Minyak daun nilam merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang sering disebut dengan minyak eteris atau minyak terbang. Proses pengambilan minyak daun nilam dapat dilakukan dengan dIstilasi air, dIstilasi uap-air dan dIstilasi uap. Untuk menaikkan pendapatan penyuling minyak daun nilam dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi minyak atsiri tersebut di Maluku, maka perlu dilakukan usaha untuk menaikkan rendemen dan mutu minyak sesuai dengan Standart Nasional Indonesia. Salah satu cara adalah memperbaiki teknik distilasi dan memperbaiki kondisi operasi agar proses distilasi dapat menghasilkan rendemen minyak yang optimal dengan standart mutu yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi saringan pada alat suling minyak nilam dan lama pemeraman daun nilam terhadap rendemen dan laju distilat selama proses penyulingan. Penyulingan minyak nilam menggunakan sistim air-uap dengan perlakuan modifikasi penyaring (selongsong dan datar) pada alat distilasi dan lama pemeraman daun. Data penelitian dianalisis secara deskriptif berupa trend grafik. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh dari modifikasi saringan pada alat suling dan lama pemeraman daun-ranting nilam terhadap rendemen dan laju distilat. Laju destilat terindikasi dipengaruhi oleh tipe saringan, lama pemeraman daun-ranting dan kerapatan bahan dalam ketel suling. Warna minyak dari perlakuan penyulingan memenuhi SNI No 06-2385- 2006.