Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA POLITIK REZIM ORDE BARU DI INDONESIA STUDI TENTANG KEGAGALAN KONSOLIDASI POLITIK REZIM ORDE BARU PADA TAHUN 1990-1996 Legowo, Sivfian Hendra; Krisnadi, IG; Sumartono, Hendro
Publika Budaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Publika Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.514 KB)

Abstract

Artikel ini berisi pembahasan mengenai rezim Orde Baru pada tahun 1990-1996. Berjayanya Orde Baru selama 32 tahun disebabkan karena kakuatan politik yang didapatkan dari proses konsolidasi politik mulai rezim ini muncul. Orde Baru memperoleh kejayaannya sejak era 1970-an, ditandai dengan penyelesaian Peristiwa Malari pada tahun 1974 oleh kekuatan militer dan jaringan politik Suharto lainnya. Memasuki era 1990-an, proses konsolidasi yang telah mapan sebelumnya menjadi berantakan dan berujung pada transisi rezim Orde Baru pada tahun 1998. Oleh karena itu, dinamika politik yang terjadi pada era pratransisi menjadi permasalahan utama untuk melakukan kajian ini. Penelitia skripsi ini menggungakan metode sejarah melalui empat tahapan meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Kajian skripsi yang berbasis kebijakan politik nasional yang terkandung dalam strategi politik Orde Baru telah banyak diteliti di dalam teks buku, artikel dan surat kabar, oleh karenanya penelitian dalam skripsi ini lebih memakai studi pustaka. Perkembangan politik era pratransisi ditandai dengan gerakan prodemokrasi dan hak asasi manusia yang ternyata menuntut rezim Orde Baru untuk melakukan inovasi dalam strategi politiknya. Sistem otoriter dan tindakan represif rezim Orde Baru, ternyata malah membuat soliditas gerakan oposisi makin mapan. Bahkan, stigma komunis yang menjadi struktur ide Orde Baru paling ampuh, telah terdistorsi melawan arus demokrasi dan hak asasi manusia. Akhirnya, hampir semua strategi politik Orde Baru malah membuat gerakan oposisi makin kuat dengan adanya musuh bersama yang harus ditumbangkan.
PRESERVING CULTURE AND REVIVING ANCESTRAL HERITAGE THROUGH HISTORICAL STUDIES AND LIVE ACTION VIDEO PRODUCTION OF KEBO-KEBOAN BANYUWANGI Legowo, Sivfian Hendra; Romadloni, Sahru; Ilwafa, Ach. Ridlo
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7854

Abstract

This study aims to reconstruct the local history of the Kebo-Keboan tradition in Alasmalang Village, map its values, symbols, and socio-cultural functions, and design a research-based live action video production as a preservation education medium. The method used is descriptive qualitative with a historical approach through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography; data were collected through observation, in-depth interviews with the Traditional Leader (Doni Agus Fergianto/Mbah Doni), ritual figure Mbah Ribut, and Village Head Abdul Munir, accompanied by documentation and document studies. The results show that Kebo-Keboan is rooted in the memory of crisis (pagebluk) and the legitimacy of sacred spaces (Watu Loso and cornerstones), developing through a period of formation, organizational strengthening, and a modern phase marked by audience expansion, packaging adjustments, and the need for representational control. The conclusion of the study confirms that the integration of historical studies and community-validated live action video production can broaden access to understanding for the younger generation without shifting the community's cultural authority. The limitations of the study lie in the dominance of oral sources and the lack of a long-term media impact evaluation.