Tujuan penelitian ini untuk 1) mendeskripsikan tingkat pergeseran bahasa Tetine dalam ranah keluarga, ketetangaan, kekariban, dan keagamaan di Maluku Utara, dan 2) menjelaskan faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa Tetine di Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendeketan teoretis yang digunakan sebagai ancangan penelitian ini adalah teori sosiolinguistik. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian menekankan pembacaan atas fenomena yang dipelajari. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan jenis data yaitu pengumpulan data primer menggunakan teknik survei, simak, angket, dan wawancara. Untuk pengumpulan data sekunder menggunakan studi kepustakaan dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif yang ditunjang oleh perhitungan persentase sederhana. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwabahasa Tetine (BT) di Maluku Utara mulai bergeser. Hal ini dapat dilihat pada pola penggunaan bahasa generasi inti penutur BT. Faktor sebab yang mendorong pergeseran BT di antaranya faktor usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, sikap bahasa, dan lingkungan sosial penutur. Pergeseran bahasa Tetine karena faktor usia umumnya terjadi pada penutur usia muda, sedangkan faktor tingkat pendidikan dan pekerjaan umumnya terjadi pada keluarga inti penutur BT di Kota Ternate. Dapat diperoleh pemahaman yang sejalan dengan teori sosialinguistik bahwa semakian muda usia penutur, tingginya pendidikan, dan posisi pekerjaan berpengaruh pada sikap bahasa sangat potensial berdampak padaan pergeseran bahasa.