A. Sarifah Nur Rahmi
Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN FULL DAY SCHOOL TERHADAP PENANAMAN KARAKTER PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI KOTA MAKASSAR Muh. David; Ahmad Resky; A. Sarifah Nur Rahmi; Fausiatul Iffa; Nurul Indah Ramadhani
JURNAL PENA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.4 KB)

Abstract

Pendidikan  merupakan upaya untuk mengembangkan daya dan potensi anak, bukan  hanya aspek kognitif tetapi juga aspek afektif serta psikomotorik sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, pendidikan di Indonesia memiliki banyak masalah  contohnya krisis moral yang terjadi  pada anak sehingga pemerintah mencoba menerapkan sistem belajar seharian atau full day school agar anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk hal-hal positif di bawah pengawasan guru untuk mecetak generasi yang berkualitas. Menurut Nircholis menyatakan bahwa yang diperlukan dalam manajemen peserta didik adalah bahwa sekolah tidak hanya mengembangkan pengetahuan anak saja melainkan juga harus mengembangkan sikap kepribadian dan spiritualnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  respon guru sekolah dasar terhadap peranan full day school dan implementasifull day school terhadap penanaman karakter peserta didik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini merupakan jumlah seluruh sekolah dasar yaitu sebanyak 565 sekolah dasar di kota makassar dengan sampel 5 sekolah yang terdapat pada kota makassar yaitu SD IP As-sunnah, SD IT Al-biruni, SDN Pertiwi, SDN Percontohan PAM, SD Islam Athirah. Hasil penelitian pada lima sekolah setuju dengan adanya penerapan full day school dan banyak kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan karakter sesuai dengan kurikulum 2013. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa program full day school  memiliki peran terhadap penanaman karakter pada peserta didik yaitu tidak hanya dari segi aspek kecerdasan kognitif tetapi juga meningkatkan aspek pendidikan karakter, pengaruh yang sangat signifikan terhadap penanaman karakter dan peningkatan pengetahuan pada peserta didik. Interaksi yang lebih lama memberikan kesempatan untuk guru mengamati karakter pada peserta didik. Kegiatan yang menyangkut peningkatan 18 karakter  peserta didik harus lebih dimaksimalkan. Kata Kunci :Full Day School, Karakter, Peserta Didik, Sekolah Dasar
HUTAN 3B (BAKAU, BACA DAN BUDAYA) UPAYA PENCEGAHAN ABRASI DAN PEMANFAATAN AREA PUBLIK BERBASIS WISATA PHINISI DI PANTAI BAJANG KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA A. Sarifah Nur Rahmi; Masyita Sawal; Nur Karmilawati Abdis
JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.248 KB)

Abstract

Kemaritiman Indonesia merupakan sektor yang paling berpengaruh karena wilayah Indonesia yang didominasi laut. Kegiatan yang dilakukan di laut berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan dilaut serta meliputi semua kegiatan eksplorasi dan ekploitasi sumber daya laut. Salah satu masalah kemaritiman yang hampir terjadi diseluruh wilayah pesisir pantai yang ada di Indonesia adalah abrasi pantai. Di kecamatan Herlang Ksbupaten Bulukumba terdapat suatu pantai yang mengalami abrasi cukup parah yaitu pantai Bajang. Abrasi pantai yang terjadi di Pantai Bajang membuat garis pantai semakin menyempit akibat pengikisan pantai  oleh gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Pencegahan abrasi pantai bisa dilakukan dengan membuat ekosistem baru yang mampu menahan gelombang arus laut dan dapat dimanfaatkan sebagai area publik yangt bermanfaat untuk masyarakat sekitar pesisir. Upaya pengelolaan sumber daya laut dan pesisir yang kurang berwawasan lingkungan sehingga berdampak terhadap penurunan produktivitas kelautan. Salah satu pencegahan abrasi  adalah hutan bakau yang dijadikan sebagai tempat membaca dan bermain yang bernilai edukatif dengan tetap mengangkat budaya lokal daerah sekitar. Hutan bakau memiliki kegunaan sebagai pencegahan terhadap abrasi pantai karena memiliki akar yang efisien  dalam melindungi tanah di diwilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif  dengan penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dengan teknik analisis data yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Konsep hutan 3B (bakau, baca, dan budaya) yang merupakan solusi pencegahan abrasi dapat dimanfaatkan sebagai area publik dengan membuat taman baca dan taman bermain yang berbasis kebudayaan. Mengintegrasikan 3 fungsi berbeda ke dalam satu tempat yang sama. Pengaruh dari hutan 3B selain sebagai pemecah ombak juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar pesisir pantai Bajang kecamatan Herlang. Tujuan dari menginovasikan hutan bakau menjadi area publik memiliki banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Adanya hutan 3B (bakau,baca, dan budaya) di Pantai Bajang dapat menunjang kepentingan masyarakat.Kata kunci: Abrasi Pantai, Area Publik, Hutan 3B (Bakau, Baca, dan Budaya)