Dasrun Hidayat
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Community Participatory Communication Lampion Village In Maintaining Yogyakarta Cultural Identity Annisa Luthfah Shafira; Dasrun Hidayat
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10 No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v10i2.1674

Abstract

This study aims to determine how the role of participatory communication developed by the people of Kampung Lampion in maintaining their cultural identity, namely the city branding of Jogja Istimewa. This study also uses a qualitative descriptive analysis method that describes and examines more deeply the community's participatory communication in maintaining the unique cultural identity of Jogja to understand what the role of the Kampung Lampion community is in supporting and strengthening the identity of Yogyakarta. The results showed that the Kampung Lampion community participated and fully supported the branding through the implementation and preservation of Kampung Lampion Code 18. The form of participatory communication for the Kampung Lampion Code 18 community consisted of heteroglossia characterized by the diversity of age and profession of the community, the average age of which was 30 to 70 years. Meanwhile, the diversity of community professions consists of housewives, traders, laborers, and civil servants (PNS). Dialogic is a form of communication where there is an interaction transaction between the community and the regional head in deliberation. Polyphonic participatory communication occurs when there is freedom of expression in deliberation conducted by the village of lantern code 18. Carnival participatory communication is marked by community compliance when the government holds activities or programs. Where the community enthusiastically followed directions from the government to join in enlivening the activity.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP BANTUAN PEMERINTAH SELAMA COVID-19 DI KOTA BANDUNG Yuliana Maknolia; Dasrun Hidayat
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v3i2.3694

Abstract

Kajian ini dilatar belakangi oleh situasi pandemi COVID-19. COVID-19 merupakan virus jenis baruyang saat ini belum ditemukan obat dan vaksin yang bisa digunakan untuk mengatasi penularan danpenyebarannya. Hal ini membuat pemerintah dan pihak-pihak bersangkutan harus bekerja keras untuk menanganisituasi ini. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi ini, mulai dari peningkatan protokolkesehatan, pelaksanaan physical distancing hingga penyaluran bantuan secara ekonomi dan sosial kepadamasyarakat terdampak COVID-19. Salah satu bantuan yang dikeluarkan pemerintah adalah BLT atau BantuanLangsung Tunai. Bantuan ini menimbulkan berbagai respon dari masyarakat, mulai dari kritik mengenaipenyalurannya yang tidak tepat, manfaat dari bantuan ini, hingga saran yang disampaikan masyarakat mengenaikeefektifan bantuan yang diberikan. Respon merupakan reaksi penolakan atau persetujuan dari diri seseorangsetelah menerima pesan. Timbulnya respon disebabkan oleh adanya subjek yang menarik perhatian komunikan.Adapun respon yang dimaksud seperti Menurut Saifuddin Azwar (2015:14) dalam bukunya yang berjudul SikapManusia Teori dan Pengukurannya respon adalah suatu reaksi atau jawaban yang bergantung pada stimulus ataumerupakan hasil stimulus tersebut. Respon hanya timbul apabila individu dihadapkan pada stimulus yangmenghendaki adanya reaksi individu. BLT dari pemerintah menyebabkan munculnya respon dari masyarakatyang justru banyak menuai kritik. Hal ini terjadi disebabkan kurangnya informasi, sosialisasi dan kegagalandistribusi yang mengakibatkan BLT yang disalurkan tidak tepat sasaran.Kata Kunci: COVID-19;Bantuan Langsung Tunai;Respon masyarakat.
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN HYBRID DENGAN MENERAPKAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DI SAAT PANDEMI COVID-19 Pasha Muhpriaji; Dasrun Hidayat
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 6, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.96 KB) | DOI: 10.24114/js.v6i2.34348

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to analyze the process of implementing a hybrid learning by applying communication technology during the COVID-19 pandemic. This research uses a qualitative approach with case studies. Data obtained from interviews and literature studies. Primary data obtained through interviews with informants. Interviews were conducted online and offline. Secondary data will be generated from data collection through literature studies in the form of books, reference journals and the internet. Data analysis used qualitative data analysis techniques. The results showed that during the meeting process and the learning mechanism was arranged according to the policy of the lecturer or the campus. There are two criteria for teachers in providing material, first before learning begins the lecturer provides material in advance so that students can learn it and the second way the lecturer gives an explanation first to students. During the faceto-face learning process, the capacity of students was forced to be limited and for some students who did not participate in the offline learning process, they carried out online learning activities. The process of merging the two learnings is carried out alternately with the intention that all students can be well controlled in the offline and online learning process. Furthermore, there are several obstacles experienced by lecturers and students including a lack of understanding of communication technology, unstable internet connections and barriers to interaction between lecturers and students.Keywords: COVID-19, Hybrid Learning, Communication TechnologyAbstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses pelaksanaan model pembelajaran hybrid dengan menerapkan teknologi komunikasi di saat pandemi COVID19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh dari hasil wawancara dan studi literatur. Data primer didapatkan melalui wawancara terhadap informan. Wawancara dilakukan secara daring dan luring. Data sekunder akan dihasilkan dari pengumpulan data melalui studi literatur berupa buku, jurnal referensi dan internet. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada saat proses pelaksanaan pertemuan dan mekanisme pembelajaran diatur sesuai kebijakan dosen atau pihak kampus. Terdapat dua kriteria pengajar dalam memberikan materi, pertama sebelum pembelajaran dimulai dosen memberikan materi terlebih dahulu agar dapat dipelajari oleh mahasiswa dan cara yang kedua dosen memberikan penjelasan terbelih dahulu terhadap mahasiswa. Ketika proses pembelajaran tatap muka, kapasitas mahasiswa terpaksa dibatasi dan untuk sebagian mahasiswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran luring maka mereka melakukan kegiatan pembelajaran secara daring. Proses penggabungan kedua pembelajaran tersebut dilakukan secara bergantian dengan maksud agar semua mahasiswa dapat terkontrol dengan baik di dalam proses pembelajaran luring maupun daring. Selanjutnya, terdapat beberapa hambatan yang dialami oleh dosen dan mahasiswa diantaranya yaitu kurangnya pemahaman mengenai teknologi komunikasi, koneksi internet yang kurang stabil dan hambatan interaksi antara dosen dengan mahasiswa.Kata kunci: COVID-19, Model Pembelajaran Hybrid, Teknologi Komunikasi