Abdur Rohman
Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Makna KhaliFah Perspektif Tafsir Tematik Abdur Rohman
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 2 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.604 KB) | DOI: 10.25217/jf.v2i2.146

Abstract

Salah satu aspek negatif pasca reformasi adalah tumbuh-kembangnya beberapa ormas Islam yang semakin menjadi-jadi. Kian lama kian bebas seiring dengan makna kebebasan yang terbawa dalam sistem demokrasi. Kebebasan itu dimaknai untuk mengekspresikan diri dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Karena kebebasan itulah tidak sedikit ormas Islam yang dengan terus-terang atau sembunyi-sembunyi hendak melawan konstitusi. Mereka menawarkan sistem baru dalam pemerintahan yang disebut dengan Khila>fah. Sistem ini dianggap relevan bagi bangsa Indonesia daripada sistem yang telah mapan saat ini. Dengan membawa-bawa ayat al-Qur’an yang mereka tafsirkan sedemikian rupa demi untuk mencari legitimasi ‘Tuhan’ demi kepentingan politik. Tulisan singkat ini hanya akan mengupas sedikit tentang penafsiran ayat-ayat khali>fah dalam al-Qur’an dengan metode tematik (mawd}u>’i). Lalu akan dikomparasikan dengan ulasan fakta sejarah dikala para sahabat senior Nabi menjabat sebagai khali>fah. Penelitian singkat ini menyimpulkan bahwa tidak ada satu ayatpun dalam al-Qur’an maupun tafsir yang kredibel mengatakan bahwa sistem pemerintahan itu harus khila>fah. Sebaliknya, al-Qur’an tidak membicarakan sistem negara apa yang harus di gunakan. Namun, asas-asas yang ada di dalamnya harus terpenuhi oleh dua unsur, yaitu adil dan musyawarah.
SEKSUAL DALAM AL-QUR’AN Abdur Rohman
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 20, No 1 (2019): Januari
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.422 KB) | DOI: 10.14421/qh.2019.2001-06

Abstract

Sexual has the meaning of the case relating to intercourse between men and women. Talking about sex is a taboo subject, but the Quran as a holy book talks about it. For this reason, this research will focus on discussing sexual issues discussed in the Quran. This research method uses qualitative technical-library research with a thematic interpretation approach (mawdu‘i). The results of this study conclude that: First, Halal sex can be mapped into six redaction: Rafath means sex because it is identical with dirty things; Mubasharah means sex because of meeting the skin; Qaraba means sex because it is so close; Taghaththa> means coming to have sex; Nikah means sex permisible with Sha>ri’; Dukhul means sex because it includes the male genitalia in the female genitalia for husband and wife. Secondly forbidden sex, al-Qur’an uses the bigha redaction, it is meaning coercion to women to become Prostitute; al-musafihat prostitute women in the context of accusations; Muttakhidat akhdan means mistress; Fahishah means immorality (sex); Zina means unlawful sexual (free sex). Keyword: Sex, Tafsir, Thematics