Nur Karmilawati Abdis
Pendidikan Bahasa Inggris,Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUTAN 3B (BAKAU, BACA DAN BUDAYA) UPAYA PENCEGAHAN ABRASI DAN PEMANFAATAN AREA PUBLIK BERBASIS WISATA PHINISI DI PANTAI BAJANG KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA A. Sarifah Nur Rahmi; Masyita Sawal; Nur Karmilawati Abdis
JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.248 KB)

Abstract

Kemaritiman Indonesia merupakan sektor yang paling berpengaruh karena wilayah Indonesia yang didominasi laut. Kegiatan yang dilakukan di laut berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan dilaut serta meliputi semua kegiatan eksplorasi dan ekploitasi sumber daya laut. Salah satu masalah kemaritiman yang hampir terjadi diseluruh wilayah pesisir pantai yang ada di Indonesia adalah abrasi pantai. Di kecamatan Herlang Ksbupaten Bulukumba terdapat suatu pantai yang mengalami abrasi cukup parah yaitu pantai Bajang. Abrasi pantai yang terjadi di Pantai Bajang membuat garis pantai semakin menyempit akibat pengikisan pantai  oleh gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Pencegahan abrasi pantai bisa dilakukan dengan membuat ekosistem baru yang mampu menahan gelombang arus laut dan dapat dimanfaatkan sebagai area publik yangt bermanfaat untuk masyarakat sekitar pesisir. Upaya pengelolaan sumber daya laut dan pesisir yang kurang berwawasan lingkungan sehingga berdampak terhadap penurunan produktivitas kelautan. Salah satu pencegahan abrasi  adalah hutan bakau yang dijadikan sebagai tempat membaca dan bermain yang bernilai edukatif dengan tetap mengangkat budaya lokal daerah sekitar. Hutan bakau memiliki kegunaan sebagai pencegahan terhadap abrasi pantai karena memiliki akar yang efisien  dalam melindungi tanah di diwilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif  dengan penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dengan teknik analisis data yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Konsep hutan 3B (bakau, baca, dan budaya) yang merupakan solusi pencegahan abrasi dapat dimanfaatkan sebagai area publik dengan membuat taman baca dan taman bermain yang berbasis kebudayaan. Mengintegrasikan 3 fungsi berbeda ke dalam satu tempat yang sama. Pengaruh dari hutan 3B selain sebagai pemecah ombak juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar pesisir pantai Bajang kecamatan Herlang. Tujuan dari menginovasikan hutan bakau menjadi area publik memiliki banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Adanya hutan 3B (bakau,baca, dan budaya) di Pantai Bajang dapat menunjang kepentingan masyarakat.Kata kunci: Abrasi Pantai, Area Publik, Hutan 3B (Bakau, Baca, dan Budaya)