Dian Wahyu Aprilyani
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KOMPONEN FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA DI DESA TRAJI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2015 Dian Wahyu Aprilyani; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.269 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3076

Abstract

Pneumoniadi kalangan masyarakat umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, mikoplasma dan protozoa.Lingkungan khususnya perumahan sangat berpengaruh pada peningkatan resiko terjadinya pneumonia sepertisuhu, kelembaban, intensitas cahaya, ventilasi, jenis dinding, jenis lantai, kepadatan hunian bahkan perilakupenghuni rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko komponen fisik rumah terhadap kejadianpneumonia di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Observasionaldengan pendekatan Case Control dan analisis data dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini adalah faktorrisiko komponen fisik rumah berdasarkan analisis bivariat berupa jenis lantai rumah dengan nilai OR= 8,222 (95%CI= 1,87–36,049). Sedangkan yang bukan faktor risiko komponen fisik rumah meliputi suhu memenuhi syaratsemua, kelembaban OR= 0,888 (95% CI= 0,01–0,72), intensitas cahaya OR=0,6 (95% CI= 0,127–3,13), ventilasiOR= 0,333 (95% CI= 0,08–1,2), jenis dinding OR= 1,222 (95% CI= 0,41–3,58) dan kepadatan hunian rumahOR=0,77 (95% CI= 0,23–2,56). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor komponen fisik rumah yang menjadi risikokejadian pneumonia yaitu jenis lantai. Dan faktor komponen fisik rumah yang bukan menjadi risiko kejadianpneumonia yaitu suhu, kelembaban, intensitas cahaya, ventilasi, jenis dinding dan kepadatan hunian rumah.Penelitilain dapat melakukan penelitian selanjutnya yang lebih dalam dengan sampel lebih besar.