Gunawan Priadi
Research Center for Biotechnology-LIPI

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan modified cassava flour dan tepung tapioka sebagai bahan pengisi keju cedar olahan Gunawan Priadi; Fitri Setiyoningrum; Fifi Afiati; Rizal Syarief
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.245 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4050.61-66

Abstract

Ubi kayu merupakan sumber karbohidrat yang berpotensi sebagai bahan pengisi keju cedar olahan. Pengkajian terhadap karakteristik fisikokimia keju cedar olahan bertujuan untuk memperoleh model formula penambahan bahan pengisi berbasis ubi kayu dan mengetahui nilai kesukaan terhadap keju cedar olahan terpilih. Penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu pembuatan keju cedar olahan, karakterisasi keju olahan, penentuan model fomula penambahan bahan pengisi berbasis ubi kayu, verifikasi formula terpilih dan uji organoleptik terhadap produk dengan model formula terpilih. Pembuatan keju cedar olahan mengunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor. Penentuan model formula mengunakan respon permukaan historical data. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan mocaf dan tapioka dengan variasi konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap kadar lemak dan karbohidrat produk, sedangkan kadar air, kadar abu, kadar protein dan profil tekstur produk tidak dipengaruhi secara signifikan. Penambahan tapioka 3% (b/b) merupakan model formula terpilih keju cedar olahan dengan karakteristik kadar air 46,96 %; kadar protein 36,39 % (bk); kadar lemak 36,05 % (bk); kadar karbohidrat 5,09% (bk), nilai kekerasan 844,518 gF; daya adhesive 69,739 g/s; elastisitas 0,421; daya kohesif 0,424; kelengketan 358,697 gF; dan daya kunyah 151,244 gF serta nilai kesukaan keju cedar olehan formula terpilih cenderung netral. Mocaf dan tapioka dapat dijadikan bahan pengisi keju cedar olahan.AbstractCassava is a potential source of carbohydrate as a filler for processed cedar cheese. Study of physicochemical characteristics of processed cheddar cheese was done to obtain the formula of the cassava based filler addition and preferential value of the selected formula. The research  consisted of some steps, i.e. processed cheddar cheese production, processed cheddar cheese characterization, determination of processed cheddar cheese formula model, verification of selected formula, and hedonic test on selected formula product. Preparation of processed cheddar cheese using randomized complete design with one factor, while the formula modeling using response surface with historical data method. The result showed that the use of modified cassava flour (mocaf) and tapioca with different concentration significantly influenced (p<0,05) to the increasing fat and decreasing carbohydrate content of the product, while the water, ash, protein and texture profile ore not significantly influenced. The addition of 3% tapioca (w/w) was selected as formula model with the characteristic water content 46.96%; protein 36.39% (db); fat 36.05% (db); carbohydrate 5.09% (db), hardness 844.518 gF; adhesiveness 69.739 g/s; springiness 0.421; cohesiveness 0.424; gumminess 358.697 gF; and chewiness 151.244 gF, with preferential value tend to be neutral. Mocaf and tapioca could be used as filler in processing processed cheddar cheese.
Pendugaan umur simpan sediaan bawang tunggal hitam dengan metode accelerated shelf-life testing (ASLT) Gunawan Priadi; Fitri Setiyoningrum; Fifi Afiati; Hisaqia Amieni; Muhamad Arpah
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v9i2.5454.79-88

Abstract

Sediaan bawang tunggal hitam terdiri atas bawang tunggal hitam utuh, ekstrak dan mikroenkapsulat. Senyawa antioksidan dalam sediaan bawang tunggal hitam akan mengalami kerusakan selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan menentukan kinetika degradasi kapasitas antioksidan dan total fenolik pada sediaan bawang tunggal hitam dan memperkirakan umum simpannya dengan metode accelerated shelf-life testing (ASLT). Hasil penelitian menunjukan kapasitas antioksidan dan total fenolik sediaan bawang tunggal hitam mengalami penurunan selama penyimpanan. Total fenolik dijadikan parameter penentuan umur simpan sediaan bawang tunggal hitam. Bawang tunggal hitam utuh mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan sediaan lainnya. Umur simpan sediaan bawang tunggal hitam pada suhu 25°C adalah: bawang tunggal hitam utuh 199 hari, ekstrak bawang tunggal hitam 259 hari, dan mikroenkapsulat 255 hari.ABSTRACTSolo black garlic products consisted of whole solo black garlic, extract, and microencapsulated. Antioxidant compounds in the black garlic products will be damaged during storage. The study was aimed to determine the kinetics degradation of antioxidant capacity and total phenolic of black garlic products and to estimate their shelf life using accelerated shelf life testing (ASLT) method. The result showed that antioxidants and total phenolic of products decreased during storage. Total phenolic was used to predict the shelf life of products. The whole black garlic deterioration is faster than other products. The shelf life of whole black garlic, black garlic extract and microencapsulated black garlic extract at 25°C were 199 days, 259 days, and 255 days respectively.
Pemanfaatan modified cassava flour dan tepung tapioka sebagai bahan pengisi keju cedar olahan Gunawan Priadi; Fitri Setiyoningrum; Fifi Afiati; Rizal Syarief
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.245 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4050.61-66

Abstract

Ubi kayu merupakan sumber karbohidrat yang berpotensi sebagai bahan pengisi keju cedar olahan. Pengkajian terhadap karakteristik fisikokimia keju cedar olahan bertujuan untuk memperoleh model formula penambahan bahan pengisi berbasis ubi kayu dan mengetahui nilai kesukaan terhadap keju cedar olahan terpilih. Penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu pembuatan keju cedar olahan, karakterisasi keju olahan, penentuan model fomula penambahan bahan pengisi berbasis ubi kayu, verifikasi formula terpilih dan uji organoleptik terhadap produk dengan model formula terpilih. Pembuatan keju cedar olahan mengunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor. Penentuan model formula mengunakan respon permukaan historical data. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan mocaf dan tapioka dengan variasi konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap kadar lemak dan karbohidrat produk, sedangkan kadar air, kadar abu, kadar protein dan profil tekstur produk tidak dipengaruhi secara signifikan. Penambahan tapioka 3% (b/b) merupakan model formula terpilih keju cedar olahan dengan karakteristik kadar air 46,96 %; kadar protein 36,39 % (bk); kadar lemak 36,05 % (bk); kadar karbohidrat 5,09% (bk), nilai kekerasan 844,518 gF; daya adhesive 69,739 g/s; elastisitas 0,421; daya kohesif 0,424; kelengketan 358,697 gF; dan daya kunyah 151,244 gF serta nilai kesukaan keju cedar olehan formula terpilih cenderung netral. Mocaf dan tapioka dapat dijadikan bahan pengisi keju cedar olahan.AbstractCassava is a potential source of carbohydrate as a filler for processed cedar cheese. Study of physicochemical characteristics of processed cheddar cheese was done to obtain the formula of the cassava based filler addition and preferential value of the selected formula. The research  consisted of some steps, i.e. processed cheddar cheese production, processed cheddar cheese characterization, determination of processed cheddar cheese formula model, verification of selected formula, and hedonic test on selected formula product. Preparation of processed cheddar cheese using randomized complete design with one factor, while the formula modeling using response surface with historical data method. The result showed that the use of modified cassava flour (mocaf) and tapioca with different concentration significantly influenced (p<0,05) to the increasing fat and decreasing carbohydrate content of the product, while the water, ash, protein and texture profile ore not significantly influenced. The addition of 3% tapioca (w/w) was selected as formula model with the characteristic water content 46.96%; protein 36.39% (db); fat 36.05% (db); carbohydrate 5.09% (db), hardness 844.518 gF; adhesiveness 69.739 g/s; springiness 0.421; cohesiveness 0.424; gumminess 358.697 gF; and chewiness 151.244 gF, with preferential value tend to be neutral. Mocaf and tapioca could be used as filler in processing processed cheddar cheese.
Pendugaan umur simpan sediaan bawang tunggal hitam dengan metode accelerated shelf-life testing (ASLT) Gunawan Priadi; Fitri Setiyoningrum; Fifi Afiati; Hisaqia Amieni; Muhamad Arpah
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.365 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i2.5454.79-88

Abstract

Sediaan bawang tunggal hitam terdiri atas bawang tunggal hitam utuh, ekstrak dan mikroenkapsulat. Senyawa antioksidan dalam sediaan bawang tunggal hitam akan mengalami kerusakan selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan menentukan kinetika degradasi kapasitas antioksidan dan total fenolik pada sediaan bawang tunggal hitam dan memperkirakan umum simpannya dengan metode accelerated shelf-life testing (ASLT). Hasil penelitian menunjukan kapasitas antioksidan dan total fenolik sediaan bawang tunggal hitam mengalami penurunan selama penyimpanan. Total fenolik dijadikan parameter penentuan umur simpan sediaan bawang tunggal hitam. Bawang tunggal hitam utuh mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan sediaan lainnya. Umur simpan sediaan bawang tunggal hitam pada suhu 25°C adalah: bawang tunggal hitam utuh 199 hari, ekstrak bawang tunggal hitam 259 hari, dan mikroenkapsulat 255 hari.ABSTRACTSolo black garlic products consisted of whole solo black garlic, extract, and microencapsulated. Antioxidant compounds in the black garlic products will be damaged during storage. The study was aimed to determine the kinetics degradation of antioxidant capacity and total phenolic of black garlic products and to estimate their shelf life using accelerated shelf life testing (ASLT) method. The result showed that antioxidants and total phenolic of products decreased during storage. Total phenolic was used to predict the shelf life of products. The whole black garlic deterioration is faster than other products. The shelf life of whole black garlic, black garlic extract and microencapsulated black garlic extract at 25°C were 199 days, 259 days, and 255 days respectively.
Optimasi formula yogurt bawang hitam menggunakan response surface methodology (RSM) Gunawan Priadi; Fitri Setiyoningrum; Fifi Afiati; Nela Rifda Nur Millatina; Budi Nurtama; Des Saputro Wibowo
Jurnal Litbang Industri Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v13i1.7863.1-10

Abstract

Proses suplementasi akan menambah nilai manfaat pada produk akhir. Komposisi bahan yang tepat memberikan nilai kelebihan pada proses produksi, ekonomi, dan nilai penerimaan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimasi formula yogurt yang ditambahkan dengan bawang hitam. Variabel bebas yang diamati adalah konsentrasi gelatin, skim dan ekstrak bawang hitam. Bawang hitam yang digunakan adalah bawang hitam non fermentasi dan bawang hitam terfermentasi. Optimasi formulasi yogurt dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Combine D-optimal. Respon yang dipilih adalah total bakteri asam laktat, kandungan protein, lemak, total padatan, total asam tertitrasi, kapasitas antioksidan, sineresis, dan total polifenol. Hasil penelitian menunjukan kondisi optimum formulasi yogurt bawang hitam non fermentasi adalah gelatin 0,25%, skim 3,19%, dan ekstrak bawang hitam non fermentasi 3,31%. Pada yogurt bawang hitam terfermentasi diperoleh formula optimum gelatin 0,49%, skim 2,50%, dan ekstrak bawang hitam terfermentasi 3,76%. Yogurt suplementasi bawang hitam memiliki kandungan bakteri asam laktat 1,42–6,87x108, total asam tertitrasi 1,26–1.88%, dan protein 4,13–5,30%. Proses suplementasi bawang hitam menghasilkan yogurt sesuai dengan standar dan nilai fungsionalnya meningkat.