Budi Utomo
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS VARIASI KONSENTRASI LARUTAN AIR GARAM DAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN DALAM MENURUNKAN KADAR FORMALIN PADA TAHU PUTIH Suprapti Suprapti; Budi Utomo; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2967

Abstract

Kandungan protein dan kadar air tahu yang cukup tinggi menyebabkan tahu tidak dapat bertahan lama,sehingga ada pedagang yang menggunakan formalin sebagai pengawet. Formalin merupakan bahan beracun danberbahaya bagi kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi kadar garam dan variasiwaktu yang efektif untuk menurunkan kadar formalin pada tahu. Desain penelitian ini adalah True Experimentaldengan dengan bentuk posttest only control group design. Sampel diambil dengan metode Simple RandomSampling. Uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji Anova Factorial dengan α=0,005. Konsentrasilarutan air garam 5%, dapat menurunkan kadar formalin rata-rata 2.702 ppm (16%); konsentrasi 10% menurunkan5.741 ppm (34%); dan konsentrasi 15%, dapat menurunkan 8.655 ppm (51%). Perendaman selama 15 menit dapatmenurunkan formalin rata-rata 5.714 ppm (33%); perendaman 30 menit menurunkan 5.261 ppm (31%); danperendaman 60 menit menurunkan 6.122 ppm 36). Interaksi konsentrasi 15% selama 60 menit menurunkan kadarformalin tahu optimal rata-rata sebesar 9.575 ppm (62%). Semua variasi konsentrasi larutan air garam dan variasiwaktu perendaman dapat menurunkan kadar formalin pada tahu putih.
EFEKTIVITAS VARIASI KONSENTRASI LARUTAN AIR GARAM DAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN DALAM MENURUNKAN KADAR FORMALIN PADA TAHU PUTIH Suprapti Suprapti; Budi Utomo; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.781 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.3016

Abstract

Kandungan protein dan kadar air tahu yang cukup tinggi menyebabkan tahu tidak dapat bertahan lama,sehingga ada pedagang yang menggunakan formalin sebagai pengawet. Formalin merupakan bahan beracun danberbahaya bagi kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi kadar garam dan variasiwaktu yang efektif untuk menurunkan kadar formalin pada tahu. Desain penelitian ini adalah True Experimentaldengan dengan bentuk posttest only control group design. Sampel diambil dengan metode Simple RandomSampling. Uji hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji Anova Factorial dengan α=0,005. Konsentrasilarutan air garam 5%, dapat menurunkan kadar formalin rata-rata 2.702 ppm (16%); konsentrasi 10% menurunkan5.741 ppm (34%); dan konsentrasi 15%, dapat menurunkan 8.655 ppm (51%). Perendaman selama 15 menit dapatmenurunkan formalin rata-rata 5.714 ppm (33%); perendaman 30 menit menurunkan 5.261 ppm (31%); danperendaman 60 menit menurunkan 6.122 ppm 36). Interaksi konsentrasi 15% selama 60 menit menurunkan kadarformalin tahu optimal rata-rata sebesar 9.575 ppm (62%). Semua varias
FAKTOR RISIKO KOMPONEN FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA DI DESA TRAJI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2015 Dian Wahyu Aprilyani; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.269 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3076

Abstract

Pneumoniadi kalangan masyarakat umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, mikoplasma dan protozoa.Lingkungan khususnya perumahan sangat berpengaruh pada peningkatan resiko terjadinya pneumonia sepertisuhu, kelembaban, intensitas cahaya, ventilasi, jenis dinding, jenis lantai, kepadatan hunian bahkan perilakupenghuni rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko komponen fisik rumah terhadap kejadianpneumonia di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Observasionaldengan pendekatan Case Control dan analisis data dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini adalah faktorrisiko komponen fisik rumah berdasarkan analisis bivariat berupa jenis lantai rumah dengan nilai OR= 8,222 (95%CI= 1,87–36,049). Sedangkan yang bukan faktor risiko komponen fisik rumah meliputi suhu memenuhi syaratsemua, kelembaban OR= 0,888 (95% CI= 0,01–0,72), intensitas cahaya OR=0,6 (95% CI= 0,127–3,13), ventilasiOR= 0,333 (95% CI= 0,08–1,2), jenis dinding OR= 1,222 (95% CI= 0,41–3,58) dan kepadatan hunian rumahOR=0,77 (95% CI= 0,23–2,56). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor komponen fisik rumah yang menjadi risikokejadian pneumonia yaitu jenis lantai. Dan faktor komponen fisik rumah yang bukan menjadi risiko kejadianpneumonia yaitu suhu, kelembaban, intensitas cahaya, ventilasi, jenis dinding dan kepadatan hunian rumah.Penelitilain dapat melakukan penelitian selanjutnya yang lebih dalam dengan sampel lebih besar.