Setyo Budiyanto
Universitas Mercu Buana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI ANALISIS PENGARUH INTERFERENSI CO-CHANNEL BCCH (BROADCAST CONTROL CHANNEL) TERHADAP KUALITAS SEL SISTEM JARINGAN DCS (DIGITAL CELLULAR SYSTEM) 1800 Setyo Budiyanto; Mariesa Aldila
Jurnal Teknologi Elektro Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.519 KB) | DOI: 10.22441/jte.v4i2.749

Abstract

Jumlah pelanggan telekomunikasi seluler yang terus mengalami perkembangan membuat berbagai operator mendirikan banyak BTS (Base Transceiver System) baru agar dapat melayani pelanggannya yang tersebar luas dimana-mana. Namun penambahan BTS bukanlah solusi total untuk mengimbangi jumlah pelanggan, masalah baru muncul akibat keterbatasan kanal frekuensi yang dimiliki oleh jaringan DCS 1800 sendiri. Karenanya digunakan konsep pengulangan frekuensi yang juga memungkinkan terjadinya interferensi co-BCCH sehingga target KPI yang dimiliki operator tidak tercapai.Pada penelitian ini dibahas mengenai kualitas sel di lokasi terjadi interferensi co-BCCH, hal ini menyebabkan kualitas sel tidak mencapai target KPI, ditemukan beberapa lokasi low level signal, dan TCH drop yang tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut kita menggunakan metode penelitian dari hasil drive test di lapangan dan selanjutnya dilakukan optimasi jaringan dengan cara frequency retune dan tilting antenna.Setelah dilakukan optimasi jaringan, dari hasil drive test after di lokasi interferensi dan juga dari KPI monitoring kita mendapatkan hasil semua indicator sudah mencapai KPI target.Kata kunci : DCS 1800, Interferensi Co-BCCH, Frekuensi, Optimasi.
STUDI ANALISIS PERFORMANSI PROTOKOL ROUTING IS-IS DAN OSPFv3 PADA IPv6 UNTUK LAYANAN VIDEO STREAMING Setyo Budiyanto; Ahmad Suhendi Prasetyo
Jurnal Teknologi Elektro Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.67 KB) | DOI: 10.22441/jte.v5i1.759

Abstract

Perkembangan teknologi internet saat ini yang makin berkembang dengan pesat dari hari ke hari membuat layanan pada jaringan berbasis IP ini semakin diminati. Yang mengakibatkan menipisnya persediaan IPv4 sedangkan kebutuhan akan IP semakin bertambah. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan akan IP diciptakanlah IPv6. Dan sama seperti IPv4 untuk saling berkomunikasi di IPv6 dibutuhkan routing protocol. Ada beberapa routing protocol yang bisa digunakan pada IPv6. Beberapa diantaranya adalah Intermediate System-to-Intermediate System (IS- IS) dan IPv6 Open Shortest Path First version 3 (OSPFv3). IS-IS merupakan routing protocol publik yang menggunakan algoritma link state begitu juga dengan IPv6 OSPFv3 routing protocol juga menerapkan algoritma link state. Untuk pengujian dilakukan dengan melakukan akses video streaming yang melewati protocol routing yang diterapkan. Penelitian dilakukan pada network simulator dengan menggambarkan topologi jaringan yang menggunakan IS-IS dan OSPFv3. Dalam hasil simulasi ditemukan bahwa kinerja OSPFv3 lebih baik daripada IS-IS dalam hal delay, packet loss, throughput dan jitter. Tetapi dalam hal routing update IPv6 IS-IS lebih baik dari OSPFv3. Kata kunci : IPV6, IS-IS, OSPFv3, Routing Protocol,Kontrol otomatis, Temperatur, Sensor LM 35, Mikrokontroller 
Pemanfaatan Teknologi Penginderaan dalam Penentuan Pola Sebaran Biota Laut untuk Pencegahan Ilegal Fishing pada Laut Natuna Utara Guna Mendukung Sistem Pertahanan Negara Debiyanti Debiyanti; Dadang Gunawan; Setyo Budiyanto
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5257

Abstract

Indonesia is a maritime country that has a variety of marine biota, especially the North Natuna Sea. This research focuses on the utilization of sensing technology to identify marine biota distribution patterns and prevent Illegal Fishing in the North Natuna Sea. In this context, maritime security becomes a critical aspect, involving not only protection from direct threats such as piracy or smuggling, but also issues such as Illegal Fishing and marine environmental pollution. The research uses the literature study method, collecting and analyzing data from various sources. The results show the importance of integrating advanced technologies such as satellites, radars and unmanned aircraft (UAVs) in maritime surveillance systems. International collaboration, especially with platforms such as the Indo-Pacific Regional Information Sharing (IORIS) and programs such as those run by the United States Coast Guard (USCG), has also proven important in strengthening Indonesia's maritime security capacity. This research emphasizes the importance of combining military and non-military defenses with remote sensing technologies to address threats and disruptions in Indonesia's maritime region.