Ilham Zulhidayat Bursan
Jln. Sultan Alauddin No. 259 Gedung PKM Unismuh Makassar (Rumah Pena)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERGESERAN BAHASA TETINE DI MALUKU UTARA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Ilham Zulhidayat Bursan; Rahman Rahim
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk 1) mendeskripsikan tingkat pergeseran bahasa Tetine dalam ranah keluarga, ketetangaan, kekariban, dan keagamaan di Maluku Utara, dan 2) menjelaskan faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa Tetine di Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendeketan teoretis yang digunakan sebagai ancangan penelitian ini adalah teori sosiolinguistik. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian menekankan pembacaan atas fenomena yang dipelajari. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan jenis data yaitu pengumpulan data primer menggunakan teknik survei, simak, angket, dan wawancara. Untuk pengumpulan data sekunder menggunakan studi kepustakaan dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif yang ditunjang oleh perhitungan persentase sederhana. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwabahasa Tetine (BT) di Maluku Utara mulai bergeser. Hal ini dapat dilihat pada pola penggunaan bahasa generasi inti penutur BT. Faktor sebab yang mendorong pergeseran BT di antaranya  faktor usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, sikap bahasa, dan lingkungan sosial penutur.  Pergeseran bahasa Tetine karena faktor usia umumnya terjadi pada penutur usia muda, sedangkan faktor tingkat pendidikan dan pekerjaan umumnya terjadi pada keluarga inti penutur BT di Kota Ternate. Dapat diperoleh pemahaman yang sejalan dengan teori sosialinguistik bahwa semakian muda usia penutur, tingginya pendidikan, dan posisi pekerjaan berpengaruh pada sikap bahasa sangat potensial berdampak padaan pergeseran bahasa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Ilham Zulhidayat Bursan; Rosyanti Trisna Fatimah
JURNAL PENA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis budaya lokal (Makassar) bagi penutur asing (BIPA) melalui Computer Assisted Instruction (CAI). Metode penelitian yang digunakan mengacu pada desain penelitian dan pengembangan (Research and Development) Borg dan Gall yang sudah dimodifikasi oleh Sugiyono (2010). Metode penelitian ini merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produktersebut dengan urutan langkah, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Untuk menjaring data, digunakan beberapa teknik pengumpulan data mulai dari observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional bereputasi. Selain itu penelitian ini juga akan dipresentasikan dalam temu ilmiah baik nasional maupun internasional. Prinsip pengembangan bahan ajar BIPA yang bermuatan budaya bagi penutur asing tingkat pemula, menggunakan ragam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan keterbacaan penutur asing tingkat pemula, mampu memotivasi, serta memiliki teknik latihan empat aspek berbahasa serta latihan tata bahasa pada setiap babnya. Bahan ajar yang dikembangkan juga didasarkan pada prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar. Pada aspek isi/materi didasarkan pada prinsip relevansi, kecukupan, adaptif, dan inovatif. Pada aspek penyajian didasarkan pada prinsip self instructional dan sistematis. Pada aspek bahasa dan keterbacaan menggunakan prinsip adaptif, konsistensi, dan relevansi. Pada aspek kegrafikaan menggunakan prinsip konsistensi dan relevansi. Kedua, prototipe bahan ajar dikembangkan dengan lima bagian meliputi (a) bentuk fisik, (b) sampul buku, (c) muatan isi/materi, (d) materi pelengkap, dan (e) evaluasi.