This Author published in this journals
All Journal MAJALAH BIAM
Mozes S.Y. Radiena
Baristand Industri Ambon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF TRITERPENOID DARI EKSTRAK ALGA LAUT HIJAU SILPAU (Dictyosphaeria versluysii) DENGAN SPEKTROFOTOMETER FTIR Mozes S.Y. Radiena; Edward J. Dompeipen
Majalah BIAM Vol 15, No 1 (2019): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.214 KB) | DOI: 10.29360/mb.v15i1.5297

Abstract

Silpau (D. versluysii) adalah salah satu jenis alga laut hijau yang biasanya ditemukan tumbuh menempel pada substrat batu karang dan merupakan bahan pangan masyarakat di Kepulauan Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dari ekstrak alga laut hijau silpau (D. versluysii) dengan spektrofotometer FTIR. Ekstraksi senyawa dilakukan dengan metode maserasi tunggal menggunakan pelarut metanol. Penapisan fitokimia sampel dilakukan diengan menggunakan metode Harborne. Isolasi senyawa aktif menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak yang digunakan adalah pelarut n-heksana : etil asetat dengan perbandingan (50:1 ~  1:1) secara gradien. Aktiviitas senyawa diukur menggguunkan uji Brine shrimp lethality Test mengikuti metode Meyer. Identifikasi senyawa aktif  meliputi dengan menggunakan spektrofotometer FTIR (Fourier Transorm Infra Red). Analisis spektrum FT-IR isolat sub fraksi-IV  memperlihatkan ciri khas senyawa triterpenoid. Penelitian ini telah dapat mengisolasi senyawa bioaktif dari alga laut hijau Silpau yang berdasarkan data analisis fitokimia dan spektrofotometer FTIR., seyawa teridentifikasi sebagai senyawa golongan Triterpenoid. Senyawa ini potensial aktif karena memiliki nilai LC 50 sebesar 126,582 μg/ml.
UMUR OPTIMUM PANEN PISANG KEPOK (Musa paradisiaca, L) TERHADAP MUTU TEPUNG PISANG Mozes S.Y. Radiena
Majalah BIAM Vol 12, No 2 (2016): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.093 KB) | DOI: 10.29360/mb.v12i2.1961

Abstract

Komoditi pisang merupakan produk  antara  yang  cukup prospektif  dalam  pengembangan  sumber  pangan  lokal selain itu pisang mempunyai sifat mudah rusak dan cepat mengalami perubahan mutu, karena kandungan airnya tinggi dan aktivitas proses metabolismenya meningkat setelah dipanen. Mutu pisang yang baik sangat ditentukan oleh  tingkat  ketuaan  buah  dan  penampakkannya.  Tingkat  ketuaan  buah  berdasarkan  umurnya,  sedangkan penampakan diperoleh dari penanganan pascapanen yang baik. Tingkat umur pisang kepok berpengaruh pada cita rasa tepung dimana semakin bertambah umur pisang, maka tepung yang dihasilkan pun akan terasa manis. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui pengaruh  tingkat umur panen pisang kepok  terhadap kadar gula reduksi  tepung  pisang. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah Rancangan Acak  Lengkap  (RAL). Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa perlakuan  tingkat  umur  panen  pisang  kepok  yang  berbeda  berpengaruh terhadap  kadar  gula  reduksi,  kadar  air  dan warna  tepung. Perlakuan  tingkat  umur  panen  pisang  kepok    yang terbaik adalah  90 hari dengan menghasilkan  mutu tepung terbaik, kadar gula reduksi (17,35 %), kadar air (10,2%) dengan nilai skor 4,06 (warna) putih kekuningan.