This Author published in this journals
All Journal MAJALAH BIAM
Edward J. Dompeipen
Baristand Industri Ambon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISOLASI KITIN DAN KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG Edward J. Dompeipen; Marni Kaimudin; Riardi P Dewa
Majalah BIAM Vol 12, No 1 (2016): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.501 KB) | DOI: 10.29360/mb.v12i1.2326

Abstract

Udang di Indonesia di ekspor dalam bentuk beku yaitu udang yang telah mengalami cold storage setelah melalui pemisahan  kepala dan kulit. Akibat dari proses  tersebut  diperoleh limbah  atau  hasil  samping  berupa  kepala (carapace)  dan  kulit  (peeled) yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan.  Kitin  dan  kitosan  adalah bahan industri yang multifungsi dan multi guna. Isolasi senyawa kitin melalui reaksi demineralisasi dengan larutan HCl 1 N,  perbandingan  15:1  (v/b)  direaksikan  dalam  ekstraktor  pada  suhu  60 0C  selama  30  menit.  Reaksi deproteinisasi  dengan  larutan  NaOH  3,5 %,  perbandingan  10:1  (v/b),  kemudian  direaksikan  dalam  ekstraktor selama  2  jam pada    temperatur  65 oC.  Reaksi  dekolorisasi  dengan  larutan  NaOCl  0,315%,  perbandingan  10:1 (v/b) dalam ekstraktor selama selama 1 jam pada suhu 40 oC. Reaksi deasetilasi kitin menjadi kitosan dilakukaan dengan NaOH 60%, perbandingan 20:1 (v/b) dan direaksikan dalam ekstraktor pada suhu 80 – 100 oC selama 1 jam. Kualitas kitin yang dihasilkan antara lain, kadar air  6,89%, kadar abu 7,8%, sedangkan kualitas kitosan yang dihasilkan, kadar air  9,28%, kadar abu 1,49%, kadar protein ≤ 0,5%,  larut sempurna  dengan asam asetat 2%, rendemen  63% dan derajat deastilasi : 83,25%. Kualitas kitosan yang dihasilkan sudah dapat memenuhi standar Protan Laboratory.
IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF TRITERPENOID DARI EKSTRAK ALGA LAUT HIJAU SILPAU (Dictyosphaeria versluysii) DENGAN SPEKTROFOTOMETER FTIR Mozes S.Y. Radiena; Edward J. Dompeipen
Majalah BIAM Vol 15, No 1 (2019): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.214 KB) | DOI: 10.29360/mb.v15i1.5297

Abstract

Silpau (D. versluysii) adalah salah satu jenis alga laut hijau yang biasanya ditemukan tumbuh menempel pada substrat batu karang dan merupakan bahan pangan masyarakat di Kepulauan Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dari ekstrak alga laut hijau silpau (D. versluysii) dengan spektrofotometer FTIR. Ekstraksi senyawa dilakukan dengan metode maserasi tunggal menggunakan pelarut metanol. Penapisan fitokimia sampel dilakukan diengan menggunakan metode Harborne. Isolasi senyawa aktif menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak yang digunakan adalah pelarut n-heksana : etil asetat dengan perbandingan (50:1 ~  1:1) secara gradien. Aktiviitas senyawa diukur menggguunkan uji Brine shrimp lethality Test mengikuti metode Meyer. Identifikasi senyawa aktif  meliputi dengan menggunakan spektrofotometer FTIR (Fourier Transorm Infra Red). Analisis spektrum FT-IR isolat sub fraksi-IV  memperlihatkan ciri khas senyawa triterpenoid. Penelitian ini telah dapat mengisolasi senyawa bioaktif dari alga laut hijau Silpau yang berdasarkan data analisis fitokimia dan spektrofotometer FTIR., seyawa teridentifikasi sebagai senyawa golongan Triterpenoid. Senyawa ini potensial aktif karena memiliki nilai LC 50 sebesar 126,582 μg/ml.