Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYEMPURNAAN TAHAN API DAN ANTIBAKTERI PADA KAIN KAPAS DENGAN N-METILOL DIMETILFOSFONOPROPIONAMIDA (PYROVATEX CP NEW) DAN KITOSAN MENGGUNAKAN PLASMA LUCUTAN KORONA Mohamad Widodo; Siti Nuhiyah; Khairul Umam; Zaenul Muchlisin; Muhammad Nur
Arena Tekstil Vol 34, No 2 (2019)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v34i2.5709

Abstract

Plasma lucutan korona dengan konfigurasi elektroda multi titik-bidang telah digunakan pada studi ini untuk proses penyempurnaan tahan api dan antibakteri pada kain kapas menggunakan N-metilol dimetilfosfonopropionamida (MDFPA, Pyrovatex CP New) dan kitosan. Kain kapas diberi perlakuan dengan campuran Pyrovatex CP New 400 g/L, asam fosfor 80% 20 g/L, dan kitosan 10 g/L menggunakan metode benam peras-plasma, plasma-benam peras dan plasma-perendaman dengan variasi waktu pajanan plasma 5 – 30 menit. Ketiga metode tersebut menghasilkan kain kapas yang tidak meneruskan pembakaran dengan panjang arang bervariasi antara 9,5 – 12,2 cm tergantung waktu pemajanan. Sebagai perbandingan, kain kapas yang tidak diberi perlakuan memiliki waktu nyala dan bara masing-masing 7 dan 20 detik serta panjang arang 30 cm, sedangkan cara benam peras-pemanaswetan menghasilkan kain yang juga tidak meneruskan pembakaran tapi dengan panjang arang 16 cm. Hingga batas tertentu, arang yang tersisa semakin pendek dengan semakin lamanya waktu pajanan plasma karena waktu pemajanan yang terlalu lama justru menambah panjang arang. Cara plasma-perendaman menghasilkan aktifitas antibakteri yang relatif lebih tinggi dengan diameter daya hambat sebesar 14 mm daripada plasma-benam peras dan benam peras-plasma yang hanya menghasilkan daya hambat sebesar 13 mm. Meskipun belum maksimum, perlakuan kain kapas dengan Pyrovatex CP New dan kitosan menggunakan plasma lucutan korona telah memberikan sifat tahan api dan antibakteri yang cukup signifikan dan menjanjikan.
PEMANFAATAN PTC (POLYTITANIUM TETRACHLORIDE) SEBAGAI ALTERNATIF KOAGULAN DALAM DEKOLORISASI LIMBAH TEKSTIL Wulan Safrihatini Atikah; Khairul Umam; Satya Permana
Texere Vol 24, No 1 (2026): Texere Volume 24 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i1.02

Abstract

Limbah industri tekstil sebagian besar terdiri dari zat warna sintetis yang cukup sulit didegradasi di lingkungan. Pengolahan limbah cair yang sering digunakan di industri tekstil adalah koagulasi-flokulasi yang dianggap cukup mudah dan sederhana namun memproduksi lumpur yang banyak Polytitanium tetrachloride (PTC) merupakan zat baru yang dikembangkan untuk proses koagulasi-flokulasi yang menghasilkan lumpur yang dapat dimanfaatkan kembali karena mengandungtitanium dioksida (TiO2). Penelitian dilakukan penggunaan polytitanium tetrachloride (PTC)pada proses koagulasi-flokulasi dengan limbah artifisal zat warna dispersi dan reaktif.. Penelitian dilakukan dengan pembuatan larutan polytitanium tetrachloride (PTC) dengan variasi penambahkan NaOH 200g/L sebanyak 21,1 mL; 63,3mL; dan 105,5 mL ke dalam 200 mL larutan TiCl4 20%. Dilakukan variasi pH untuk penentuan pH optimum. Berdasarkan hasil uji pendahuluan proses koagulasi-flokulasi dengan polytitanium tetrachloride optimum pada zat warna dispersi dalam kondisi asam Pada pH asam hasil koagulasi menunjukan penurunan intesitas warna dipersi dengan baik yaitu mencapai 99%. Pengujian zeta potensial, polytitanium tetrachloride menunjukan nilai zeta mendekati nol yang berarti mekanisme yang terjadi pada proses koagulasi adalah sweep flocculation dan netralisasi muatan. Nilai XRD menunjukan lumpur hasil proses koagulasi identik dengan fase kristal anatase TiO2.Fase kristal dari TiO2 yang terbentuk adalah fase kristal yang sesuai difungsikan sebagai zat fotokatalis.