Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMANFAATAN MEREK UNTUK USAHA KECIL DAN MENENGAH Sri Husnulwati
Jurnal Media Wahana Ekonomika Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Media Wahana Ekonomika, Vol. 9 No. 1, April 2012
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmwe.v9i1.4211

Abstract

Merupakan suatu kekeliruan jika menganggap suatu merek hanya sekedar tanda biasa. Merek berfungsi agar konsumen dapat mencirikan suatu produk (baik itu barang maupun jasa) yang dimiliki oleh perusahaan sehingga dapat dibedakan dari produk perusahaan lain yang serupa atau yang mirip yang dimiliki oleh pesaingnya.Konsumen yang merasa puas dengan suatu produk tertentu akan membeli atau mmakai kembali produk tersebut dimasa yang akan datang.Untuk dapat melakukan hal tersebut pemakai harus mampu membedakan dengan mudah antara produk yang asli dengan produk yang identik atau yang mirip. Kata Kunci : Kekayaan Intelktual, Aset berharga
PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DALAM KAITAN NILAI –NILAI PANCASILA KEARAH TUJUAN PEMBANGUNAN NASIONAL Sri Wahyuningsih; Sundari .; Sri Husnulwati
Jurnal Education and Development Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.179 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i3.2725

Abstract

Pancasila sebagai bentuk paradigma dalam pembangunan yaitu pembangunan yang memperhatikan dampak serta manfaat atas pembangunan tersebut. Pembangunan berwawasan lingkunngan, harus memperhatikan permasalahan-permasalahan dalam lingkugan sebagai akibat dari pembangunan tersebut, seperti pengundulan hutan, pencemaran, yang dapat menyebabkan erosi ,tanah longsor, banjir, serta pengeloaan limbah dari proses pembangunan tersebut, yang dapat merugikan atau mematikan ekosistem di lingkungan tersebut. Implementasi pemahaman nilai-nilai Pancasila adalah dengan mengikuti aturan-aturan tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) menurut UU no 32 tahun 2009 pasal 1 ayat (2) adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. UU disahkan di Jakarta, 3 Oktober 2009 oleh Presiden dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Penelitian bertujuan sebagai penerapan nilai-nilai Pancasila, dalam proses pembangunan yang berwawasan lingkungan sesuai dengan aturan perundang-undangan, dalam pencapaian nasional Metododologi penelitian, Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian
KEKUATAN HUKUM DALAM KASUS PELANGGARAN HUKUM, YANG DILAKUKAN PIHAK PEMINJAM BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI ( PINJAMAN ONLINE) Sri Wahyuningsih; Sundari .; Sri Husnulwati
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.331 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3498

Abstract

Dalam bergejolaknya perekonomian yang tingkat kehidupan masyarakat sangat rendah , dihadapakan oleh musibah besar yang disebut zaman covid 19, atau yang sering disebut dengan zaman pandemi covid 19, maka tentu akan berakibat berpengaruh pada tingkat perekonomian masyarakat, adalah dengan beberapa faktor penyebab sebagai akibat dari masa zaman pandemi tersebut ,seperti adanya lockdown yang di anjurkan oleh pemerintah, sehinggga memberi bentuk berkurangnya produksi dimana tidak beroperasi nya tingkat produksi ,. Hal inilah yang menjadi penyebab turunnya tingkat perekonomian masyarakat. Dari beberapa faktor diatas maka terbentuknya bahkan menjamur nya pinjaman dalam bentuk aplikasi on line, untuk memperbaiki perekoniman demi menutupi kehidupan sehari-hari, dan pinjaman on line yang dianggap seperti dewa penolong dalam penyelesaian kebutuhan hidup mereka. penelitian bertujuan untuk memberikan bentuk kekuatan hukum, dalam pinjaman on line ini, yang akan memberikan perlindungan hukum bagi konsumen, dengan dasar perundang-undangan ter masuk dalam ruang lingkup Otoritas jasa keuangan berserta sandaran hukumnya. Yang pada dasarnya ,belum memberikan perlindungan yang maksimal bagi pengguna atau konsumen pinjaman on line ini . Metododologi penelitian adalah deskriptif kualitatif bertujuan untuk memahami (understanding) dunia makna yang disimbolkan dalam perilaku masyarakat menurut perspektif masyarakat itu sendiri. Dan penelitian kualitatif normatif yang menitik beratkan pada asas-asas hukum, untuk mendapatkan kebenaran dan yang dibangun atas dasar teori teori yang berkembang dari penelitian dan terkontrol atas dasar empirik.
PEMBENTUKAN KARATERISTIK SISWA, MELALUI PENGEMBANGAN NILAI SENI BUDAYA SUMATERA SELATAN, MEWUJUDKAN NILAI-NILAI PANCASILA KEARAH PEMBENTUKAN SIKAP NASIONALISME Sri Wahyuningsih; Sundari Sundari; Sri Husnulwati
Jurnal Education and Development Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v11i3.4577

Abstract

In the development of the technological era which is called the era of globalization, then we. How are we faced with cultural arts values ​​that have been forgotten by our generation, especially children who are still in school, both at the elementary and junior high school levels or even at the high school level, this is due to the lack of attention from related parties, especially from the parents, the school and the surrounding environment who do not provide understanding to the generation about the importance of knowledge of cultural values ​​which are directed to the historical values ​​of the nation's struggle in the formation of the characteristics of students as a generation in achieving state goals in developing an attitude of nationalism and a sense of responsibility as citizens a good country.. With an understanding of this cultural arts will certainly create a sense of nationality, by carrying out forms of positive behavior in everyday life. This research aims to shape student characteristics through cultural values, especially the culture of South Sumatra, in understanding Pancasila values ​​towards national values ​​as a form of nationalism. The research methodology is descriptive qualitative, in the form of direct observation of the object, in this case through the students of SMP PGRI 1 Palembang, as well as the community involved in this research. Qualitative research is a method for obtaining the truth and is classified as scientific research which is built on the basis of theories that develop from research and is controlled on an empirical basis.
KAJIAN NILAI BUDAYA KANDANG ADAT, DI SUMATERA SELATAN, SUKU KOMERING, SEBAGAI BENTUK IMPLENTASI KEARIFAN LOKAL BUDAYA NASIONAL Sri Wahyuningsih; Sundari Sundari; Sri Husnulwati
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i2.5580

Abstract

This article discusses the cultural values ​​contained in the marriage customs of the Komering tribe of South Sumatra, as an effort to preserve South Sumatra's local culture. which aims to discover the cultural values ​​contained in the cultural values ​​of the marriage customs of the Komering tribe community as a form of local wisdom of the Komering tribe community, Ogan Komering Ulu. Regency. Qualitative descriptive methods were used in this research to examine and understand the cultural values ​​of the marriage customs of the people of South Sumatra, especially the Komering tribe, in this case the traditional Corral Culture custom before the marriage contract procession. Data was obtained using observation, interviews, documentation and literature study techniques. The data were analyzed using data processing techniques resulting from data collection in the field by direct observation of the community at the wedding procession of the Palembang community, specifically for the Komering tribe, at the data analysis stage through a qualitative approach, where the data collected is not in the form of numbers but rather by collecting data using interview and observation guidelines The results of the research are the lack of implementation of this traditional cage culture among the people of South Sumatra, so there is a need to study this traditional cage culture through efforts to provide outreach to the community, related parties, in this case the traditional cultural figures, the education sector. arts and culture, through direct promotion, verbal promotion (word of mouth) Leaflets, posters, newspapers.
Perlindungan Hak Cipta Terhadap Penggunaan Generative Artificial Intelligence (AI) dalam Pembuatan Desain Promosi Media Sosial Oleh UMKM di Indonesia Dadang Apriyanto; Ermini Ermini; Sri Husnulwati
Jurnal Manajemen dan Investasi (MANIVESTASI) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Investasi (MANIVESTASI), Juni 2026
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmanivestasi.v8i1.21964

Abstract

ABSTRAK   Perkembangan Generative Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam proses penciptaan desain promosi media sosial, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Teknologi ini memberikan kemudahan dalam menghasilkan karya visual secara cepat dan efisien, namun di sisi lain menimbulkan berbagai persoalan hukum, terutama terkait perlindungan hak cipta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hak cipta terhadap penggunaan Generative AI, bentuk tanggung jawab hukum yang timbul, serta kendala dan tantangan dalam penerapannya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta menggunakan data sekunder berupa buku, jurnal, dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hak cipta terhadap karya yang dihasilkan oleh AI belum memiliki pengaturan yang jelas dalam hukum positif Indonesia, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum, khususnya terkait aspek originalitas dan kepemilikan karya. Selain itu, tanggung jawab hukum dalam penggunaan AI bersifat kompleks karena melibatkan berbagai pihak, seperti pengguna, pengembang, dan penyedia platform, sehingga diperlukan pendekatan tanggung jawab bersama. Adapun kendala dan tantangan yang dihadapi meliputi kekosongan hukum, rendahnya literasi hukum pelaku UMKM, serta keterbatasan regulasi yang belum adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, diperlukan pembaruan regulasi yang mampu mengakomodasi perkembangan teknologi AI, sekaligus memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang adil bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem digital.   Kata Kunci: Hak Cipta, Artificial Intelligence (AI), Generative AI, UMKM, Perlindungan Hukum, Ekonomi Digital     ABSTRACT   The development of Generative Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to the process of creating social media promotional designs, particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. This technology makes it easy to produce visual works quickly and efficiently, but on the other hand, it raises various legal issues, particularly related to copyright protection. This study aims to analyze copyright protection for the use of Generative AI, the forms of legal responsibility that arise, and the obstacles and challenges in its implementation in Indonesia. The research method used is normative legal research with a statutory and conceptual approach, and uses secondary data in the form of books, journals, and laws and regulations. The results show that copyright protection for works produced by AI does not yet have clear regulations in Indonesian positive law, thus creating legal uncertainty, particularly regarding aspects of originality and ownership of the work. Furthermore, legal responsibility in the use of AI is complex because it involves various parties, such as users, developers, and platform providers, so a shared responsibility approach is needed. The obstacles and challenges faced include legal vacuums, low legal literacy of MSMEs, and limited regulations that are not yet adaptive to technological developments. Thus, regulatory updates are needed to accommodate the development of AI technology while providing legal certainty and fair protection for all parties involved in the digital ecosystem.   Keywords: Copyright, Artificial Intelligence (AI), Generative AI, MSMEs, Legal Protection, Digital Economy