed service rooms to be more efficient, resulting in a reduction in the need for workspaces which results in a lot of space that can be used for other functions. This opportunity to revitalize the old post office building can be integrated with the potential of the Old Town area which has been developed as a mainstay tourism destination for the city of Semarang. Taking into account this potential, the purpose of this paper is to map and inventory the architectural potential of the Semarang post office which is very urgent to do. The method used is to conduct observations and interviews in a structured manner. The focus of the study is on the potential of architecture, including architectural space and character, as well as the potential of the existing environment or area. The result of the building inventory to preserve that not only focuses on the physical building but also how the activities in it are still attached to the function of the building.Abstrak: Pada masa colonial Belanda, Daendeles (1808) membangun jalan raya pos sepanjang 1000km dari Anyer - Panarukan dan kini dikenal dengan jalur pantura. Fungsi utama adalah memperlancar komunikasi antar daerah yang di kuasai Daendeles. Salah satu bangunan yang berpengaruh terhadap dibangunnya jalan raya pos adalah Kantor pos pertama di Batavia (1746) dan Kantor pos kedua di Semarang (1750). Di Kota Semarang seiring dengan perkembangan kota ke arah Selatan dan telah adanya infrastruktur jalur jalan kearah kerajaan Mataram (Surakarta dan Jogjakarta) maka dibangunlah kantor pos cabang di kawasan Bangkong dan Kantor pos jalan Dr. Wahidin. Bangunan tersebut menjadi salah satu tulang punggung pelayanan dan operasional pos di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Namun seiring dengan perkembangan proses industri pos telah mendorong ruang pelayanan semakin efisien sehingga terjadi pengurangan kebutuhan ruang kerja yang mengakibatkan banyak ruang yang bisa dimanfaatkan untuk fungsi lain. Peluang ini dapat diintegrasikan dengan potensi kawasan Kota Tua telah dikembangkan sebagai ruang publik dan destinasi pariwisata andalan Kota Semarang. Dengan memperhatikan adanya potensi tersebut tujuan paper ini adalah melakukan mapping dan inventarisasi potensi arsitektur kantor pos Semarang yang sangat mendesak untuk dilakukan. Metode yang dilakukan adalah melakukan survey lapangan dan wawancara secara terstruktur. Adapun fokus kajian adalah pada potensi arsitektur mencakup ruang dan karakter arsitektur, serta potensi lingkungan atau kawasan yang ada. Hasil dari inventarisir bangunan adalah upaya untuk melestarikan yang tidak hanya berfokus pada fisik bangunan saja tetapi juga bagaimana aktivitas di dalamnya masih tetap melekat dengan fungsi bangunannya. 
KARAKTER ARSITEKTUR KOLONIAL KANTOR POS GARUT DALAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN ARSITEKTUR KOTA Juwono, Sudarmawan; Rukayah, Siti; Wibowo, Heru; Ali, Abdullah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Post Office building on Jalan Jenderal Ahmad Yani Garut has been recognized as a cultural heritage object which has become the architectural identity and landmark of the city. Architectural character that forms identity and contributes to regional values is an element that must be maintained in preserving urban areas. This research aims to explore the character of architecture as a basis for conservation and its meaning from a city architecture perspective. This research uses descriptive qualitative methods, especially field observations, previous research studies, history and interpretation of relevant map documents and images. The research results show that the architectural character of the post office is the result of a process of adapting the roof, building body and floor plan. Through studies of city development, it is known that the meaning of these characters provides information regarding the influence of tourism activities on the formation of identity and the physical development of urban architecture that has occurred.Keywords  : architectural character, meaning, development of urban architectureAbstrak: Bangunan Kantor Pos di jalan Jenderal Ahmad Yani Garut selama ini telah diakui sebagai obyek cagar budaya yang menjadi identitas arsitektur dan penanda kota. Karakter arsitektur yang membentuk identitas dan memberikan kontribusi nilai-nilai kawasan adalah unsur yang harus dipertahankan dalam pelestarian kawasan kota. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakter arsitektur sebagai dasar konservasi dan maknanya dari perspektif arsitektur kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif terutama pengamatan lapangan, studi penelitian terdahulu, sejarah dan interpretasi atas dokumen peta dan gambar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter arsitektur kantor pos merupakan hasil suatu proses adaptasi atap, badan bangunan dan denah. Melalui studi terhadap perkembangan kota, diketahui bahwa makna karakter tersebut memberikan informasi mengenai pengaruh aktivitas pariwisata pada pembentukan identitas dan perkembangan kota yang telah terjadi.Kata Kunci: karakter arsitektur, makna, perkembangan arsitektur kota
PEMAKNAAN RUMAH PANGGUNG SEBAGAI MODAL ARSITEKTUR DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KELURAHAN JATIRANGGA KECAMATAN JATISAMPURNA KOTA BEKASI Juwono, Sudarmawan; Ali, Abdullah; Solo, Adrianus
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Jatirangga Village, Jatisampurna District, Bekasi City has the Platform Houses as the characteristic objects that have been recognized as the cultural heritage. Preservation of this cultural heritage will be possible if its existence becomes an attraction and has benefits for residents in a sustainable tourism program. This research aims to identify the potential of this object as a socio-spatial system in the development of Sustainable Tourism by identifying the beneficial value of its architecture.  This research uses descriptive qualitative methods, especially field observations, previous research studies, history and interpretation of relevant map documents and images. The results of the research show that through meaning it is known that Rumah Panggung is an architectural capital from the aspects of spatial planning, philosophical values and educational values which has strategic value in developing local tourism. Using Platform House must be seen from the aspect of developing functions, preserving architectural values, culture, owners and local residents' resources as a network in developing sustainable tourismKeywords: Platform House, Meaning, Architectural Capital, Residents, Sustainable TourismAbstrak: Kelurahan Jatirangga Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi memiliki Rumah Panggung  sebagai obyek karakteristik yang telah diakui sebagai cagar budaya. Pelestarian cagar budaya ini akan bisa dilakukan bilamana keberadaannya menjadi daya tarik dan memiliki benefit bagi warga dalam program pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini hendak mengidentifikasi potensi obyek tersebut sebagai suatu sistem sosio-spasial dalam pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dengan mengindentifikasi nilai benefit arsitekturnya.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif terutama pengamatan lapangan, studi penelitian terdahulu, sejarah dan interpretasi atas dokumen peta dan gambar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pemaknaan diketahui bahwa Rumah Panggung adalah modal arsitektur dari aspek tata ruang, nilai filosofis dan nilai edukasi yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan pariwisata setempat. Pemanfaatan Rumah Panggung harus dilihat dari aspek pengembangan fungsi, pelestarian nilai-nilai arsitektur, budaya, pemilik dan sumber daya warga setempat sebagai jejaring dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.Kata Kunci: Rumah Panggung, Pemaknaan, Modal Arsitektur, Warga, Pariwisata Berkelanjutan