Rosyanti Trisna Fatimah
Jln. Talasalapang Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Ilham Zulhidayat Bursan; Rosyanti Trisna Fatimah
JURNAL PENA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis budaya lokal (Makassar) bagi penutur asing (BIPA) melalui Computer Assisted Instruction (CAI). Metode penelitian yang digunakan mengacu pada desain penelitian dan pengembangan (Research and Development) Borg dan Gall yang sudah dimodifikasi oleh Sugiyono (2010). Metode penelitian ini merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produktersebut dengan urutan langkah, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Untuk menjaring data, digunakan beberapa teknik pengumpulan data mulai dari observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional bereputasi. Selain itu penelitian ini juga akan dipresentasikan dalam temu ilmiah baik nasional maupun internasional. Prinsip pengembangan bahan ajar BIPA yang bermuatan budaya bagi penutur asing tingkat pemula, menggunakan ragam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan keterbacaan penutur asing tingkat pemula, mampu memotivasi, serta memiliki teknik latihan empat aspek berbahasa serta latihan tata bahasa pada setiap babnya. Bahan ajar yang dikembangkan juga didasarkan pada prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar. Pada aspek isi/materi didasarkan pada prinsip relevansi, kecukupan, adaptif, dan inovatif. Pada aspek penyajian didasarkan pada prinsip self instructional dan sistematis. Pada aspek bahasa dan keterbacaan menggunakan prinsip adaptif, konsistensi, dan relevansi. Pada aspek kegrafikaan menggunakan prinsip konsistensi dan relevansi. Kedua, prototipe bahan ajar dikembangkan dengan lima bagian meliputi (a) bentuk fisik, (b) sampul buku, (c) muatan isi/materi, (d) materi pelengkap, dan (e) evaluasi.