Nur Hilal
Prodi D4 Kesling Purwokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN JAMBAN DAN AIR BERSIH DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA TUMIYANG KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Laela Mardiyatun; Budi Utomo; Nur Hilal
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.077 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.2961

Abstract

Menurut (WHO 2007), diare merupakan penyebab kematian sebanyak 4% dari semua kematian dan 5% dari angka kesakitan diseluruh dunia, sekitar 2,2 juta orang di dunia meninggal disebabkan karena diare. Di Asia Tenggara angka kematian akibat diare sebanyak 8,5% dan di Afrika diare mencapai 7,7% dari seluruh kematian. Kasus diare di Kecamatan Kebasen merupakan jenis penyakit menular tertinggi dibanding penyakit menular lain. Kecamatan Kebasen terdiri dari 12 desa, Desa Tumiyang secara proporsional merupakan desa dengan angka diare tertinggi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan penggunaan jamban dan air bersih dengan kejadian diare di Desa Tumiyang Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas tahun 2016. Desain penelitian menggunakan bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang ada di Desa Tumiyang sebanyak 363 keluarga. Sampel diambil dengan cara random, diambil 25 % dari total populasi yaitu 91 keluarga. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian adalah responden yang menggunakan jamban 58%, menggunakan air bersih 60%, dan angka kejadian diare 48%. Simpulannya terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0.005, terdapat  hubungan antara penggunaan jamban responden dengan kejadian diare. Namun hubungan penggunaan air bersih dengan kejadian diare nilai p= 0.762 berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna. Disarankan masyarakat menggunakan jamban dan air bersih, meningkatkan penyuluhan penggunaan jamban dan air bersih untuk menghindari kejadian diare, dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan penggunaan jamban dan air bersih.
HUBUNGAN JENIS SUMBER AIR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DERMATITIS DI DESA KEDUNGRANDU KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Presilia Jesica; Nur Hilal; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.195 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3094

Abstract

Dermatitis merupakan peradangan kulit sebagai respon terhadap pengaruh faktor-faktor lingkungan seperti polutan dan alergen-alergen. Data Dinas Kesehatan Banyumas Tahun 2015 kasus Dermatitis tertinggi Kecamatan Patikraja 1.358 pasien. Bulan Nopember tahun 2015, pasien Dermatitis tertinggi 138 orang di Desa Kedungrandu. Wilayah Desa Kedungrandu merupakan lokasi Tempat Pembuangan Akhir Gunung Tugel dimana tempat pembuangan akhir gunung tugel merupakan yang terbesar di Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan jenis sumber air dan personal hygiene dengan kejadian Dermatitis  Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan case control dengan 27 responden kasus dan 27 responden kontrol. Variabel penelitian ini sarana sumber air dan personal hygiene yang terdiri dari perilaku mandi, perilaku berpakaian dan perilaku tidur. Analisis menggunakan analisis SPSS versi 1.7 dengan uji chi-square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian penyakit Dermatitis adalah jenis sumber air dengan nilai p value= 0,001, personal hygiene merupakan variabel yang tidak mimiliki hubungan dengan kejadian penyakit Dermatitis di Desa Kedungrandu dengan hasil nilai p value= 1,000. Kesimpulan penelitian yaitu jenis sumber air dapat menjadi salah satu faktor penyebab Dermatitis di Desa Kedungarandu. Peneliti menyarankan dari pihak puskesmas meningkatkan kerja sama dengan pemerintah desa untuk melakukan penyuluhan dan meningkatkan program kesehatan lingkungan.
HUBUNGAN HYGIENE SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN TERHADAP KANDUNGAN BAKTERIOLOGIS Escherichia coli PADA SOP BUAH DI WILAYAH UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN, WILAYAH GOR SATRIA, DAN WILAYAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Aditya Arki Wardana; Asep Tata Gunawan; Nur Hilal
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.989 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.3017

Abstract

Hygiene sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan hygiene sanitasi makanan dan minuman terhadap kandungan bakteriologis Escherichia coli pada sop buah tahun 2016. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kandungan bakteriologi E.coliyaitu variabel perilaku penjamah makanan (p value= 0,032), bahan baku sop buah (p value= 0,032), dan es batu (p value= 0,008),. Variabel personal hygiene penjamah makanan, perilaku penjamah makanan, pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan, penyajian makanan, peralatan, lokasi, dan bahan tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 31 sampel sop buah yang diperiksa, 30 sampel positif E.colidan variabel yang berhubungan adalah perilaku penjamah, bahan baku sop buah dan es batu.