Musrifah Musrifah
Universitas Tanjungpura

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROTEKSI ARSIP VITAL PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH DI YOGYAKARTA Musrifah Musrifah
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.773 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i2.10025

Abstract

Vital archives are vital records and also records the class that requires special treatment both in terms of security and protection, because the information it has is closely related to the existence and survival of the organization. Therefore, there is no reason whats over for the organization to ignore the existence of these vital records. Vital records protection is a preventive action performed before the occurrence of an event that affects the damaged and destruction of records. This is what lies behind the author to reveal about the protection of vital records at the National Library and Regional Archives in Yogyakarta. As this study aims to determine the general protection of vital records at the National Library and Regional Archives in Yogyakarta. Based on the results of this study concluded that, protection of archives vital conducted by the National Library and Regional Archives in Yogyakarta, which prefer the physical archive vital itself to remain intact saved and survived the disaster, and archive vital is stored on each work unit always use it.Arsip vital merupakan arsip dinamis dan juga arsip kelas satu yang memerlukan perlakuan khusus baik dalam hal pengamanan maupun perlindungan, karena informasi yang dimilikinya sangat terkait dengan keberadaan dan kelangsungan organisasi. Oleh karenanya, tidak ada alasan apapun bagi organisasi untuk mengabaikan keberadaan arsip vital ini. Proteksi arsip vital merupakan tindakan preventif yang dilakukan sebelum terjadinya suatu peristiwa yang berdampak kepada rusak dan musnahnya arsip. Inilah yang melatarbelakangi penulis untuk mengungkap tentang proteksi arsip vital pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah di Yogyakarta. Adapun penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui proteksi arsip vital pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah di Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, proteksi arsip vital yang dilakukan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah di Yogyakarta, yaitu lebih mengutamakan fisik dari arsip vital itu sendiri supaya tetap utuh tersimpan dan selamat dari berbagai bencana, dan arsip vital tersebut disimpan pada setiap unit kerja yang selalu memanfaatkannya.
Keterampilan Komunikasi Efektif Pustakawan Referensi dalam Melayani Pemustaka di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Musrifah Musrifah
Pustakaloka Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.529 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v9i1.921

Abstract

Librarians in their profession in the library must have adequate knowledge in all fields. As we know that the task of librarians, reference librarians especially severe because it requires special skills because the information presented comes from a special collection. Therefore, a reference librarian should have the skills, one of which effective communication associated with their professionalism in carrying out its duties are to serve, assist, guide, and became a consultant for user information as well as the high demands of science should be mastered. This is what lies behind the author's research on effective communication skills in serving the reference librarian at the Library of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. This study aims to determine the general effective communication skills, how to build effective communication and the factors that hinder effective communication skills in serving the reference librarian at the library of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The method used in this research is descriptive method with qualitative research approaches. The research results indicate that communication reference librarian in serving users are already skilled and effective. As for how to build effective communication is done by reference librarian in serving users is how to understand and fulfill the aspects of effective communication as a full relief, tolerance, respect / respect, empathy, caring, polite, caring, can be heard, clearly, trust, caring and humble attitude. The factors that hinder effective communication skills in serving the reference librarian at the library UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta that psychological factors, systematic, and ecological.
SIKAP PEMUSTAKA TERHADAP PUSTAKAWAN SETELAH BERKOMUNIKASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Musrifah Musrifah
AL Maktabah Vol 4, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v4i2.3967

Abstract

Perpustakaan dan pustakawan merupakan sesuatu yang tidak akan terpisahkan, seperti dua sisi mata uang, di mana ada perpustakaan, maka idealnya di situ juga harus ada pustakawan. Tugas pustakawan adalah melayani pemustaka dengan sebaik mungkin, sehingga dituntut untuk dapat mengakomodir kebutuhan pemustaka, “listen to your user”.Pemustaka merupakan sekelompok orang atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas atau layanan suatu perpustakaan. Dalam dunia perpustakaan, apabila pustakawan ketika melayani atau berkomunikasi dengan pemustaka dinilai mempunyai kredibilitas yang tinggi dan dapat dipercaya oleh pemustaka, maka sikap pemustaka akan senang dan menerima semua informasi yang disampaikan oleh pustakawan. Sikap merupakan cara seseorang menerima atau menolak dan memberi respon baik positif maupun negatif pada sesuatu yang didasarkan pada cara dia memberikan penilaian terhadap objek tertentu yang berguna ataupun tidak bagi dirinya. Adapun komponen sikap dalam penelitian ini yaitu, pertama komponen kognitif merupakan komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan dan keyakinan pemustaka. Kedua, komponen afektif yaitu emosi/perasaan positif seperti harapan, kesenangan, keberanian, ketenangan hati, kasih sayang dan keramahtamahan. Ketiga, komponen konatif yaitu tindakan positif seperti mendekati, menyenangi dan mengharapkan obyek (pustakawan). Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap pemustaka terhadap pustakawan setelah berkomunikasi di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta memiliki nilai rerata sebesar 3,01 dalam kategori baik. KataKunci: Sikap, Pemustaka, Pustakawan, Komunikasi
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa Dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka Sahidi Sahidi; Musrifah Musrifah
AL Maktabah Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v6i1.2876

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan perilaku senyum pustakawan terhadap pemustaka, pembiasaan perilaku salam dan sapa pustakawan terhadap pemustaka, dan pembiasaan ucapan terimakasih pustakawan terhadap pemustaka. Metode analisis masalah dalam tulisan ini menggunakan analisis deskriptif berdasarkan studi literatur dari berbagai sumber terkait dengan masalah dan tujuan. Adapun hasil dari pembahasan mengenai pembiasaan perilaku senyum bahwa senyum harus dimulai dan dipraktikan oleh pustakawan kepada pemustaka pada awal dimana pustakawan dan pemustaka bertemu. Bentuk senyuman yang dianjurkan untuk dilakukan oleh pustakawan terhadap pemustaka adalah senyum ketabahan/ketegaran dan senyuman tulus. Pembiasaan salam dan sapa dapat dipraktikan dan dibiasakan oleh pustakawan dengan menyapa pengunjung yang datang dengan ucapan “Assalamu ‘alaikum warahmatullah” (bagi orang islam) atau “selamat pagi”, “selamat siang”, “selamat sore” maupun “selamat malam”, dan berupa sapaan teguran. Sedangkan ucapan terimakasih pada umumnya merupakan bentuk ucapan akhir dari sebuah interaksi antara penyedia layanan dengan pengguna layanan. Pustakawan dapat mempraktikan dan membiasakan ucapan terimakasih kepada pemustaka seperti mengucapkan terima kasih atas kunjangan pemustaka, ucapan terima kasih atas pemanfaatan koleksi perpustakaan, ucapan terima kasih atas kepercayaan kepada pengguna dalam menggunakan layanan perpustakaan.