Khomsatun Khomsatun
Prodi D3 Kesling Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI SANITASI RUMAH KOS DAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) PADA PENGHUNI KOS DI KELURAHAN KARANGWANGKAL KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN2016 Reza Bintang Pamungkas; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.688 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3097

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup bersih sehat bagi setiap orang agar menciptakan kesajahteraan yang optimal. Rumah sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan oleh sanitasi perumahan. Tujuan penelitian Mengetahui keadaan sanitasi rumah kost dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) penghuni kost di Kelurahan Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang sanitasi rumah kos dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) penghuni kos, sampel yang diambil 26 rumah kos dari jenis 10 paviliun kos dan 16 induk kos, beserta penghuninya sebanyak 213 orang. Dan dibandingkan data hasil survey dengan standar yang sesuai peraturan kepmenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999,tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. Hasil wawancara,observasi dan pengukuran menggunakan kuesioner,checklist, dan alat ukur, hasil secara umum sanitasi rumah kos memenuhi syarat dengan rata-rata hasil penilaian 95,75%, dan untuk penilaian Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) memenuhi syarat dengan prosentase 97,12%. Pemilik kos melakukan pengecekan secara berkala pada bangunan kos,mengganti barang yang sudah tidak layak terpakai atau dapat membahayakan penghuni kos, dan memperbaiki bangunan kos yang sekiranya sudah lama termakan usia. Perlu adanya upaya untuk memperbaiki fasilitas-failitas kost/kamar yang kurang memenuhi syarat agar dapat menambah kenyamanan penghuni kos. Untuk penghuni kos mematuhi peraturan yang dibuat oleh pemilik kos atau rt/rw setempat dan menjaga hunian atau prabotan kos layaknya kepunyaan sendiri. dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
HUBUNGAN JENIS SUMBER AIR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DERMATITIS DI DESA KEDUNGRANDU KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Presilia Jesica; Nur Hilal; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.195 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3094

Abstract

Dermatitis merupakan peradangan kulit sebagai respon terhadap pengaruh faktor-faktor lingkungan seperti polutan dan alergen-alergen. Data Dinas Kesehatan Banyumas Tahun 2015 kasus Dermatitis tertinggi Kecamatan Patikraja 1.358 pasien. Bulan Nopember tahun 2015, pasien Dermatitis tertinggi 138 orang di Desa Kedungrandu. Wilayah Desa Kedungrandu merupakan lokasi Tempat Pembuangan Akhir Gunung Tugel dimana tempat pembuangan akhir gunung tugel merupakan yang terbesar di Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan jenis sumber air dan personal hygiene dengan kejadian Dermatitis  Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan case control dengan 27 responden kasus dan 27 responden kontrol. Variabel penelitian ini sarana sumber air dan personal hygiene yang terdiri dari perilaku mandi, perilaku berpakaian dan perilaku tidur. Analisis menggunakan analisis SPSS versi 1.7 dengan uji chi-square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian penyakit Dermatitis adalah jenis sumber air dengan nilai p value= 0,001, personal hygiene merupakan variabel yang tidak mimiliki hubungan dengan kejadian penyakit Dermatitis di Desa Kedungrandu dengan hasil nilai p value= 1,000. Kesimpulan penelitian yaitu jenis sumber air dapat menjadi salah satu faktor penyebab Dermatitis di Desa Kedungarandu. Peneliti menyarankan dari pihak puskesmas meningkatkan kerja sama dengan pemerintah desa untuk melakukan penyuluhan dan meningkatkan program kesehatan lingkungan.