Saepuddin Saepuddin
STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Bugis di Tanah Melayu dalam Perspektif Sejarah Sosial Politik Saepuddin Saepuddin
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2020): HISTORY AND CULTURE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v8i1.11498

Abstract

Diaspora Bugis telah memberikan pengaruh terhadap situasi dan kondisi di daerah rantau. Dalam artikel ini, diaspora bugis di Tanah Melayu menjadi fokus kajian utama yang berkaitan dengan sebab-sebab kedatangannya di daerah Johor-Pahang-Riau-Lingga hingga bagaimana pengaruh setelah kehadirannya. Dari penelitian ini diketahui bahwa seba perantauan Bugis ke berbagai daerah di Nusantara kala itu ialah karena faktor politik dari dampak perjanjian Bogaya. Bagi orang Bugis, lebih baik mereka mencari penghidupan di daerah baru dari pada tunduk dan menjadi antek dan boneka Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Kehadiran Daeng Rilakka beserta dengan anak-anak dan pasukannya di wilayah kerajaan Johor-Pahang-Riau ketika itu adalah bagian dari upayanya untuk mencari daerah perantauan yang sesuai. Pada saat itu, Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah meminta bantuan kepada Daeng Rilakka untuk melawan Raja Kecil (Raja Kecik) yang dinilai merebut tahta kerajaan. Tawaran itu pun bersambut dan mengantarkan Sultan Sulaiman menduduki tahtanya dengan gelar Yang Dipertuan Besar dan menjadikan keturunan Bugis sebagai Yang Dipertuan Muda dengan pengikat sebuah ikrar yang dikenal dengan “Sumpah Setia”. Kemudian, terjadi perkawinan silang di antara kerabat dan sanak saudara kedunya hingga beranak pinak dan menyebabkan terjadinya adaptasi budaya, sosial dan politik. Sumpah setia itulah yang mengantarkan Bugis menjadi Melayu. The Bugis Diaspora has influenced the situation and conditions in the overseas areas. In this article, the diaspora bugis in Tanah Melayu becomes the main focus of the study relating to the causes of his arrival in the Johor-Pahang-Riau-Lingga area to how it was affected after his presence. From this research, it is known that the Bugis overseas to various regions in the archipelago at that time was due to political factors from the impact of the Bogaya agreement. For the Bugis, they are better off earning a living in new areas than submitting to and becoming Vereenigde Oostindische Compagnie's (VOC) henchmen and puppets. The presence of Daeng Rilakka along with his children and troops in the Johor-Pahang-Riau kingdom when it was part of his efforts to search for suitable overseas areas. At that time, Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah asked for help from Daeng Rilakka to fight the Little King (Raja Kecik) who was judged to seize the throne. The offer was welcomed and led Sultan Sulaiman to occupy his throne with the title of the Great Lord and make the Bugis descendants the Young Entities with the binding of a pledge known as the "Faithful Oath". Then, cross-marriages occur between relatives and relatives of the two children to breed and cause cultural, social and political adaptation. It is this oath of loyalty that has brought Bugis into Malay.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Di Tanjungpinang Ezah Fatmatus Saruroh; Saepuddin Saepuddin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9917

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting, maka untuk mencapai tujuan pendidikan dibutuhkan guru yang berkompeten. Salah satu cara untuk melihat guru yang berkompeten adalah dengan melihat status kelulusan Ujian Kompetensi Guru (UKG) hingga tahap sertifikasi. Sedangkan di Tanjungpinang masih ditemukan guru yang belum lulus dalam mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG) hingga tahap sertifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terbuka, dokumentasi dan observasi partisipan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kepala sekolah sudah melaksanakan strateginya dengan baik dalam meningkatkan kompetensi guru di SDN 002 Tanjungpinang Timur, hal ini dibuktikan dengan data guru yang terus bertambah dan lulus dalam mengikuti UKG hingga tahap sertifikasi. Strategi yang dilakukan kepala sekolah adalah; (1) Membuat program pelatihan internal, (2) Mendorong guru mengikuti KKG (Kelompok Kerja Guru), pelatihan, seminar, diklat berjenjang dan melanjutkan pendidikan, (3) Mengagendakan kegiatan supervisi hingga evaluasi, (4) Pengadaan fasilitas belajar, (5) Mendorong guru agar terus kreatif dan inovatif, (6) Membangun kerja sama dengan staf Tata Usaha dalam membantu guru untuk sertifikasi.