Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DI PULAU MAITARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Henny Haerany G
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.748

Abstract

Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang menaruh perhatian besar terhadap sumberdaya pariwisata. Sebagai produk ekowisata merupakan semua atraksi berbasis pada sumberdaya alam sebagai pasar, ekowisata merupakan perjalanan yang diarahkan pada upaya-upaya pelestarian lingkungan akhirnya sebagai pendekatan pengembangan, ekowisata merupakan metode pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya pariwisata secara ramah lingkungan. Kegiatan pariwisata memiliki korelasi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan, sangat ditekankan dan ciri khas ekowisata. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan pengembangan Pulau Maitara sebagai kawasan ekowisata di Kota Tidore Kepulauan dan mengetahui peranan kawasan ekowisata Pulau Maitara dalam peningkatan ekonomi masyarakat Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan.
STUDI PENGEMBANGAN DAN PENATAAN KAWASAN PANTAI BAROMBONG KOTA MAKASSAR Henny Haerany G
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i2.989

Abstract

Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder berupa data topografi, kemiringan lereng, geologi dan struktur tanah, hidrologi dan sumber daya air, vegetasi, klimatologi dan penggunaan lahan yang ada di kawasan pantai barombong selama beberapa tahun terakhir. Untuk mengolah data tersebut digunakan alat analisis spasial keusaiaan lahan untuk mengetahui lahan kawasan pantai barombong, dan analisis-analisis model visual pemetaan. Hasil proses analisis diperoleh Tingkat pengembangan Kawasan pantai barombong  menghasilkan tingkatan yaitu kawasan wisata dijadikan kawasan olahraga terpadu, maka di perlukan sebuah strategi pengembangan dalam rangka mendapatkan arah serta tujuaan yang ingin dicapai guna mengetahui bentuk penganangan komponen penunjang kawasan sebagai konkrit dalam pelaksanaan pembangunan khususnya kota Makassar kedepannya.
PENGARUH AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN JASA TERHADAP VOLUME LALU LINTAS DI RUAS JALAN HERTASNING KOTA MAKASSAR Musdalifah Rahman; Henny Haerany; Misliah Idrus
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1588

Abstract

Penggunaan lahan di sisi ruas jalan Hertasning merupakan dominasi bangunan komersil berkembang. Aktifitas perdagangan dan jasa di ruas jalan ini mampu menghasilkan tarikan mobilisasi penduduk skala besar sehingga volume lalu lintas di Jalan Hertasning meningkat yang tentunya berpengaruh pada tingkat pelayanan jalan. Perkembangan pembangunan usaha perdagangan dan jasa di ruas jalan ini menjadi lebih rumit akibat badan jalan dijadikan sebagai tempat parkir darurat atau dadakan karena tidak tersedianya lahan parkir yang memadai oleh pemilik usaha. Selain itu maraknya pedagang kaki lima yang mengambil lahan untuk menjajakan dagangannya menjadikan lalu lintas semakin mengalami kelambatan. Hal ini merupakan masalah perkotaan yang membutuhkan suatu penelitian yang menyingkap seberapa besar pengaruh dari adanya aktifitas perdagangan dan jasa tersebut terhadap volume lalu lintas di ruas Jalan Hertasning.
Karateristik Sosial dan Pengembangan Parkir Permukiman di Kota Makassar Muhammad Azhar Shauqy; Henny Haerany
Jurnal Sosio Sains Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Sosio Sains
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37541/sosiosains.v7i2.684

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan kendaraan dan keterbatasan ruang parkir yang tersedia di kawasan permukiman memicu timbulnya permasalahan transportasi. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui karakteristik kehidupan parkir di permukiman, (2) mengusulkan alternatif pengembangan ruang parkir di area makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian berada di permukiman Bukit Baruga, Toddopuli, Tanjung Bunga dan Kompleks Pemda, objek penelitian adalah warga yang bermukim di empat permukiman tersebut dengan jumlah sampel 30 orang disetiap perumahan. data diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner dan dianalisa dengan menggunakan metode SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan variabel yang mempengaruhi karateristik tiap-tiap permukiman, di permukiman Bukit Baruga, variabel yang sangat mempengaruhi karateristik parkir adalah pendapatan, di permukiman Tanjung Bunga dan Toddopuli variabel yang sangat mempengaruhi karateristik parkir adalah pemilikan kendaraan, sedangan di permukiman Pemda, variabel yang sangat mempengaruhi karateristik parkir adalah jumlah anggota keluarga yang bekerja. Alternatif pengembangan parkir untuk permukiman Bukit Baruga dan Tanjung Bunga adalah sistem parkir berbayar dan pembangunan tempat parkir vertikal, sementara untuk permukiman Toddopuli dan Pemda adalah adanya regulasi yang mengikat di IMB permukiman, memaksimalkan transportasi publik dan mengoptimalkan lahan parkir yang ada.
Analisis Indeks Aksesibilitas Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Henny Haerany; Arief Hidayat; Maryo Inri Pratama
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 1 No 2 (2022): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.185 KB) | DOI: 10.35718/compact.v1i2.808

Abstract

Potensi pengembangan transportasi wilayah di Kabupaten Boven Digoel dirinci berdasarkan wilayah distrik yang menjadi satuan pengembangan, digunakan untuk input dasar dalam perhitungan indeks aksesibilitas kawasan. Pada dasarnya tujuan dalam studi ini adalah pada dasarnya untuk mengetahui karakteristik transportasi antar wilayah dan Indeks Aksesibilitas Wilayah yang akan digunakan untuk menyusun strategi pengembangan transportasi antar wilayah di Kabupaten Boven Digoel, Metode yang digunakan adalah indeks aksesibilitas. Aksibilitas sebanyak 65% dilakukan untuk perjalanan yang berhubungan dengan pekerjaan (tugas kantor, lokasi pekerjaan di wilayah lain, administrasi pemerintahan, dll) dikarenakan berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan perekonomian dan mata pencaharian, transportasi darat memiliki peranan penting dalam aktivitas kegiatan masyarakat di kabupaten Boven Digoel berikut presentase terbesar terdapat pada aktivitas pekerjaan (58.67%) serta faktor keselamatan dengan menggunakan transportasi darat menjadi pilihan utama dengan persentase terbesar (66,67%). indeks aksebilitas, wilayah yang memiliki index tinggi yaitu Mindiptana, Mandobo dan Jair. Sehingga wilayah distrik tersebut menjadi pusat pelayanan serta menjadi pusat pengembangan kawasan yang mendukung wilayah sedang dan rendah aksesibilitas.
ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA PUSAT PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PPLH) PUNTONDO DI KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Amalia Rahmadhani Rahman; Nurfatimah Nurfatimah; Henny Haerany
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42498

Abstract

Kabupaten Takalar khususnya di Kecamatan Mangarabombang memiliki berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan. Seperti pada wisata Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo dimana wisata ini mengedepankan aspek pendidikan dan lingkungan hidup atau yang biasa disebut (eco-tourism). PPLH Puntondo mempunyai banyak lokasi wisata yang potensial untuk dikembangkan namun sampai saat ini belum dikelola dengan baik. Hal ini ditandai dengan masih adanya beberapa permasalahan pada wisata ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi dan arah pengembangan wisata PPLH Puntondo di Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis spasial dan non spasial yang terbagi dalam 3 tahap analisis. Analisis spasial meliputi analisis daya tarik wisata untuk mendapatkan kelas potensi wisata, dan analisis SWOT untuk menentukan strategi dan arah pengembangan pariwisata PPLH Puntondo, kemudian analisis non spasial yaitu analisis lanskap pariwisata yang dibagi menjadi 3 zona yaitu zona inti, zona pengembangan, dan zona penyangga. Berdasarkan hasil analisis daya tarik wisata, PPLH Puntondo termasuk dalam kelas dengan potensi wilayah sedang, sehingga dilakukan analisis SWOT yang menghasilkan arahan pengembangan wisata PPLH Puntondo yang terbagi menjadi 3 zona, dari ketiga zona tersebut, zona inti mempunyai potensi besar untuk dikembangkan dari 52% luas zona Inti yang bisa dikembangkan sekitar 30% yaitu 15% di hutan mangrove, 10% kebun, dan 5% di outbound kawasan wisata PPLH Puntondo. .Kata Kunci : Arahan Pengembangan, Kawasan Wisata, Ekowisata
TINJAUAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN DALAM MENDUKUNG PRODUKTIVITAS PERTANIAN PERTANIAN DI DESA WATU KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Ameilia, Aulia; G, Henny Haerany; Siradjuddin, Irsyadi
Jurnal Administrative Reform Vol 12, No 2 (2024): JURNAL ADMINISTRATIVE REFORM
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jar.v12i2.8288

Abstract

This research is a review of rural infrastructure in supporting agricultural productivity in Watu Village, Marioriwawo District, Soppeng Regency. The main problem in this research is how the availability of rural infrastructure affects agricultural productivity in Watu Village. This problem is viewed with a regional system approach and is discussed using the scoring analysis method and Chi Square analysis. The potential of the agricultural sector in Watu Village is quite large and the majority of the population make a living as farmers. The review of rural infrastructure in supporting agricultural productivity is one step to determine the extent of the influence of rural infrastructure in increasing agricultural productivity. The availability of adequate infrastructure is certainly able to support the increase in the area and existing agricultural products so that it can help improve the community's economy.