Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Wireless Sensor Network (Wsn) Dengan Topologi Tree Pada Pemantauan Tanah Longsor Lesmana, Wahyu Indra; Harianto, Harianto; Wibowo, Madha Christian
JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.673 KB)

Abstract

Currently wireless technology has grown rapidly. Wireless technology is wireless communication technology, and currently has a lot of growing up and one of the developments is the wireless sensor networks (WSN). WSN is a combination of wireless modules, micro module and the sensor module, the workings of WSN is the sensor response value to the microcontroller module and the response values are transmitted via wireless communication. Based on how the WSN can be used for various purposes with one of them for monitoring natural disasters. WSN is designed for monitoring natural disasters landslides. In general WSN systems have problems such as limited distance. In this system, the authors apply topology tree and spanningtreeprotocol (STP). Tree topology is a collection of star topology are connected into the bus topology as spine or backbone lines, while STP is a network communications protocol that has automatic backup paths if the main line is not active. By implementing this system, the maximum distance of the receiving and sending data of node to node is 100 meters, while by applying tree topology and spanningtreeprotocol within a maximum range on the whole system is 141 meters. With these results it can be concluded that the overall system using a maximum distance of wider scope.
Efektivitas Model Inquiry Learning terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Matematika Aisyah, Siti; Maulidar, Maulidar; Astuti, Indra Puji; Untari, Erny; Lesmana, Wahyu Indra
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.545

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih cenderung bersifat prosedural, sehingga kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model inquiry learning dalam meningkatkan kedua kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest–posttest pada 18 siswa kelas VI. Instrumen penelitian berupa tes berpikir kritis dan kreatif berbasis indikator HOTS yang telah divalidasi. Analisis data meliputi uji normalitas, uji paired sample t-test, perhitungan N-gain, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kritis dari 60,28 menjadi 80,11 dan kemampuan berpikir kreatif dari 62,17 menjadi 82,39, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Nilai N-gain masing-masing sebesar 0,62 dan 0,64 (kategori sedang), serta effect size sebesar 1,45 dan 1,38 (kategori besar), yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut tidak hanya signifikan secara statistik, tetapi juga kuat secara praktis. Temuan ini mengindikasikan bahwa inquiry learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif secara simultan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa model inquiry learning dapat menjadi alternatif pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengembangan HOTS, meskipun masih diperlukan pengujian lebih lanjut pada sampel yang lebih luas.