This Author published in this journals
All Journal MAJALAH BIAM
Sugeng Hadinoto
Baristand Industri Ambon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK MUTU IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) ASAP MENGGUNAKAN ASAP CAIR DARI TEMPURUNG KELAPA Sugeng Hadinoto; Joice PM Kolanus; Komers RW Manduapessy
Majalah BIAM Vol 12, No 1 (2016): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.639 KB) | DOI: 10.29360/mb.v12i1.2324

Abstract

Penggunaan asap cair pada pembuatan ikan cakalang asap merupakan upaya untuk mengatasi kelemahan pada pengasapan tradisional, namun produk ikan cakalang asap juga bisa mengalami kerusakan, kerusakan pada ikan asap disebabkan terutama oleh pertumbuhan mikroba karena penanganan produk yang tidak tepat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu ikan cakalang asap berdasarkan SNI 2725.1:2009. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan merendam ikan pada kombinasi konsentrasi garam 4% dan konsentrasi asap cair  tempurung kelapa 4% yang dioven selama ± 8  jam pada suhu 50  - 800C. Hasil uji organoleptik yang dilakukan terhadap ikan cakalang asap menunjukkan nilai rata-rata untuk spesifikasi kenampakan 7,4; spesifikasi bau  7,6;  spesifikasi  rasa  8,4;  spesifikasi  tekstur  7,9;  lendir  dan  jamur  masing-masing  9,  analisis terhadap cemaran mikroba menunjukkan nilai Angka  Lempeng  Total  <1,0  x  101  koloni/g,  Escherichia  coli  <3  APM/g, Salmonella sp dan Vibrio cholerae negatif, dan Staphylococcus aureus < 1,0 x 101 koloni/g. Sedangkan analisis kimia menunjukkan nilai  kadar air 59,00%, kadar garam 0,08% dan histamin 42,32 mg/g. Dari penelitian  yang telah  dilakukan  dapat  diambil  kesimpulan  bahwa  produk  ikan  cakalang  asap  yang  diolah  telah  sesuai  dengan standar yang sudah ditetapkan berdasarkan SNI 2725.1:2009.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT DARI BEBERAPA JENIS IKAN HASIL BUDIDAYA KARAMBA SEBAGAI SUMBER OLAHAN PANGAN Sugeng Hadinoto; Noor Maryam Setyadewi
Majalah BIAM Vol 10, No 1 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.956 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i1.2015

Abstract

Pesisir merupakan daerah yang rawan terhadap pencemaran logam berat. Keberadaan logam berat di perairan dapat terakumulasi dalam ikan dan jika dikonsumsi manusia dapat menganggu kesehatan.  Penelitian terhadap ikan budidaya di Galala ini menggunakan metode adisi standar secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akumulasi kandungan logam berat pada bagian tubuh ikan hasil budidaya karamba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat pada ikan baronang (Siganus canaliculatus), Ag terbesar terdapat pada jeroan yaitu 0,0213 ppm, kemudian kepala 0,0202 ppm, daging 0,0048 ppm; Ca pada bagian jeroan 14,5604 ppm, daging 5,9721 ppm dan kepala 3,9440 ppm; dan Zn pada bagian kepala 2,1492 ppm, bagian jeroan 1,5146 ppm, daging 0,6931 ppm.  Akumulasi  konsentrasi logam berat Ag pada ikan bubara (Trachinotus carolinus) terbesar pada bagian jeroan sebesar 0,0219 ppm, kepala 0,0207 ppm dan daging 0,0088 ppm; Ca pada bagian kepala 65,8074 ppm, daging 42,7087 ppm dan jeroan 13,9813 ppm; dan Zn 1,0616 ppm pada bagian daging, kepala 1,0005 ppm dan jeroan 0,6386 ppm.
VERIFIKASI METODE PENGUJIAN CEMARAN LOGAM PADA AIR MINERAL DALAM KEMASAN (AMDK) DENGAN METODE AAS-GFA Ignacius D. Sukaryono; Sugeng Hadinoto; Lalu R. Fasa
Majalah BIAM Vol 13, No 1 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.331 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i1.1965

Abstract

Verifikasi metode dalam proses pengujian di laboratorium sangat penting peranannya. Tujuan dari verifikasi  metode uji sebagai jaminan mutu, evaluasi kesesuain metode dan kompetensi laboratorium serta pemenuhan peraturan (sistem manajeman mutu). Penelitian  ini dilakukan untuk memverifikasi metode pengujian cemaran logam pada sampel Air Minum  Dalam Kemasan (AMDK) secara AAS-GFA. Cemaran logam yang dilakukan verifikasi metode ujinya yaitu Pb, Cu dan Cd. Tujuannya adalah untuk memastikan dan mengevaluasi metode uji yang digunakan apakah mempunyai kesesuaian atau belum terhadap penggunaannya. Parameter yang dihitung adalah presisi, akurasi  (recovery),  LOD dan LOQ. Nilai koefisien variansi percobaan (% RSD) untuk semua logam lebih kecil dari pada nilai koefisien variansi Horwitznya, sehingga presisi metode memenuhi syarat. Sedangkan nilai akurasi (recovery)  dari semua logam  berada dikisaran 91,6610 %  - 101,1633 %. Kisaran ini masih dalam kisaran memenuhi syarat yaitu antara 60  -  115 %, sehingga akurasi metode ujinya memenuhi syarat keberterimaan. Nilai LOD untuk logam Pb 0,0063 µg/L, Cu 0,0603 µg/L dan Cd 0,0537 µg/L. Nilai LOQ 0,021 µg/L untuk Pb, 0,201 µg/L untuk Cu dan 0,179 µg/L untuk Cd. Hasil perhitungan tersebut menjelaskan bahwa semua parameter verifikasi  metode memenuhi persyaratan, sehingga metode uji yang digunakan mempunyai kesesuaian terhadap penggunaannya.