Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal ISOMETRI

UJI EKSPERIMENTAL MODUL SURYA 130 WP UNTUK SUPLAI LISTRIK LEMARI PENDINGIN VAKSIN DI DAERAH TERPENCIL Akmal Akmal; Antoni Simanjuntak; Jandri Louhenapessy; Isak Aponno
Jurnal ISOMETRI Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Jurusan Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4567.631 KB) | DOI: 10.30598/isometri.2022.1.1.16-22

Abstract

Menurut Depkes RI dan WHO, bahwa sebagian besar vaksin harus didinginkan pada temperatur 2oC – 8°C. Penyimpanan vaksin pada umumnya menggunakan lemari pendingin dengan kompresor bertenaga listrik, sehingga tidak dapat dilakukan di daerah terpencil yang belum mendapat akses listrik. Dari potensi energi surya di kawasan Timur Indonesia sekitar 5,1 kWh/m2/hari, maka penggunaan modul surya untuk suplai listrik lemari pendingin vaksin perlu dipertimbangkan. Penelitian ini merupakan pengujian eksperimental terhadap modul surya monocrystalline 130 Wp dan lemari pendingin daya 74 watt. Permasalahannya adalah berapa energi listrik yang dihasilkan photovoltaic 130 Wp dan durasi waktu maksimum pengoperasian lemari pendingin vaksin. Penelitian bertujuan untuk menentukan energi listrik yang dihasilkan dan durasi waktu maksimum pengoperasian lemari pendingin vaksin. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode yaitu eksperimen dan perhitungan. Eksperimen dilakukan untuk mengukur intensitas matahari (E), tegangan open circuit (VOC) dan arus short circuit (ISC) panel surya, sedangkan perhitungan dilakukan untuk menentukan energi listrik yang dihasilkan panel surya (Wh), konsumsi energi listrik lemari pendingin vaksin (Wh) dan durasi waktu maksimum pengoperasian lemari pendingin vaksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan photovoltaic 130 Wp dengan rata – rata intensitas matahari sebesar 4.971,14 Wh/m2/hari, dapat menghasilkan energi listrik sebesar 1.061 Wh/hari dan durasi waktu pengoperasian lemari pendingin vaksin maksimum selama 12,5 jam
ANALISIS KINERJA PANEL SURYAAKIBAT PENDINGINAN AKTIF Natalio S. F. Syatauw; Antoni Simanjuntak; N. Titahelu
Jurnal ISOMETRI Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Jurusan Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/isometri.2023.2.1.60-67

Abstract

Energi surya dapat menghasilkan dua jenis energi yaitu energi cahaya dan energi panas. Kedua energi tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas manusia, salah satunya untuk menghasilkan energi listrik. Kajian awal menyimpulkan bahwa kenaikan temperatur permukaan sebesar 1oC akan menurunkan daya keluaran dan efisiensi panel surya sebesar 0,5%. Peningkatan efisiensi panel surya dapat dilakukan dengan menurunkan atau mempertahankan temperatur panel surya pada kondisi mendekati 25oC dengan sistem pendinginan aktif maupun pasif. Maka itu pada penelitian ini akan melihat kinerja panel surya akibat adanya pendinginan aktif dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh perbandingan watercoolant dan air murni sebagai pendingin aktif pada panel surya 130 Wp untuk memperoleh nilai efisiensi panel surya yang optimum. Sudut kemiringan panel surya adalah 10o serta Kecepatan aliran fluida konstan 100 L/Jam. Perbandingan campuran antara watercoolant dan air murni adalah sebagai berikut; 0:1 (air murni saja), 1:20, 1:40, 1:60, 1:80, 1:100. Pada perbandingan air murni, efisiensi meningkat sebesar 16,27%. Perbandingan 1:20, efisiensi meningkat sebesar 16,96%. Perbandingan 1:40, efisiensi meningkat sebesar 17,69%. Perbandingan 1:60, efisiensi meningkat sebesar 17,93%. Perbandingan 1:80, efisiensi meningkat sebesar 22,99%. Perbandingan 1:100, efisiensi meningkat sebesar 16,14%. Dari hasil pengolahan data dan pembahasan, dapat diperoleh bahwa peningkatan efisiensi yang optimal terdapat pada perbandingan 1:80.