Budi Utomo
Prodi D4 Kesling Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN IKLIM KERJA DENGAN KELELAHAN PADA TENAGA KERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT HARAPAN JAYA GLOBALINDO PURWOKERTO TAHUN 2016 Riska Kusumaningtyas; Zaeni Budiono; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.349 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2971

Abstract

Li ngkungan kerja merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar tenaga kerja yang dapat mempengaruhi tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan.Iklim kerja yang panas dapat mempengaruhi kondisi tenaga kerja. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Hubungan Iklim Kerja dengan Kelelahan pada tenaga kerja bagian produksi. Metode penelitian adalah observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil Pengukuran iklim kerja pada bagian produksi menunjukan hasil rata-rata iklim kerja diatas NAB. Hasil pengukuran kelelahan kerja 20 orang (66,66%) termasuk dalam kategori Normal, dan 10 orang (33,33%) termasuk dalam kategori Kelelahan Kerja Ringan. Hasil analisis bivariate uji korelasi Simple Regression diketahui hubungan iklim kerja dengan kelelahan diketahui nilai R= 0,040, R²= 0,002, p= 0,459. Hasil analisis bivariate uji anova one way p 0,05. Penelitian disimpulkan bahwa hasil penelitian tidak ada hubungan antara iklim kerja dengan kelelahan. Tidak ada perbedaan kelelahan kerja di bagian bubut, otomotif, dan konstruksi. Disarankaan kepada perusahaan untuk pengendalian terhadap iklim kerja sebaiknya perlu ada penggantian atap dari asbes dengan atap genteng, untuk tenaga kerja sebaiknya saat istirahat tidak berada pada ruangan yang panas untuk meminimalisir waktu kontak dengan panas dan untuk peneliti selanjutnya disarankan dapat meneliti kadar debu dan limbah B3.
HUBUNGAN PENGGUNAAN JAMBAN DAN AIR BERSIH DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA TUMIYANG KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Laela Mardiyatun; Budi Utomo; Nur Hilal
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.077 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.2961

Abstract

Menurut (WHO 2007), diare merupakan penyebab kematian sebanyak 4% dari semua kematian dan 5% dari angka kesakitan diseluruh dunia, sekitar 2,2 juta orang di dunia meninggal disebabkan karena diare. Di Asia Tenggara angka kematian akibat diare sebanyak 8,5% dan di Afrika diare mencapai 7,7% dari seluruh kematian. Kasus diare di Kecamatan Kebasen merupakan jenis penyakit menular tertinggi dibanding penyakit menular lain. Kecamatan Kebasen terdiri dari 12 desa, Desa Tumiyang secara proporsional merupakan desa dengan angka diare tertinggi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan penggunaan jamban dan air bersih dengan kejadian diare di Desa Tumiyang Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas tahun 2016. Desain penelitian menggunakan bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang ada di Desa Tumiyang sebanyak 363 keluarga. Sampel diambil dengan cara random, diambil 25 % dari total populasi yaitu 91 keluarga. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian adalah responden yang menggunakan jamban 58%, menggunakan air bersih 60%, dan angka kejadian diare 48%. Simpulannya terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0.005, terdapatĀ  hubungan antara penggunaan jamban responden dengan kejadian diare. Namun hubungan penggunaan air bersih dengan kejadian diare nilai p= 0.762 berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna. Disarankan masyarakat menggunakan jamban dan air bersih, meningkatkan penyuluhan penggunaan jamban dan air bersih untuk menghindari kejadian diare, dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan penggunaan jamban dan air bersih.